<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8961297982327520213</id><updated>2012-01-10T05:07:20.025-08:00</updated><title type='text'>Whatever Will Be, Will Be..</title><subtitle type='html'>A wise man changes his mind, a fool never..</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kikiesaperdana.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961297982327520213/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kikiesaperdana.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Nuwanda</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-qZwCXZrsWpY/Tc4wJykWfEI/AAAAAAAAAOg/Mb_PIYLksls/s220/2701923090_1c22d05427.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>19</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8961297982327520213.post-7899381287602689614</id><published>2012-01-08T16:56:00.000-08:00</published><updated>2012-01-10T05:07:20.115-08:00</updated><title type='text'>cybercrime</title><content type='html'>Cybercrime terus berevolusi dari tahun ke tahun, mulai dari tekniknya hingga wujudnya. Untuk tahun ini, Cisco, perusahaan IT asal Amerika, mengungkapkan bahwa cybercrime sekarang sudah bergerak bagaikan sektor bisnis.&lt;br /&gt;“Di saat krisis seperti ini, online crime menjadi salah satu usaha yang tetap mendapatkan keuntungan. Teknik yang mereka gunakan sudah seperti bisnis sungguhan,” kata System Engineering Director Cisco Indonesia, Prio Utomo, dalam acara Cisco 2009 Midyear Security Report di Jakarta, beberapa waktu lalu. Cisco mengungkapkan empat hal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejahatan internet perlu Diantisipasi sejak sekarang yang biasanya digunakan penjahat dunia cyber.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama adalah costumer acquisition. Costumer acquisition adalah usaha untuk memancing pengguna komputer mengakses situs berbahaya atau malicious software. Terkadang event besar juga dimanfaatkan untuk melakukan hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketika Michael Jackson meninggal, 2 miliar spam dikirimkan dalam sehari. Memang kebanyakan untuk inform, tetapi spam tersebut bisa mengandung malicious code atau virus,” kata Prio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal kedua adalah product. Product yang dimaksud adalah bagaimana penjahat dunia cyber menawarkan aplikasi-aplikasi berbahaya kepada pengguna komputer. Agar terpancing untuk menggunakan aplikasi yang ditawarkan, biasanya penjahat dunia cyber melakukan spam indexing (memanipulasi tingkat kepercayaan sebuah aplikasi) dan scareware (memanipulasi hasil scan anti-virus).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ketiga adalah partnership. Tidak hanya di dunia bisnis, di dalam dunia cybercrime pun ada yang namanya joint venture, yang di dalamnya beberapa produsen bergabung untuk menyebarkan malware mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Salah satu contoh partnership adalah Conficker dan Waledac yang bekerja sama untuk saling melengkapi. Waledac menggunakan botnet conficker untuk menyebarkan spam,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terakhir adalah insider threat atau ancaman dari dalam. Selama ini banyak perusahaan menganggap cybercrime selalu datang dari luar, padahal cybercrime bisa saja terjadi dari dalam. Karyawan sebuah perusahaan bisa memanfaatkan data rahasia perusahaannya untuk mencari uang atau balas dendam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Potensi insider threat makin besar terjadi karena masalah ekonomi. Info yang mereka tahu adalah salah satu jalan cepat untuk mendapatkan uang,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghindari terjebak dalam bisnis cybercrime ini, Cisco mengatakan bahwa pengguna komputer harus lebih aware terhadap apa yang mereka akses atau gunakan melalui komputer mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengguna komputer tidak boleh meremehkan ancaman-ancaman yang sudah berlalu. Ancaman-ancaman dari malware atau virus lama masih bisa menyerang pengguna komputer, lagi pula malware atau virus yang ada sekarang sebenarnya merupakan pengembangan lebih lanjut dari versi terdahulu. (cep/Investor)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;source: http://indocashregister.com/2009/08/11/cybercrime-kejahatan-internet-tumbuh-pesat-seiring-pertumbuhan-usaha/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8961297982327520213-7899381287602689614?l=kikiesaperdana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961297982327520213/posts/default/7899381287602689614'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961297982327520213/posts/default/7899381287602689614'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kikiesaperdana.blogspot.com/2012/01/cybercrime.html' title='cybercrime'/><author><name>Nuwanda</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-qZwCXZrsWpY/Tc4wJykWfEI/AAAAAAAAAOg/Mb_PIYLksls/s220/2701923090_1c22d05427.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8961297982327520213.post-940948212257648521</id><published>2012-01-08T16:35:00.000-08:00</published><updated>2012-01-08T16:56:14.152-08:00</updated><title type='text'>psikologi komunikasi (lanjutan)</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-8nF1m2ubMak/Two7I31DqaI/AAAAAAAAAWQ/r96pS8DvPPA/s1600/Psychology.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 290px; height: 251px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-8nF1m2ubMak/Two7I31DqaI/AAAAAAAAAWQ/r96pS8DvPPA/s320/Psychology.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5695429702374893986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;istilah komunikasi bila ditinjau dari sisi kebahasaan berasal dari bahasa Inggris yaitu dari kata “communication”, komunikasi juga bisa dikatakan berasal dari bahasa Latin, yaitu dari kata communicatus, yang mana istilah ini bersumber dari kata communis, Dalam kata communis ini istilah komunikasi memiliki makna ‘berbagi’ atau ‘menjadi milik bersama’ , maksudnya adalah suatu usaha yang memiliki tujuan untuk kebersamaan atau kesamaan makna.&lt;br /&gt;bila ditinjau dari sisi terminologi istilah Komunikasi merujuk pada adanya proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain. Jadi dalam pengertian ini yang terlibat dalam komunikasi adalah manusia. Ruben dan Steward(1998:16) berpendapat bahwa yang dimaksud komunikasi manusiaadalah Human communication is the process through which individuals –in relationships, group, organizations and societies—respond to and create messages to adapt to the environment and one another. artinya : komunikasi manusia adalah proses yang melibatkan individu-individu dalam suatu hubungan, kelompok, organisasi dan masyarakat yang merespon dan menciptakan pesan untuk beradaptasi dengan lingkungan satu sama lain. Menurut Frank E.X. Dance dalam bukunya Human Communication Theory, yang dimaksud komunikasi adalah suatu proses dimana seseorang (komunikator) menyampaikan stimulus (biasanya dalam bentuk kata-kata) dengan tujuan mengubah atau membentuk perilaku orang-orang lainnya (khalayak).&lt;br /&gt;Hovland, Janis &amp; Kelley:1953 berpendapat bahwa Komunikasi adalah proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian dan lain-lain. Melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata, gambar-gambar, angka-angka dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang Lingkup Psikologi Komunikasi&lt;br /&gt;Hovland, Janis, dan Kelly, semuanya psikolog, mendefinisikan komunikasi sebagai ”the process by which an individual (the communicator) transmits stimuli (usually verbal) to modify the behavior of other individuals (the audience). Dance mengartikan komunikasi dalam kerangka psikologi behaviorisme sebagai usaha “menimbulkan respon melalui lambang-lambang verbal.”&lt;br /&gt;Kamus psikologi, menyebutkan enam pengertian komunikasi.&lt;br /&gt;1. Penyampaian perubahan energi dari satu tempat ke tempat yang lain seperti dalam sistem saraf atau penyampaian gelombang-gelombang suara.&lt;br /&gt;2. Penyampaian atau penerimaan sinyal atau pesan oleh organisme.&lt;br /&gt;3. Pesan yang disampaikan&lt;br /&gt;4. (Teori Komunikasi) Proses yang dilakukan satu sistem yang lain melalui pengaturan sinyal-sinyal yang disampaikan.&lt;br /&gt;5. (K.Lewin) Pengaruh suatu wilayah persona pada wilayah persona yang lain sehingga perubahan dalam satu wilayah menimbulkan peribahan yang berkaitan pada wilayah lain.&lt;br /&gt;6. Pesan pasien kepada pemberi terapi dalam psikoterapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri Pendekatan Psikologi Komunikasi&lt;br /&gt;Komunikasi begitu esensial dalam masyarakat manusia sehingga setiap orang yang belajar tentang manusia mesti sesekali waktu menolehnya. Komunikasi telah ditelaah dari berbagai segi : antropologi, biologi, ekonomi, sosiologi, linguistik, psikologi, politik, matematik, enginereering, neurofisiologi, filsafat, dan sebagainya. Sosiologi mempelajari komunikasi dalam kontesks interkasi sosial, dalam mencapai tujuan-tujuan kelompok. Colon Cherry (1964) mendefinisikan komunikasi sebagai, ”usaha untuk membuat suatu satuan sosial dari individu dengan menggunakan bahasa atau tanda. Memiliki bersama serangkaian peraturan untuk berbagai kegiatan mencapai tujuan.”&lt;br /&gt;Psikologi uga meneliti kesadaran dan pengalaman manusia. Psikologi tertama mengarahkan perhatiannya pada perilaku manusia dan mencoba menyimpulkan proses kesadaran yang menyababkan terjadinya perilaku manusia itu. Bila sosiologi melihat komunikasi pada interaksi sosial, filsafat pada hubungan manusia dengan realitas lainnya, psikologi pada perilaku individu komunikan.&lt;br /&gt;Fisher menyebut 4 ciri pendekatan psikologi pada komunikasi : Penerimaan stimuli secara indrawi (sensory reception of stimuli), proses yang mengantarai stimuli dan respon (internal meditation of stimuli), prediksi respon (prediction of response),dan peneguhan respon (reinforcement of responses). Psikologi komunikasi juga melihat bagaimana respon yang terjadi pada masa lalu dapat meramalkan respon yang terjadi pada masa yang akan datang.&lt;br /&gt;George A.Miller membuat definisi psikologi yang mencakup semuanya : Psychology is the science that attempts to describe, predict, and control mental and behavioral event. Dengan demikian, psikologi komunikasi adalah imu yang berusaha menguraikan, meramalkan, dan mengendalikan persistiwa mental dan behavioral dalam komunikasi. Peristiwa mental adalah ”internal meditation of stimuli”, sebagai akibat berlangsungya komunikasi.&lt;br /&gt;Komunikasi adalah peristiwa sosial – peristiwa yang terjadi ketika manusa berinteraksi dengan manusia yang lain. Peristiwa sosial secara psikologis membawa kita pada psikologi sosial. Pendekatan psikologi sosial adalah juga pendekatan psikologi komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajian psikologi&lt;br /&gt;Psikologi adalah ilmu yang luas dan ambisius, dilengkapi oleh biologi dan ilmu saraf pada perbatasannya dengan ilmu alam dan dilengkapi oleh sosiologi dan anthropologi pada perbatasannya dengan ilmu sosial. Beberapa kajian ilmu psikologi diantaranya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Psikologi perkembangan&lt;br /&gt;Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari perkembangan manusia dan faktor-faktor yang membentuk prilaku seseorang sejak lahir sampai lanjut usia. Psikologi perkembangan berkaitan erat dengan psikologi sosial, karena sebagian besar perkembangan terjadi dalam konteks adanya interaksi sosial. Dan juga berkaitan erat dengan psikologi kepribadian, karena perkembangan individu dapat membentuk kepribadian khas dari individu tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Psikologi sosial&lt;br /&gt;Bidang ini mempunyai 3 ruang lingkup, yaitu :&lt;br /&gt;studi tentang pengaruh sosial terhadap proses individu, misalnya : studi tentang persepsi, motivasi proses belajar, atribusi (sifat)&lt;br /&gt;studi tentang proses-proses individual bersama, seperti bahasa, sikap sosial, perilaku meniru dan lain-lain&lt;br /&gt;studi tentang interaksi kelompok, misalnya kepemimpinan, komunikasi hubungan kekuasaan, kerjasama dalam kelompok, dan persaingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Psikologi kepribadian&lt;br /&gt;Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari tingkah laku manusia dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya, psikologi kepribadian berkaitan erat dengan psikologi perkembangan dan psikologi sosial, karena kepribadian adalah hasil dari perkembangan individu sejak masih kecil dan bagaimana cara individu itu sendiri dalam berinteraksi sosial dengan lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Psikologi kognitif&lt;br /&gt;Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari kemampuan kognisi, seperti: Persepsi, proses belajar, kemampuan memori, atensi, kemampuan bahasa dan emosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;komunikasi dijelaskan juga adalah proses penyampaian informasi baik secara verbal maupun nonverbal antara dua orang atau lebih melalui suatu media.&lt;br /&gt;Adapun mengenai Komunikasi Intrapersonal dan Interpersonal . Ada perbedaan mendasar dari kata yang mengawali kata personal yaitu intra dan inter.&lt;br /&gt;Mari kita telaah perbedaannya.&lt;br /&gt;Terlebih dahulu kita definisikan kata personal. Personal biasa kita fahami sebagai pengertian lain dari kata individu, pribadi atau diri sendiri.&lt;br /&gt;Intra menurut bahasa artinya di dalam. Singkat kata komunikasi intrapersonal adalah komunikasi yang terjadi di dalam diri seseorang dengan dirinya pribadi. Hal ini dimaksudkan seseorang untuk mengenal kepribadian dirinya secara mendalam dan juga berfungsi untuk meningkatkan kesadaran dalam dirinya. Ketika seseorang melakukan komunikasi intrapersonal, pada saat itu dia sedang terlibat aktif dalam memproses balik (feedback) informasi-informasi yang ada dirinya. Contoh dari komunikasi intrapersonal adalah berimajinasi, berkhayal, berdoa dan bersyukur.&lt;br /&gt;Sedangkan inter menurut bahasa memiliki arti di luar. Jadi dapat dijelaskan komunikasi intrapersonal adalah komunikasi yang terjadi antara seseorang dengan luar dirinya. Dengan kata lain, komunikasi yang terjadi antara satu orang dengan orang yang lain. Jadi untuk mendapatkan feedback, harus ada pihak lain (orang lain) yang terlibat aktif dalam komunikasi ini.  Contoh dari komunikasi interpersonal adalah wawancara, pidato, mengorol dan mengajar.&lt;br /&gt;Namun Komunikasi Intrapersonal dan Interpersonal bisa berarti luas dan dapat diaplikasikan ke ranah organisasi. Komunikasi Intrapersonal dapat berarti komunikasi internal yang berfokus dalam organisasi tersebut dan pengambilan keputusannya hanya akan membawa dampak bagi organisasi itu. Sedangkan Komunikasi Interpersonal yaitu komunikasi yang melibatkan satu pihak dengan pihak yang lain dalam suatu organisasi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan perilaku&lt;br /&gt;Pendekatan perilaku, pada dasarnya tingkah laku adalah respon atas stimulus yang datang. Secara sederhana dapat digambarkan dalam model S - R atau suatu kaitan Stimulus - Respon. Ini berarti tingkah laku itu seperti reflek tanpa kerja mental sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan kognitif&lt;br /&gt;Pendekatan kognitif menekankan bahwa tingkah laku adalah proses mental, dimana individu (organisme) aktif dalam menangkap, menilai, membandingkan, dan menanggapi stimulus sebelum melakukan reaksi. Individu menerima stimulus lalu melakukan proses mental sebelum memberikan reaksi atas stimulus yang datang.&lt;br /&gt;[sunting]Pendekatan psikoanalisa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pendekatan Psikoanalisa yang dikembangkan oleh Sigmund Freud&lt;br /&gt;Pendekatan psikoanalisa dikembangkan oleh Sigmund Freud. Ia meyakini bahwa kehidupan individu sebagian besar dikuasai oleh alam bawah sadar. Sehingga tingkah laku banyak didasari oleh hal-hal yang tidak disadari, seperti keinginan, impuls, atau dorongan. Keinginan atau dorongan yang ditekan akan tetap hidup dalam alam bawah sadar dan sewaktu-waktu akan menuntut untuk dipuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan fenomenologi&lt;br /&gt;Pendekatan fenomenologi ini lebih memperhatikan pada pengalaman subyektif individu karena itu tingkah laku sangat dipengaruhi oleh pandangan individu terhadap diri dan dunianya, konsep tentang dirinya, harga dirinya dan segala hal yang menyangkut kesadaran atau aktualisasi dirinya. Ini berarti melihat tingkah laku seseorang selalu dikaitkan dengan fenomena tentang dirinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8961297982327520213-940948212257648521?l=kikiesaperdana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961297982327520213/posts/default/940948212257648521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961297982327520213/posts/default/940948212257648521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kikiesaperdana.blogspot.com/2012/01/psikologi-komunikasi-lanjutan.html' title='psikologi komunikasi (lanjutan)'/><author><name>Nuwanda</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-qZwCXZrsWpY/Tc4wJykWfEI/AAAAAAAAAOg/Mb_PIYLksls/s220/2701923090_1c22d05427.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-8nF1m2ubMak/Two7I31DqaI/AAAAAAAAAWQ/r96pS8DvPPA/s72-c/Psychology.gif' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8961297982327520213.post-7966275562070126068</id><published>2011-11-16T18:58:00.000-08:00</published><updated>2011-11-16T19:03:31.947-08:00</updated><title type='text'>hipsters</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-ZT9YAaiAUW4/TsR5dtdDukI/AAAAAAAAAR0/LRuNR3dqurE/s1600/hipsters.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-ZT9YAaiAUW4/TsR5dtdDukI/AAAAAAAAAR0/LRuNR3dqurE/s320/hipsters.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5675794981718309442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 13px; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: rgb(255, 255, 255); font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 19px; text-align: -webkit-auto; "&gt;Hipster, istilah ini pertama kali muncul pada 1940-an. Biasa ditujukan pada grup pria dan wanita umur 20-30 yang menyukai &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; "&gt;indie scene&lt;/em&gt; mulai dari seni, musik, film hingga gaya pakaian.&lt;/span&gt; &lt;div&gt;&lt;div style="text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"&gt;atau menurut wiki: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;p style="margin-top: 0.4em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; line-height: 19px; font-family: sans-serif; font-size: 13px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p style="margin-top: 0.4em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; line-height: 19px; font-family: sans-serif; font-size: 13px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Hipsters&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; (also &lt;i&gt;scenesters&lt;/i&gt;&lt;sup id="cite_ref-0" class="reference" style="line-height: 1em; "&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hipster_(contemporary_subculture)#cite_note-0" style="text-decoration: none; color: rgb(6, 69, 173); background-image: none; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; white-space: nowrap; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;) are a &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Subculture" title="Subculture" style="text-decoration: none; color: rgb(6, 69, 173); background-image: none; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;subculture&lt;/a&gt; of young, recently settled urban &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Middle_class" title="Middle class" style="text-decoration: none; color: rgb(6, 69, 173); background-image: none; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;middle class&lt;/a&gt; adults and older &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Teenager" title="Teenager" class="mw-redirect" style="text-decoration: none; color: rgb(6, 69, 173); background-image: none; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;teenagers&lt;/a&gt; with musical interests mainly in &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Alternative_rock" title="Alternative rock" style="text-decoration: none; color: rgb(6, 69, 173); background-image: none; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;alternative rock&lt;/a&gt; that appeared in the 1990s. Other interests in media would include &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Independent_film" title="Independent film" style="text-decoration: none; color: rgb(6, 69, 173); background-image: none; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;independent film&lt;/a&gt;, magazines such as &lt;i&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Vice_(magazine)" title="Vice (magazine)" style="text-decoration: none; color: rgb(6, 69, 173); background-image: none; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;Vice&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; and &lt;i&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Clash_(magazine)" title="Clash (magazine)" style="text-decoration: none; color: rgb(6, 69, 173); background-image: none; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;Clash&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;, and websites like &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Pitchfork_Media" title="Pitchfork Media" style="text-decoration: none; color: rgb(6, 69, 173); background-image: none; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;Pitchfork Media&lt;/a&gt;.&lt;sup id="cite_ref-haddow_1-0" class="reference" style="line-height: 1em; "&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hipster_(contemporary_subculture)#cite_note-haddow-1" style="text-decoration: none; color: rgb(6, 69, 173); background-image: none; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; white-space: nowrap; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0.4em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; line-height: 19px; font-family: sans-serif; font-size: 13px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;Hipster culture has been described as a "mutating, trans-Atlantic melting pot of styles, tastes and behavior[s]."&lt;sup id="cite_ref-haddow_1-1" class="reference" style="line-height: 1em; "&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hipster_(contemporary_subculture)#cite_note-haddow-1" style="text-decoration: none; color: rgb(6, 69, 173); background-image: none; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; white-space: nowrap; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; Christian Lorentzen of &lt;i&gt;Time Out New York&lt;/i&gt; argues that "hipsterism &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Commodity_fetishism" title="Commodity fetishism" style="text-decoration: none; color: rgb(6, 69, 173); background-image: none; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;fetishizes&lt;/a&gt; the authentic" elements of all of the "fringe movements of the postwar era—&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Beat_Generation" title="Beat Generation" style="text-decoration: none; color: rgb(6, 69, 173); background-image: none; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;beat&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hippie" title="Hippie" style="text-decoration: none; color: rgb(6, 69, 173); background-image: none; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;hippie&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Punk_rock" title="Punk rock" style="text-decoration: none; color: rgb(6, 69, 173); background-image: none; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;punk&lt;/a&gt;, even &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Grunge" title="Grunge" style="text-decoration: none; color: rgb(6, 69, 173); background-image: none; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;grunge&lt;/a&gt;," and draws on the "cultural stores of every unmelted ethnicity," and "regurgitates it with a winking inauthenticity."&lt;sup id="cite_ref-killthehip_2-0" class="reference" style="line-height: 1em; "&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hipster_(contemporary_subculture)#cite_note-killthehip-2" style="text-decoration: none; color: rgb(6, 69, 173); background-image: none; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; white-space: nowrap; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;[3]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; Others, like Arsel and Thompson, argue that hipster signifies a cultural mythology, a crystallization of a mass-mediated stereotype generated to understand, categorize, and marketize indie consumer culture, rather than an objectified group of people.&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p style="margin-top: 0.4em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; line-height: 19px; font-family: sans-serif; font-size: 13px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0.4em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; line-height: 19px; font-family: sans-serif; font-size: 13px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;atau definisi lain adalah, mereka yang mengikuti SEGALA macam hal yang sedang trend.  &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0.4em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; line-height: 19px; font-family: sans-serif; font-size: 13px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;atau juga menurut matt granfield:&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0.4em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; line-height: 19px; font-family: sans-serif; font-size: 13px; text-align: -webkit-auto; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 19px; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;"While mainstream society of the 2000s had been busying itself with reality television, dance music, and locating the whereabouts of Britney Spears’s underpants, an uprising was quietly and conscientiously taking place behind the scenes. Long-forgotten styles of clothing, beer, cigarettes and music were becoming popular again. Retro was cool, the environment was precious and old was the new ‘new’. Kids wanted to wear Sylvia Plath’s cardigans and Buddy Holly’s glasses — they revelled in the irony of making something so nerdy so cool. They wanted to live sustainably and eat organic gluten-free grains. Above all, they wanted to be recognised for being different — to diverge from the mainstream and carve a cultural niche all for themselves. For this new generation, style wasn’t something you could buy in a department store, it became something you found in a thrift shop, or, ideally, made yourself. The way to be cool wasn’t too look like a television star: it was to look like as though you’d never seen television."&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8961297982327520213-7966275562070126068?l=kikiesaperdana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961297982327520213/posts/default/7966275562070126068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961297982327520213/posts/default/7966275562070126068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kikiesaperdana.blogspot.com/2011/11/hipsters.html' title='hipsters'/><author><name>Nuwanda</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-qZwCXZrsWpY/Tc4wJykWfEI/AAAAAAAAAOg/Mb_PIYLksls/s220/2701923090_1c22d05427.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-ZT9YAaiAUW4/TsR5dtdDukI/AAAAAAAAAR0/LRuNR3dqurE/s72-c/hipsters.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8961297982327520213.post-4614334606120744267</id><published>2011-11-09T03:58:00.000-08:00</published><updated>2011-11-09T04:00:26.151-08:00</updated><title type='text'>Bahasa "Alay" Sudah Ada Sejak 1835</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-W-y8xPe51Oo/TrprIbGEiFI/AAAAAAAAARQ/VVaXLWvJq44/s1600/1340327p.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 164px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-W-y8xPe51Oo/TrprIbGEiFI/AAAAAAAAARQ/VVaXLWvJq44/s320/1340327p.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5672964473082906706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 19px; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;strong&gt;GORONTALO, KOMPAS.com &lt;/strong&gt;- Bahasa "alay" atau bahasa gaul di Indonesia ternyata tidak hanya berlangsung pada zaman sekarang saja, bahkan telah ditemukan sejak tahun 1835 silam.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 19px; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;Hal tersebut dikemukakan SST.Wisnu Sasongko, pakar bahasa dari  Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa RI, pada acara pemantauan dan sosialisasi penggunaan bahasa di ruang publik, yang digelar di hotel Rahmat Gorontalo, Rabu (9/11/2011).&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 19px; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;Menurut dia, bahasa alay ditemukan pada naskah bertuliskan huruf Jawa kuno, yang berjudul "Angling Dharma".&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 19px; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;Dalam naskah itu, kata ratu  ditulis dengan menggunakan kata "Ro" sebanyak tujuh kali sehingga terbaca sebagai ratu. Padahal jika merujuk pada tata bahasa jawa kuno, semestinya kata ratu ditulis dengan menggunakan "Ro", "To" dan "Wulu".&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 19px; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;"Kalau hanya ditulis dengan Ro sebanyak tujuh kali, maka artinya menjadi tujuh atau pitu sehingga terbaca ’R’ dan ’Tu’," jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 19px; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;Untuk itu, menurutnya, bahasa alay senantiasa ada setiap zaman, namun hal itu tidak perlu dikhawatirkan dapat merusak tatanan bahasa Indonesia. "Sifatnya hanya sementara, tidak akan bertahan lama," Kata dia.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 19px; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;Acara pemantauan dan sosialisasi penggunaan bahasa di ruang publik, diikuti oleh wartawan, penyiar radio, serta staf  humas sejumlah instansi pemerintahan di Gorontalo.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 19px; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;Dalam kesempatan itu, Badan Bahasa juga menyosialisasikan undang-undang RI nomor 24 tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 19px; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 19px; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;source: kompas.com&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8961297982327520213-4614334606120744267?l=kikiesaperdana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961297982327520213/posts/default/4614334606120744267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961297982327520213/posts/default/4614334606120744267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kikiesaperdana.blogspot.com/2011/11/bahasa-alay-sudah-ada-sejak-1835.html' title='Bahasa &quot;Alay&quot; Sudah Ada Sejak 1835'/><author><name>Nuwanda</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-qZwCXZrsWpY/Tc4wJykWfEI/AAAAAAAAAOg/Mb_PIYLksls/s220/2701923090_1c22d05427.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-W-y8xPe51Oo/TrprIbGEiFI/AAAAAAAAARQ/VVaXLWvJq44/s72-c/1340327p.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8961297982327520213.post-2607129553409544238</id><published>2011-10-30T07:23:00.000-07:00</published><updated>2011-10-30T09:57:16.399-07:00</updated><title type='text'>perkembangan teknologi komunikasi</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-aQvSxeSFZzc/Tq1eCULvS6I/AAAAAAAAAQ4/KXsFSgwlkr0/s1600/teknologi-pendidikan1.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 167px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-aQvSxeSFZzc/Tq1eCULvS6I/AAAAAAAAAQ4/KXsFSgwlkr0/s200/teknologi-pendidikan1.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669290899800017826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 115%; color: black; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;Kata Teknologi berasal dari asal kata latin Texere yang berarti to weave (menenun) atau to construct (membangun) (Rogers, 1986)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%; color: black; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Kata Teknologi tidak hanya terbatas kepada pengguna mesin-mesin, meskipun dalam pengertian sempit sering digunakan keterkaitan teknologi dan mesin dalam bahasa sehari-hari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Technology is a design for instrumental action that reduces the uncertainly in the course-effect relationships invalved in achieving a desired outcome.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Sebuah teknologi biasanya terdiri dari aspek Hardware (perangkat keras) dan Software(Perangkat Lunak). &lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Salah satu jenis teknologi adalah Teknologi Komunikasi. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 16px;"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman', serif; color: black; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;Teknologi Komunkasi dan Bahasa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman', serif; color: black; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Teknologi Komunikasi adalah peralatan perangkat keras; struktur-struktur organisasional dan nilai-nilai sosial yang dikoleksi, diproses dan menjadi pertukaran informasi individu-individu dengan individu-individu lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Teknologi Komunikasi diawali sejarah manusia seperti ditemukannya bahasa lisan dan bahasa tulisan dalam bentuk photographs yang ditulis pada dinding gua-gua ;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Teknologi Media (secara potensial dapat mencapai khalayak massa) berasal dari Cloy Robberts (Tulisan pada lembaran-lembaran tanah liat) dalam peradaban awal seperti bangsa Sumeria di daerah Sungai Eirpat dan Sungai Tigris serta Bangsa Mesir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman', serif; color: black; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;Menurut Alvin Toffler, tiga gelombang peradaban manusia terdiri dari era pertanian, industri dan era informasi / komunikasi (lihat Rogers 1986 ; Alisyahbana dalam Yulian, dkk (2001) :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman', serif; color: black; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;1. Gelombang pertama (800 SM-1500 M) adalah gelombang pembaruan dimana manusia menemukan dan menerapkan teknologi pertanian yaitu manusia berubah dari kebiasaan berpindah-pindah yang menetap disatu tempat. Ciri masa ini adalah penggunaan “baterai alamiah” yang dapat menyimpan energi yang dapat diperbaharui dalam otot-otot binatang, hutan, air terjun, angin atau langsung dan matahari, banyak sekali menggunakan kincir air dan kincir angin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Gelombang Peradaban Manusia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;2. Gelombang kedua (1500 M-1970 M) adalah masyarakat industri, sebagai “manusia ekonomis” yang rakus yang baru lahir dari Renaissance (pencerahan di Eropa). Adam Smith dengan bukunya The Wealth of Nations dari Charles Darwin dengan bukunya The Origin of Species mewarnai budaya renaissance.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Imprialisme dan kolonialisme di gelombang kedua ini merupakan interpretasi yang salah dari Teori Darwin, terutama ideologi Social Darwinism dan Herbert Species ; The Mights is always Rights.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Gelombang kedua ini berbudaya produk massa, pendidikan massa, komunikasi massa dan media massa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Budaya Iptek tumbuh dengan pesat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Terjadi urbanisasi dan pembangunan kota besar, penggunaan energi yang tidak dapat diperbaharui dan polusi yang menyebabkan kerusakan lingkungan hidup.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;3. Gelombang ketiga (1970-2000 M) adalah masyarakat informasi dengan ciri-ciri :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Kelangkaan bahan bakar fosil ; kembali ke energi yang dapat diperbaharui. &lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Proses produksi yang cenderung menjadi produksi massa yang terkonsentrasi. &lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Terjadinya deurbanisasi dan globalisasi karena kemajuan teknologi komunikasi dan informasi. &lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Peradaban gelombang ketiga merupakan Sintesa dari gelombang pertama (tesa) dan gelombang kedua (antitesa). &lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Dalam gelombang ketiga ini kadang disebut sebagai Knowledge Age, dengan digunakannya satelit telekomunikasi, kabel optik dalam jaringan internet, masyarakat mampu berkomunikasi online&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="line-height: 115%; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; "&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="font-family: arial; color: black; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman', serif; color: black; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan. Teknologi ini menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data, sistem jaringan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer yang lainnya sesuai dengan kebutuhan, dan teknologi telekomunikasi digunakan agar data dapat disebar dan diakses secara global.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-family: 'MS Mincho'; color: black; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman', serif; color: black; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: arial; color: black; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman', serif; color: black; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;Perkembangan Teknologi Informasi memacu suatu cara baru dalam kehidupan, dari kehidupan dimulai sampai dengan berakhir, kehidupan seperti ini dikenal dengan e-life, artinya kehidupan ini sudah dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan secara elektronik. Dan sekarang ini sedang semarak dengan berbagai huruf yang dimulai dengan awalan e&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-family: 'MS Mincho'; color: black; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman', serif; color: black; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; "&gt;seperti e-commerce, e-government, e-education, e-library, e-journal, e-medicine, e-laboratory, e-biodiversitiy, dan yang lainnya lagi yang berbasis elektronika. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman', serif; color: black; "&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;EMPAT ERA PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMPUTER&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;ERA KOMPUTERISASI&lt;br /&gt;Periode ini dimulai sekitar tahun 1960-an ketika mini computer dan mainframe diperkenalkan perusahaan seperti IBM ke dunia industri. Kemampuan menghitung yang sedemikian cepat menyebabkan banyak sekali perusahaan yang memanfaatkannya untuk keperluan pengolahan data (data processing). Pemakaian komputer di masa ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi, karena terbukti untuk pekerjaan-pekerjaan tertentu, mempergunakan komputer jauh lebih efisien (dari segi waktu dan biaya) dibandingkan dengan mempekerjakan berpuluh-puluh SDM untuk hal serupa. Pada era tersebut, belum terlihat suasana kompetisi yang sedemikian ketat. Jumlah perusahaan pun masih relatif sedikit. Kebanyakan dari perusahaan-perusahaan besar secara tidak langsung “memonopoli pasar-pasar tertentu, karena belum ada pesaing yang berarti. Hampir semua perusahaan-perusahaan besar yang bergerak di bidang infrastruktur (listrik dan telekomunikasi) dan pertambangan pada saat itu membeli perangkat komputer untuk membantu kegiatanadministrasinya sehari-hari. Keperluan organisasi yang paling banyak menyita waktu komputer pada saat itu adalah untuk administrasi back office, terutama yang berhubungan dengan akuntansi dan keuangan. Di pihak lain, kemampuan mainframe untuk melakukan perhitungan rumit juga dimanfaatkan perusahaan untuk membantu menyelesaikan problem-problem teknis operasional, seperti simulasi-simulasi perhitungan pada industri pertambangan dan manufaktur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ERA TEKNOLOGI INFORMASI&lt;br /&gt;Kemajuan teknologi digital yang dipadu dengan telekomunikasi telah membawa komputer memasuki masa-masa “revolusi”-nya. Di awal tahun 1970-an, teknologi PC atau Personal Computer mulai diperkenalkan sebagai alternatif pengganti mini computer. Dengan seperangkat komputer yang dapat ditaruh di meja kerja (desktop), seorang manajer atau teknisi dapat memperoleh data atau informasi yang telah diolah oleh komputer (dengan kecepatan yang hampir sama dengan kecepatan mini computer, bahkan mainframe). Kegunaan komputer di perusahaan tidak hanya untuk meningkatkan efisiensi, namun lebih jauh untuk mendukung terjadinya proses kerja yang lebih efektif. Tidak seperti halnya pada era komputerisasi dimana komputer hanya menjadi “milik pribadi” Divisi EDP (Electronic Data Processing) perusahaan, di era kedua ini setiap individu di organisasi dapat memanfaatkan kecanggihan komputer, seperti untuk mengolah database, spreadsheet, maupun data processing (end-user computing). Pemakaian komputer dikalangan perusahaan semakin marak, terutama didukung dengan alam kompetisi yang telah berubah dari monompoli menjadi pasar bebas. Secara tidak langsung, perusahaan yang telah memanfaatkan teknologi komputer sangat efisien dan efektif dibandingkan perusahaan yang sebagian prosesnya masih dikelola secara manual. Pada era inilah komputer memasuki babak barunya, yaitu sebagai suatu fasilitas yang dapat memberikan keuntungan kompetitif bagi perusahaan, terutama yang bergerak di bidang pelayanan atau jasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori-teori manajemen organisasi modern secara intensif mulai diperkenalkan di awal tahun 1980-an. Salah satu teori yang paling banyak dipelajari dan diterapkan adalah mengenai manajemen perubahan (change management). Hampir di semua kerangka teori manajemen perubahan ditekankan pentingnya teknologi informasi sebagai salah satu komponen utama yang harus diperhatikan oleh perusahaan yang ingin menang dalam persaingan bisnis. Tidak seperti pada kedua era sebelumnya yang lebih menekankan pada unsur teknologi, pada era manajemen perubahan ini yang lebih ditekankan adalah sistem informasi, dimana komputer dan teknologi informasi merupakan komponen dari sistem tersebut. Kunci dari keberhasilan perusahaan di era tahun 1980-an ini adalah penciptaan dan penguasaan informasi secara cepat dan akurat. Informasi di dalam perusahaan dianalogikan sebagai darah dalam peredaran darah manusia yang harus selalu mengalir dengan teratur, cepat, terus-menerus, ke tempat-tempat yang membutuhkannya(strategis). Ditekankan oleh beberapa ahli manajemen, bahwa perusahaan yang menguasai informasilah yang memiliki keunggulan kompetitif di dalam lingkungan makro “regulated free market”. Di dalam periode ini, perubahan secara filosofis dari perusahaan tradisional ke perusahaan modern terletak pada bagaimana manajemen melihat kunci kinerja perusahaan. Organisasi tradisional melihat struktur perusahaan sebagai kunci utama pengukuran kinerja, sehingga semuanya diukur secara hirarkis berdasarkan divisi-divisi atau departemen. Dalam teori organisasi modern, dimana persaingan bebas telah menyebabkan customers harus pandai-pandai memilih produk yang beragam di pasaran, proses penciptaan produk atau pelayanan (pemberian jasa) kepada pelanggan merupakan kunci utama kinerja perusahaan. Keadaan ini sering diasosiasikan dengan istilah-istilah manajemen seperti “market driven” atau “customer base company” yang pada intinya sama, yaitu kinerja perusahaan akan dinilai dari kepuasan para pelanggannya.Sangat jelas dalam format kompetisi yang baru ini, peranan komputer dan teknologi informasi, yang digabungkan dengan komponen lain seperti proses, prosedur, struktur organisasi, SDM, budaya perusahaan, manajemen, dan komponen terkait lainnya, dalam membentuk sistem informasi yang baik, merupakan salah satu kunci keberhasilan perusahaan secara strategis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak dapat disangkal lagi bahwa kepuasan pelanggan terletak pada kualitas pelayanan. Pada dasarnya, seorang pelanggan dalam memilih produk atau jasa yang dibutuhkannya, akan mencari perusahaan yang menjual produk atau jasa tersebut: cheaper (lebih murah), better (lebih baik), dan faster (lebih cepat). Di sinilah peranan sistem informasi sebagai komponen utama dalam memberikan keunggulan kompetitif perusahaan. Oleh karena itu, kunci dari kinerja perusahaan adalah pada proses yang terjadi baik di dalam perusahaan (back office) maupun yang langsung bersinggungan dengan pelanggan (front office). Dengan memfokuskan diri pada penciptaan proses (business process) yang efisien, efektif, dan terkontrol dengan baiklah sebuah perusahaan akan memiliki kinerja yang handal. Tidak heran bahwa di era tahun 1980-an sampai dengan awal tahun 1990-an terlihat banyak sekali perusahaan yang melakukan BPR (Business Process Reengineering), re-strukturisasi, implementasi ISO-9000, implementasi TQM, instalasidan pemakaian sistem informasi korporat (SAP, Oracle, BAAN), dan lain sebagainya. Utilisasi teknologi informasi terlihat sangat mendominasi dalam setiap program manajemen perubahan yang dilakukan perusahaan-perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ERA GLOBALISASI INFORMASI&lt;br /&gt;Belum banyak buku yang secara eksplisit memasukkan era terakhir ini ke dalam sejarah evolusi teknologi informasi. Fenomena yang terlihat adalah bahwa sejak pertengahan tahun 1980-an, perkembangan di bidang teknologi informasi (komputer dan telekomunikasi) sedemikian pesatnya, sehingga kalau digambarkan secara grafis, kemajuan yang terjadi terlihat secara eksponensial. Ketika sebuah seminar internasional mengenai internet diselenggarakan di San Fransisco pada tahun 1996, para praktisi teknologi informasi yang dahulu bekerja sama dalam penelitian untuk memperkenalkan internet ke dunia industri pun secara jujur mengaku bahwa mereka tidak pernah menduga perkembangan internet akan menjadi seperti ini. Ibaratnya mereka melihat bahwa yang ditanam adalah benih pohon ajaib, yang tiba-tiba membelah diri menjadi pohon raksasa yang tinggi menjulang. Sulit untuk ditemukan teori yang dapat menjelaskan semua fenomena yang terjadi sejak awal tahun 1990-an ini, namun fakta yang terjadi dapatdisimpulkan sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang dapat menahan lajunya perkembangan teknologi informasi. Keberadaannya telah menghilangkan garis-garis batas antar negara dalam hal flow of information. Tidak ada negara yang mampu untuk mencegah mengalirnya informasi dari atau ke luar negara lain, karena batasan antara negara tidak dikenal dalam virtual world of computer. Penerapan teknologi seperti LAN, WAN, GlobalNet, Intranet, Internet, Ekstranet, semakin hari semakin merata dan membudaya di masyarakat. Terbukti sangat sulit untuk menentukan perangkat hukum yang sesuai dan terbukti efektif untuk menangkal segala hal yang berhubungan dengan penciptaan dan aliran informasi. Perusahaan-perusahaan pun sudah tidak terikat pada batasan fisik lagi. Melalui virtual world of computer, seseorang dapat mencari pelanggan di seluruh lapisan masyarakat dunia yang terhubung dengan jaringan internet. Sulit untuk dihitung besarnya uang atau investasi yang mengalir bebas melalui jaringan internet. Transaksi-transaksi perdagangan dapatdengan mudah dilakukan di cyberspace melalui electronic transaction dengan mempergunakan electronic money. Tidak jarang perusahaan yang akhirnya harus mendefinisikan kembali visi dan misi bisnisnya, terutama yang bergelut di bidang pemberian jasa. Kemudahan-kemudahan yang ditawarkan perangkat canggih teknologi informasi telah merubah mindset manajemen perusahaan sehingga tidak jarang terjadi perusahaan yang banting stir menggeluti bidang lain. Bagi negara dunia ketiga atau yang sedang berkembang, dilema mengenai pemanfaatan teknologi informasi amat terasa. Di suatu sisi banyak perusahaan yang belum siap karena struktur budaya atau SDM-nya, sementara di pihak lain investasi besar harus dikeluarkan untuk membeli perangkat teknologi informasi. Tidak memiliki teknologi informasi, berarti tidak dapat bersaing dengan perusahaan multi nasional lainnya, alias harus gulung tikar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal terakhir yang paling memusingkan kepala manajemen adalah kenyataan bahwa lingkungan bisnis yang ada pada saat ini sedemikian seringnya berubah dan dinamis. Perubahan yang terjadi tidak hanya sebagai dampak kompetisi yang sedemikian ketat, namun karena adanya faktor-faktor external lain seperti politik (demokrasi), ekonomi (krisis), sosial budaya (reformasi), yang secara tidak langsung menghasilkan kebijakan-kebijakan dan peraturan-peraturan baru yang harus ditaati perusahaan. Secara operasional, tentu saja fenomena ini sangat menyulitkan para praktisi teknologi informasi dalam menyusun sistemnya. Tidak jarang di tengah-tengah konstruksi sistem informasi, terjadi perubahan kebutuhan sehingga harus diadakan analisa ulang terhadap sistem yang akan dibangun. Dengan mencermati keadaan ini, jelas terlihat kebutuhan baru akan teknologi informasi yang cocok untuk perusahaan, yaitu teknologi yang mampu adaptif terhadap perubahan. Para praktisi negara maju menjawab tantangan ini denganmenghasilkan produk-produk aplikasi yang berbasis objek, seperti OOP (Object Oriented Programming), OODBMS (Object Oriented Database Management System), Object Technology, Distributed Object, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERUBAHAN POLA PIKIR SEBAGAI SYARAT&lt;br /&gt;Dari keempat era di atas, terlihat bagaimana alam kompetisi dan kemajuan teknologi informasi sejak dipergunakannya komputer dalam industri hingga saat ini terkait erat satu dan lainnya. Memasuki abad informasi berarti memasuki dunia dengan teknologi baru, teknologi informasi. Mempergunakan teknologi informasi seoptimum mungkin berarti harus merubah mindset. Merubah mindset merupakan hal yang teramat sulit untuk dilakukan, karena pada dasarnya “people do not like to change”. Kalau pada saat ini dunia maju dan negara-negara tetangga Indonesia sudah memiliki komitmen khusus untuk mengambil bagian dalam penciptaan komponen-komponen sistem informasi, bagaimana dengan Indonesia? Masih ingin menjadi negara konsumen? Atau sudah mampu menjadi negara produsen? Paling tidak, hal yang harus ada terlebih dahulu di setiap manusia Indonesia adalah kemauan untuk berubah. Tanpa “willingness to change”, sangat mustahillah bangsa Indonesia dapat memanfaatkan teknologi informasi untuk membangun kembalibangsa yang hancur ditelan krisis saat ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8961297982327520213-2607129553409544238?l=kikiesaperdana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961297982327520213/posts/default/2607129553409544238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961297982327520213/posts/default/2607129553409544238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kikiesaperdana.blogspot.com/2011/10/kata-teknologi-berasal-dari-asal-kata.html' title='perkembangan teknologi komunikasi'/><author><name>Nuwanda</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-qZwCXZrsWpY/Tc4wJykWfEI/AAAAAAAAAOg/Mb_PIYLksls/s220/2701923090_1c22d05427.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-aQvSxeSFZzc/Tq1eCULvS6I/AAAAAAAAAQ4/KXsFSgwlkr0/s72-c/teknologi-pendidikan1.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8961297982327520213.post-5545095980035084815</id><published>2011-10-30T07:06:00.000-07:00</published><updated>2011-10-30T07:20:19.717-07:00</updated><title type='text'>psikologi komunikasi</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-ynmFHQ3uHy8/Tq1aMcPJHdI/AAAAAAAAAQs/kZA_jL8TPzU/s1600/sigmund.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="text-align: justify;float: left; margin-top: 0px; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; cursor: pointer; width: 136px; height: 200px; " src="http://2.bp.blogspot.com/-ynmFHQ3uHy8/Tq1aMcPJHdI/AAAAAAAAAQs/kZA_jL8TPzU/s200/sigmund.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669286675713957330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;line-height: 13.5pt; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: black; "&gt;Psikologi adalah gagasan mengenai suatu yang menyangkut tentang tingkah laku manusia dan lingkungan sekitarnya melalui pengalaman-pengalaman yang dilalui. &lt;/span&gt;Secara etimologi, psikologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu dari kata &lt;i&gt;psyche &lt;/i&gt;yang berarti “jiwa” dan &lt;i&gt;logos&lt;/i&gt; yang berarti “ilmu”. Jadi secara harfiah psikologi berarti ilmu jiwa atau ilmu yang mempelajari gejala-gejala kejiwaan. Dalam perkembangan selanjutnya, ilmu psikologi karena kontak dengan berbagai disiplin ilmu, maka lahirlah berbagai macam definisi psikologi, seperti berikut :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 44.25pt; line-height: 13.5pt; "&gt;&lt;span style="color: black; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;1. Psikologi adalah ilmu mengenai kehidupan mental (the science of mental life).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 44.25pt; line-height: 13.5pt; "&gt;&lt;span style="color: black; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;2. Psikologi adalah ilmu mengenai pikiran (the science of mind).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;margin-left: 44.25pt; line-height: 13.5pt; "&gt;&lt;span style="color: black; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;3. Psikologi adalah ilmu mengenai tingkah laku (the science of behavior).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 115%; color: black; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;Komunikasi sangat esensial untuk pertumbuhan kepribadian manusia. Kurangnya komunikasi akan menghambat perkembangan kepribadian. Komunikasi amat erat kaitannya dengan perilaku dan pengalaman kesadaran manusia. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;Psikologi juga tertarik pada komunikasi diantara individu : bagaimana pesan dari seorang individu menjadi stimulus yang menimbulkan respon pada individu lainnya. Komunikasi boleh ditujukan untuk memberikan informasi, menghibur, atau memengaruhi. Persuasif sendiri dapat didefinisikan sebagai proses mempengaruhi dan mengendalikan perilaku orang lain melalui pendekatan psikologis. &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 15px; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;Psikologi mencoba menganalisa seluruh komponen yang terlibat dalam proses komunikasi. Pada diri komunikasi, psikologi memberikan karakteristik manusia komunikan serta faktor-faktor internal maupun eksternal yang memengaruhi perilaku komunikasinya. Pada komunikator, psikologi melacak sifat-sifatnya dan bertanya : Apa yang menyebabkan satu sumber komunikasi berhasil dalam memengaruhi orang lain, sementara sumber komunikasi yang lain tidak?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 16px; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Tanda-tanda komunikasi efektif menimbulkan lima hal :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 115%; color: black; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 16px; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;1. Pengertian : Penerimaan yang cermat dari isi stimuli seperti yang dimaksudkan oleh komunikator&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 115%; color: black; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 16px; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;2. Kesenangan : Komunikasi fatis (phatic communication), dimaksudkan menimbulkan kesenangan. Komunikasi inilah yang menjadikan hubungan kita hangat, akrab, dan menyenangkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 115%; color: black; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 16px; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;3. Mempengaruhi sikap : Komunikasi persuasif memerlukan pemahaman tentang faktor-faktor pada diri komunikator, dan pesan menimbulkan efek pada komunikate. Persuasi didefiniksikan sebagai ”proses mempengaruhi pendapat, sikap, dan tindakan dengan menggunakan manipulasi psikologis sehingga orang tersebut bertindak seperti atas kehendaknya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 115%; color: black; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 16px; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;4. Hubungan sosial yang baik : manusia adalah makhluk sosial yang tidak tahan hidup sendiri. Kita ingin berhubungan dengan orang lain secara positif. Abraham Maslow menyebutnya dengan ”kebutuhan akan cinta” atau ”belongingness”. William Schutz merinci kebuthan dalam tiga hal : kebutuhan untuk menumbuhkan dan mempertahankan hubungan yang memuaskan dengar orang lain dalam hal interaksi dan asosiasi (inclusion), pengendalian dan kekuasaan (control), cinta serta rasa kasih sayang (affection).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 115%; color: black; text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 115%; color: black; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; "&gt;&lt;span style="line-height: 115%; color: black; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;span class="apple-style-span"&gt;5. Tindakan : Persuasi juga ditujukan untuk melahirkan tindakan yang dihendaki. Menimbukan tindakan nyata memang indikator efektivitas yang paling penting. Karena untuk menimbulkan tidakan, kita harus berhasil lebih dulu menanamkan pengertian, membentuk dan menguhan sikap, atau menumbukan hubungan yang baik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="line-height: 115%; "&gt;&lt;span style="line-height: 115%; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; "&gt;&lt;span style="line-height: 115%; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; "&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 4.8pt; margin-right: 0in; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0in; line-height: 18pt; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;b style="color: black; "&gt;&lt;span style="color: black; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;Psikologi sosial&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="apple-converted-space" style="color: black; "&gt;&lt;span style="color: black; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; "&gt;adalah suatu studi tentang hubungan antara manusia dan kelompok. Para ahli dalam bidang interdisipliner&lt;span class="apple-converted-space" style="color: black; "&gt; &lt;/span&gt;ini pada umumnya adalah para ahli psikologi&lt;span class="apple-converted-space" style="color: black; "&gt; &lt;/span&gt;atau sosiologi, walaupun semua ahli psikologi sosial menggunakan baik individu&lt;span class="apple-converted-space" style="color: black; "&gt; &lt;/span&gt;maupun kelompok&lt;span class="apple-converted-space" style="color: black; "&gt; &lt;/span&gt;sebagai unit analisis&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space" style="color: black; "&gt;&lt;span style="color: black; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; "&gt;mereka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 16px; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-family: Calibri, sans-serif; "&gt;&lt;a href="http://ilmu-psikologi.blogspot.com/2009/05/psikologi-sosial.html"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-family: Verdana, sans-serif; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;Psikologi sosial&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-family: Verdana, sans-serif; color: rgb(51, 51, 51); background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-family: Verdana, sans-serif; color: rgb(51, 51, 51); background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;merupakan perkembangan ilmu pengetahuan yang baru dan merupakan cabang dari ilmu pengetahuan psikologi pada umumnya. Ilmu tersebut menguraikan tentang kegiatan-kegiatan manusia dalam hubungannya dengan situasi-situasi sosial. Dari berbagai pendapat tokoh-tokoh tentang pengertian&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-family: Verdana, sans-serif; color: rgb(51, 51, 51); background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-family: Verdana, sans-serif; color: rgb(51, 51, 51); background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;&lt;a href="http://ilmu-psikologi.blogspot.com/2009/05/psikologi-sosial.html"&gt;&lt;span style="color:#990000"&gt;psikologi sosial&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="color:#990000"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;dapat disimpulkan bahwa psikologi sosial adalah suatu studi ilmiah tentang pengalaman dan tingkah laku individu-individu dalam hubungannya dengan situasi sosial.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="line-height: 115%; "&gt;&lt;span style="line-height: 115%; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; "&gt;&lt;span style="line-height: 115%; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; "&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: black; margin-top: 4.8pt; margin-right: 0in; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0in; line-height: 18pt; "&gt;&lt;span style="color: black; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Psikologi sosial sempat dianggap tidak memiliki peranan penting, tapi kini hal itu mulai berubah. Dalam psikologi modern, psikologi sosial mendapat posisi yang penting. psikologi sosial telah memberikan pencerahan bagaimana pikiran manusia berfungsi dan memperkaya jiwa dari masyarakat kita. Melalui berbagai penelitian laboratorium dan lapangan yang dilakukan secara sistematis, para psikolog sosial telah menunjukkan bahwa untuk dapat memahami perilaku manusia, kita harus mengenali bagaimana peranan situasi, permasalahan, dan budaya. &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; "&gt; &lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Verdana, sans-serif; line-height: 115%; "&gt;Sedangkan latar belakang timbulnya psikologi sosial, banyak beberapa tokoh berpendapat, semisal, Gabriel Tarde mengatakan, pokok-pokok teori psikologi sosial berpangkal pada proses imitasi sebagai dasar dari pada interaksi sosial antar manusia. Bedah lagi dengan Gustave Le Bon, bahwa pada manusia terdapat dua macam jiwa yaitu jiwa individu dan jiwa massa yang masing-masing berlaianan sifatnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Verdana, sans-serif; line-height: 115%; "&gt;Jiwa massa lebih bersifat primitif (buas, irasional, dan penuh sentimen) dari pada sifat-sifat jiwa individu. Berlaianan dengan Le Bon, Sigmund Freud berpendapat bahwa jiwa massa itu sebenarnya sudah terdapat dan tercakup oleh jiwa individu, hanya saja sering tidak disadari oleh manusia itu sendiri karena memang dalam keadaan terpendam. Dan masih banyak lagi tokoh-tokoh yang berpendapat dalam buku yang mempunyai pengaruh terhadap perkembangan psikologi sosial.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Verdana, sans-serif; line-height: 115%; "&gt;Pada tahun 1950 dan 1960&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space" style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Verdana, sans-serif; line-height: 115%; "&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost" style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Verdana, sans-serif; line-height: 115%; "&gt;&lt;a href="http://ilmu-psikologi.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="color:#990000"&gt;psikologi&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="color:#990000"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;sosial tumbuh secara aktif dan program gelar dalam psikologi dimulai disebagaian besar universitas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Verdana, sans-serif; line-height: 115%; "&gt;Dasar mempelajari psikologi sosial berdasarkan potensi –potensi manusia, dimana potensi ini mengalami proses perkembangan setelah individu itu hidup dalam lingkungan masyarakat. Potensi-potensi tersebut antara lain:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Verdana, sans-serif; line-height: 115%; "&gt;1. kemampuan menggunakan bahasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Verdana, sans-serif; line-height: 115%; "&gt;2. adanya sikap etik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Verdana, sans-serif; line-height: 115%; "&gt;3. hidup dalam 3 dimensi (dulu, sekarang, akan datang )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;&lt;span style="background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:4.8pt;margin-right:0in;margin-bottom:6.0pt; margin-left:0in;line-height:18.0pt"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; color: black; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;Pendekatan perilaku, pada dasarnya tingkah laku adalah respon&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; color: black; "&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; color: black; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;atas stimulus&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; color: black; "&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; color: black; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;yang datang. Secara sederhana dapat digambarkan dalam model S - R atau suatu kaitan Stimulus - Respon. Ini berarti tingkah laku itu seperti reflek tanpa kerja mental sama sekali.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;&lt;span style="background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.05in;line-height:14.25pt;mso-outline-level: 3"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; color: black; "&gt;Pendekatan kognitif&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;&lt;span style="background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:4.8pt;margin-right:0in;margin-bottom:6.0pt; margin-left:0in;line-height:18.0pt"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; color: black; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;Pendekatan kognitif&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; color: black; "&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; color: black; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;menekankan bahwa tingkah laku adalah proses mental, dimana individu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; color: black; "&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; color: black; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;(organisme) aktif dalam menangkap, menilai, membandingkan, dan menanggapi stimulus sebelum melakukan reaksi. Individu menerima stimulus lalu melakukan proses mental sebelum memberikan reaksi atas stimulus yang datang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;&lt;span style="background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.05in;line-height:14.25pt;mso-outline-level: 3"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; color: black; "&gt;Pendekatan psikoanalisa&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:4.8pt;margin-right:0in;margin-bottom:6.0pt; margin-left:0in;line-height:18.0pt"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; color: black; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;Pendekatan psikoanalisa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; color: black; "&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; color: black; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;dikembangkan oleh sigmund frued&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; color: black; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;. Ia meyakini bahwa kehidupan individu sebagian besar dikuasai oleh alam bawah sadar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; color: black; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;. Sehingga tingkah laku banyak didasari oleh hal-hal yang tidak disadari, seperti keinginan, impuls, atau dorongan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; color: black; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;. Keinginan atau dorongan yang ditekan akan tetap hidup dalam alam bawah sadar dan sewaktu-waktu akan menuntut untuk dipuaskan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.05in;line-height:14.25pt;mso-outline-level: 3"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; color: black; "&gt;Pendekatan fenomenologi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; color: black; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:4.8pt;margin-right:0in;margin-bottom:6.0pt; margin-left:0in;line-height:18.0pt"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; color: black; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;Pendekatan fenomenologi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; color: black; "&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; color: black; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;ini lebih memperhatikan pada pengalaman subjektif&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; color: black; "&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; color: black; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;individu karena itu tingkah laku sangat dipengaruhi oleh pandangan individu terhadap diri dan dunianya, konsep tentang dirinya, harga dirinya dan segala hal yang menyangkut kesadaran&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; color: black; "&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; color: black; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;atau aktualisasi dirinya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; color: black; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;. Ini berarti melihat tingkah laku seseorang selalu dikaitkan dengan fenomena tentang dirinya.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:4.8pt;margin-right:0in;margin-bottom:6.0pt; margin-left:0in;line-height:18.0pt"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; color: black; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8961297982327520213-5545095980035084815?l=kikiesaperdana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961297982327520213/posts/default/5545095980035084815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961297982327520213/posts/default/5545095980035084815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kikiesaperdana.blogspot.com/2011/10/psikologi-adalah-gagasan-mengenai-suatu.html' title='psikologi komunikasi'/><author><name>Nuwanda</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-qZwCXZrsWpY/Tc4wJykWfEI/AAAAAAAAAOg/Mb_PIYLksls/s220/2701923090_1c22d05427.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-ynmFHQ3uHy8/Tq1aMcPJHdI/AAAAAAAAAQs/kZA_jL8TPzU/s72-c/sigmund.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8961297982327520213.post-1796234430376038504</id><published>2011-09-18T04:14:00.001-07:00</published><updated>2011-11-09T04:02:47.060-08:00</updated><title type='text'>Diky Chandra: Jangan Sampai Saya Hilang Rasa</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-y3bHnQoOUCU/Trpr1qG1FEI/AAAAAAAAARc/s3oK3bdq2Yg/s1600/Dicky-Chandra.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 236px; height: 301px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-y3bHnQoOUCU/Trpr1qG1FEI/AAAAAAAAARc/s3oK3bdq2Yg/s320/Dicky-Chandra.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5672965250206733378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 21px; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;strong style="font-weight: 800; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;strong style="font-weight: 800; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;interview di tempo interaktif &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;strong style="font-weight: 800; "&gt;Kapan tepatnya Anda terpikir mundur?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Saya enggak mau memperkeruh suasana, (niat) memundurkan diri ini sudah lama. Saya malu &lt;em style="font-style: italic; "&gt;ngomong-&lt;/em&gt;nya. Sebenarnya, dari waktu pilkada (pemilihan kepala daerah), saya sudah menyerah. Cuma kan harus bayar Rp 20 miliar (jika membatalkan pencalonan), kalau tidak salah.&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: 800; "&gt;Jika di awal saja sudah merasa menyerah, kenapa dilanjutkan?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Prinsipnya, saya ini bukan orang yang pintar karena (pendidikan) saya cuma sampai SMA. Saya ini pengidola Bapak Bupati Aceng H.M. Fikri. Beliau itu cerdas, pintar, dari sisi agama luar biasa. Dari sisi visi yang pernah dia ceritakan, saya kagumlah. Cuma, belakangan saya memandang Pak Bupati terlalu sibuk. Pak Bupati kelihatan &lt;em style="font-style: italic; "&gt;overload&lt;/em&gt; dengan permasalahan. Justru ibu saya menenangkan bahwa Kang Aceng akan kembali. Karena Kang Aceng itu orangnya baik, dia sulit memilah mana teman yang menguntungkan dan mana yang mencari keuntungan. Akhirnya, saya jalankan sampai bertahun-tahun. Anggaplah saya istri, harus mengalah. Sekuat tenaga saya pertahankan. Makanya saya cerewet (mengingatkan Bupati). Pada akhirnya ini mengganggu konsentrasi beliau.&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: 800; "&gt;Bagaimana Bupati merespons kecerewetan Anda itu?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya tidak ada kewajiban Bupati harus mendengarkan, tidak ada di dalam undang-undang. (Tapi) tugas wakil Bupati memberikan masukan dan saran, itu ada. Sebetulnya saya santai, sih. Tapi kan saya sayang sama Garut, saya sayang sama mahkotanya: Pak Bupati.&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: 800; "&gt;Kenapa Anda tidak bertahan sampai selesai?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya, kalau saya mau santai, diam saja, &lt;em style="font-style: italic; "&gt;biarin&lt;/em&gt; saja, yang tanggung jawab kan Bupati. Wakil bupati enak, tunggu saja, &lt;em style="font-style: italic; "&gt;yes man&lt;/em&gt; saja. Cuma, itu bukan saya, karena saya juga punya jiwa, punya keinginan untuk membangun. Ingin mencoba mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah akan akal yang diberikan, akan harapan untuk perbaikan, untuk memberi masukan.&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: 800; "&gt;Apalagi karena Anda dipilih langsung oleh rakyat dalam satu paket, ya?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kami berangkat dari kesederhanaan. Kemenangan kami itu dirayakan dengan ramai. Aduh malu, pakai acara mancing &lt;em style="font-style: italic; "&gt;rame-rame&lt;/em&gt; di Situ Bagendit. Kemenangan itu baru kemenangan yang patut kita syukuri dengan cara sewajarnya. Karena itu baru titik awal perjuangan. Perjuangan sebenarnya, ya, mengemban amanah sampai 2014. Kalau pilkada &lt;em style="font-style: italic; "&gt;mah&lt;/em&gt; bukan &lt;em style="font-style: italic; "&gt;juara-juaraan&lt;/em&gt;, itu soal amanah. Persepsi ini saja sudah berbeda. Tetapi oke, untuk tanggung jawab, saya jalankan. Sebetulnya spirit saya untuk meneruskan ini besar. Cuma bahayanya, kalau saya teruskan dengan kondisi seperti sekarang, sangat berat.&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: 800; "&gt;Jadi, memang ada perbedaan cara antara Anda dan Bupati?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Di masalah aturan mainnya. Begini analoginya, tujuan saya dan Pak Bupati sama, cuma jalannya berbeda. Kalau konsep ini terus dipertahankan, susah karena yang akan menggerakkan itu semua adalah Sekretaris Daerah. Enggak mungkin kalau sopir berduaan.&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: 800; "&gt;Waktu melakukan ijab kabul pencalonan, ada kontrak politik tertulis?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Enggak ada. Saya memang begitu. Saya kan (menangani) manajemen artis, seperti Sule, Oni, dan artis lainnya, tanya pada mereka ada kontraknya enggak. Gaya saya manajemen &lt;em style="font-style: italic; "&gt;qolbu&lt;/em&gt;. Kita percayalah, walaupun saya ditegur Mas Helmy Yahya, “Lu enggak bakalan kaya-kaya kalau begitu.” Biarlah, tapi saya berbicara hati. Insya Allah, kalau hari ini tidak bisa dipetik, besok lusa akan ada sesuatu yang akan kita petik.&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: 800; "&gt;Apa yang membuat Anda tertarik menjadi Wakil Bupati Garut?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak berangkat karena ingin menjadi seorang pejabat. Saya menolak Bogor, saya menolak Ciamis, Garut pun saya tiga kali tolak via telepon. Saya tanya konsepnya, tapi jangan yang berat-berat, saya tidak paham soal politik, pemerintahan. Diceritakanlah bahwa Pak Bupati mantan ketua salah satu partai politik di Garut sehingga paham politik dan pemerintahan. “Kang Diky, kalau nanti jadi, cukup diam saja mempelajari beberapa hal, nanti biar saya.” Kedua, Pak Bupati juga seorang LSM yang peduli, kalau enggak salah dia keras memperjuangkan limbah di daerah Copong. Wah, ini pemimpin punya keberanian. Ketiga, Kang Aceng ini bukan orang kaya raya, memang sederhana dan santun. Agamanya kuat karena memang seorang &lt;em style="font-style: italic; "&gt;ajeungan&lt;/em&gt;(ustad) sehingga saya pikir kasih sayang kepada rakyat akan jauh lebih baik. Itu pandangan saya. Keempat, Kang Aceng pernah cerita bahwa kami ingin memberikan pembelajaran politik karena politik sering dijadikan sarana untuk memperkaya diri. Kelima, kami menggunakan kereta independen. Karena pandangan itu, saya tertarik.&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: 800; "&gt;Apa yang menjadi syarat Anda bisa menerima lamaran itu?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;“Satu hal yang saya tidak mau: Kang (Aceng), kita jangan pernah membusukkan seseorang atau kelompok, lembaga, ataupun yang lainnya. Kita &lt;em style="font-style: italic; "&gt;fight, fight&lt;/em&gt;, beribadah, begitu selamanya”. Oke, jam 12 teng, &lt;em style="font-style: italic; "&gt;bismillah&lt;/em&gt;kami jalan.&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: 800; "&gt;Ketegangan muncul karena perbedaan gaya kepemimpinan atau karena masuknya Bupati ke Golkar?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Enggak kok, jauh sebelum Bupati masuk ke partai, sudah terjadi. Walaupun tidak bisa dimungkiri, wajarlah saya manusia merasa kecewa karena tidak diberi tahu sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: 800; "&gt;Anda merasa dikhianati?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ya, saya ceritakan (kepada para pendukung) bahwa saya kecewa. Tapi apakah dengan kekecewaan itu maka kita harus berpikir untuk mendemo Bupati atau segala macam. Lebih baik tidak.&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: 800; "&gt;Apakah masyarakat juga merasa dikhianati?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu mereka merasa dikhianati. Makanya saya coba datang dengan Bupati menenangkan.&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: 800; "&gt;Kata Bupati, Anda mundur bukan karena ada persoalan dengannya, tapi karena Anda tak mampu bersinergi dengan jajaran Muspida lain?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Saya sangat kecewa mendengar itu. Karena tanggal 5 (September) saya memberikan itu (surat pengunduran diri) ke Pak Bupati. Saya mengabarkan ke Pak Bupati sebelum upacara di ruangan. Saya berikan melalui sekpri (sekretaris pribadi) saya ke sekpri Pak Bupati dan ajudan dewan. Setelah itu, Pak Bupati datang ke sini (rumah dinas), katanya diminta Pak Sekda. Saya bilang, "Akang banyak benernya, saya ada benernya sedikit. Akang ada salahnya, saya banyak. Sebetulnya cocok, sejalan tapi tidak jodoh. Kita sudah melalui proses berapa kali. Sekarang begini, saya akan konsisten membantu Akang dan Garut walaupun di luar kekuasaan." "Ah," kata Bupati. "Enggak mau, pokoknya kita mulai lagi dari nol. Saya bilang, "Akang ngomong berapa kali kaya begini. Sudahlah ikhlaskan, saya tidak punya niat buruk ataupun politis. Secara citra saya jelek, secara politik saya habis, apa sih yang bisa saya dapatkan. Secara finansial pun saya punya apa?"&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: 800; "&gt;Setelah itu?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Saya diminta menjelaskan di DPRD. Ada pertanyaan dari Ketua DPRD Bapak Badjuri, “Ini berarti tidak cocok dengan pimpinan Muspida yang lainnya?” Ya, tapi konteksnya saya tidak sanggup mengimbangi pola kepemimpinan yang ada. Jadi, itu bahasa halus. Kalau dijabarkan: Saya tidak sanggup bersinergi dengan Ketua DPRD, dengan Muspida, dengan wartawan, dengan masyarakat. Contohnya, tiba-tiba bikin lapangan terbang, tiba-tiba bikin apa yang tidak dikoordinasikan dengan saya. Nah, ketika DPRD menanyakan, saya bingung. Jadi, saya takut ketemu orang tuh karena ada beberapa kebijakan yang saya tidak tahu. Akhirnya, kalau saya &lt;em style="font-style: italic; "&gt;ngomong&lt;/em&gt; salah, kalau tidak &lt;em style="font-style: italic; "&gt;ngomong&lt;/em&gt; aduh &lt;em style="font-style: italic; "&gt;gimana&lt;/em&gt;. Kalau saya dibilang tidak bersinergi, bohong sekali. Ketua Dewan duduk &lt;em style="font-style: italic; "&gt;bareng&lt;/em&gt; dengan saya, Pak Dandim dengan saya sama-sama warga kehormatan kampung adat Dukuh. Dengan Pak Kapolres pun saya masih sama-sama hobi &lt;em style="font-style: italic; "&gt;off-road&lt;/em&gt;. Terus kita juga sama-sama pencinta domba. Istri kami pun tergabung dalam penggiat sosial. Bahkan mereka nyanyi &lt;em style="font-style: italic; "&gt;bareng&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: 800; "&gt;Terpikirkah bahwa mundurnya Anda ini bisa menjadi preseden buruk bagi para calon kepala daerah dari jalur independen lain?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Percaya, selama Allah itu ada, selama itu niatnya baik, segala sesuatu tidak ada yang tidak mungkin. Jangan sampai karena ada hal-hal tertentu, kita mengklaim. Enggak bisa jadi patokan. Sebetulnya pembelajaran politik independen yang paling bagus itu di Garut. Yang membuat saya mundur itu karena ada efek buruk. Efek buruk yang sudah terjadi bukan terprediksi. Kebimbangan di bawah, malu kalau saya harus didamaikan oleh LSM sampai di muka umum.&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: 800; "&gt;Berapa lama efek buruk itu terjadi?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Cukup lama. Bayangkan, yang bikin saya takut itu masyarakat di sekeliling saya tuh jadi rusak. Datang ke saya &lt;em style="font-style: italic; "&gt;jelekin&lt;/em&gt; Bupati, datang ke Bupati &lt;em style="font-style: italic; "&gt;jelekin&lt;/em&gt;saya. Kalau ini bertahan terus, saya takut memberikan ruang orang semakin banyak dosanya dengan mengadu domba.&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: 800; "&gt;Sebelum memutuskan mundur, Anda berkonsultasi kepada siapa?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Enggak ada. Waktu saya ke Kementerian, saya naik taksi sendiri. Saya ingin membuktikan bahwa tidak ada aktor intelektual di belakang saya. Ini keinginan sendiri, kesadaran sendiri, bukan karena ada pakar hukum atau yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: 800; "&gt;Butuh berapa lama Anda bertahajud memutuskan mundur?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ya, selama puasa kemarin, saya salat tahajud terus.&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: 800; "&gt;Menyesalkah Anda ketika meninggalkan dunia artis dan sekarang akan kembali menjadi artis?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, saya sudah lama meninggalkan dunia artis. Saya sudah malas.&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: 800; "&gt;Masih suka makan di pinggir jalan sehingga merepotkan protokoler?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Iya, awalnya ajudan-ajudan itu kaku. Cuma, insya Allah niat saya bukan melawan aturan, tapi kalau saya salah, ya, mohon maaf. Kadang-kadang saya enggak pakai ajudan, enggak pakai sopir. Saya naik delman sendiri, naik angkot sendiri. Cukur rambut di depan RSUD sendiri. Tukang cukurnya bilang, “Kayaknya kenal, nih.” Saya jawab, “Enggak, kali.” Sebenarnya saya cuma ingin agar jangan saya sampai hilang rasa. Akan lebih indah kalau kita jadi orang yang pintar merasa. Bukan &lt;em style="font-style: italic; "&gt;kebalik&lt;/em&gt;, merasa pintar.&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8961297982327520213-1796234430376038504?l=kikiesaperdana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961297982327520213/posts/default/1796234430376038504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961297982327520213/posts/default/1796234430376038504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kikiesaperdana.blogspot.com/2011/09/kapan-tepatnya-anda-terpikir-mundur.html' title='Diky Chandra: Jangan Sampai Saya Hilang Rasa'/><author><name>Nuwanda</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-qZwCXZrsWpY/Tc4wJykWfEI/AAAAAAAAAOg/Mb_PIYLksls/s220/2701923090_1c22d05427.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-y3bHnQoOUCU/Trpr1qG1FEI/AAAAAAAAARc/s3oK3bdq2Yg/s72-c/Dicky-Chandra.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8961297982327520213.post-3821445683666054123</id><published>2011-09-17T08:46:00.001-07:00</published><updated>2011-09-17T08:46:45.502-07:00</updated><title type='text'>ayat suci</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekedar kesanggupannya (7:42)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8961297982327520213-3821445683666054123?l=kikiesaperdana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961297982327520213/posts/default/3821445683666054123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961297982327520213/posts/default/3821445683666054123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kikiesaperdana.blogspot.com/2011/09/ayat-suci.html' title='ayat suci'/><author><name>Nuwanda</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-qZwCXZrsWpY/Tc4wJykWfEI/AAAAAAAAAOg/Mb_PIYLksls/s220/2701923090_1c22d05427.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8961297982327520213.post-6578291357068974071</id><published>2011-09-06T04:53:00.000-07:00</published><updated>2011-09-10T22:05:34.129-07:00</updated><title type='text'>giddens</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial, verdana, sans-serif; line-height: 16px; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;p style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: justify; "&gt;Giddens adalah teoritis sosial Inggris masa kini yang sangat penting dan salah seorang dari sedikit teoritisi yang sangat&lt;/p&gt;&lt;div id="attachment_220" class="wp-caption alignright" style="margin-top: 10px; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 10px; padding-top: 4px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 1px; border-right-width: 1px; border-bottom-width: 1px; border-left-width: 1px; border-top-style: solid; border-right-style: solid; border-bottom-style: solid; border-left-style: solid; border-top-color: rgb(221, 221, 221); border-right-color: rgb(221, 221, 221); border-bottom-color: rgb(221, 221, 221); border-left-color: rgb(221, 221, 221); text-align: center; background-color: rgb(243, 243, 243); border-top-left-radius: 3px 3px; border-top-right-radius: 3px 3px; border-bottom-right-radius: 3px 3px; border-bottom-left-radius: 3px 3px; float: right; width: 210px; "&gt;&lt;a href="http://doktorpaisal.files.wordpress.com/2009/12/giddens.jpg" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; outline-style: none; outline-width: initial; outline-color: initial; text-decoration: none; border-bottom-width: 1px; border-bottom-style: solid; border-bottom-color: rgb(221, 221, 221); font-weight: bold; "&gt;&lt;img class="size-full wp-image-220" title="Giddens" src="http://doktorpaisal.files.wordpress.com/2009/12/giddens.jpg?w=200&amp;amp;h=245" alt="" width="200" height="245" style="margin-top: 2px; margin-right: 2px; margin-bottom: 2px; margin-left: 2px; padding-top: 2px; padding-right: 2px; padding-bottom: 2px; padding-left: 2px; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: rgb(255, 255, 255); border-top-width: 1px; border-right-width: 1px; border-bottom-width: 1px; border-left-width: 1px; border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-color: initial; border-width: initial; border-color: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="wp-caption-text" style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; "&gt;Anthony Giddens&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; "&gt;berpengaruh di dunia. Giddens lahir 18 Januari 1938 (Clark, Modgil dan Modgil, 1990). Ia belajar di Universitas Hull, di the London School Economics, dan di Universitas London. Tahun 1961 ia diangkat menjadi dosen di universitas Leicester. Karya awalnya bersifat empiris dan memusatkan perhatian pada masalah bunuh diri. Tahun 1969, ia beralih jabatan menjadi dosen sosiologi di Universitas Cambridge dan sebagai anggota King’s College. Ia terlibat dalam studi tentang pencampuran kultur, menghasilkan bukunya yang pertama yang mencapai penghargaan internasional, berjudul &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;The Class Structure of Advanced Societies&lt;/em&gt; (1975). Selama dekade berikutnya ia menerbitkan sejumlah karya teoritis penting. Dalam karya-karyanya itu selangkah demi selangkah ia mulai membangun perspektif teoritisnya sendiri, yang terkenal sebagai teori strukturasi. Tahun 1984 karya Giddens mencapai puncaknya dengan terbitnya buku &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;The Constitution of Society : Outline of the Theory of Society&lt;/em&gt;, yang merupakan pernyataan tunggal terpenting tentang perspektif teoritis Giddens. Tahun 1985 ia diangkat menjadi Profesor Sosiologi di Universitas Cambridge.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: justify; "&gt;Giddens berpengaruh dalam teori sosiologi lebih dari dua dekade. Ia pun berperan penting dalam membentuk sosiologi Inggris masa kini. Salah satunya, ia menjadi konsultan editor dua perusahaan penerbitan. Macmillan dan Hutchinson. Lebih penting lagi, ia adalah salah seorang pendiri Polity Press, sebuah perusahaan penerbitan yang sangat aktif dan berpengaruh terutama dalam teori sosiologi. Giddens pun menerbitkan&lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Sociology&lt;/em&gt; (1987), sebuah buku ajar yang ditulisnya menurut gaya Amerika, yang mencapai sukses di seluruh dunia.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: justify; "&gt;Sebagai teoritisi, Giddens sangat berpengaruh terutama di AS maupun di berbagai bagian dunia lain. Yang menarik, karyanya sering agak kurang diterima di negerinya sendiri (Inggris), dibandingkan dengan di bagian dunia lain. Hal ini mungkin disebabkan sebagian oleh kenyataan bahwa ia telah berhasil memenangkan perlombaan mendapat pengikut teoritis di seluruh dunia yang telah dicoba mencapainya oleh kebanyakan teoritis sosial Inggris lain dan gagal. Seperti dikatakan Craib, “Giddens-lah kiranya menyadari fantasi kebanyakan kita, yang menyatakan pendapat kita sendiri ke dalam sosiologi selama periode perdebatan yang bersemangat dan menggairahkan ketika dikembangkannya teori strukturasi” (1992:12).&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: justify; "&gt;Di 1980-an, karir Giddens mengalami serangkaian perubahan menarik (Bryant dan Jary, 2000). Beberapa tahun terapi menggiringnya kepada ketertarikan yang lebih besar terhadap kehidupan personal dan buku-buku seperti &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Modernity and Self-Identity&lt;/em&gt; (1991) dan &lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;The Transformation of Intimacy&lt;/em&gt; (1992). Terapi juga memberikan kepadanya kepercayaan diri untuk menjalankan peran publik serta menjadi salah seorang penasehat Perdana Menteri Inggris Tony Blair. Pada 1997 beliau menjabat sebagai direktur London School of Economic (LSE), sebuah sekolah yang sangat disegani. Beliau memperkuat reputasi akademis LSE dan pengaruhnya dalam wacana publik baik di Inggris maupun di seluruh dunia. Ada beberapa suara yang menyatakan semua ini yang mengakibatkan kemunduran kemampuan akademis Giddens (karyanya di 1990-an kurang dalam membingungkan dibanding karya terdahulunya). Tapi beberapa waktu kemudian, beliau kembali berkonsentrasi untuk menjadi kekuatan yang patut dipertimbangkan di masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8961297982327520213-6578291357068974071?l=kikiesaperdana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961297982327520213/posts/default/6578291357068974071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961297982327520213/posts/default/6578291357068974071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kikiesaperdana.blogspot.com/2011/09/giddens-adalah-teoritis-sosial-inggris.html' title='giddens'/><author><name>Nuwanda</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-qZwCXZrsWpY/Tc4wJykWfEI/AAAAAAAAAOg/Mb_PIYLksls/s220/2701923090_1c22d05427.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8961297982327520213.post-538291730714035118</id><published>2011-09-04T12:13:00.000-07:00</published><updated>2011-09-06T04:48:56.190-07:00</updated><title type='text'>peran social media</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-bbyLtN2dGe0/TmPOAuWZAFI/AAAAAAAAAQg/NYCGDEesS7s/s1600/social-media-marketing.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 144px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-bbyLtN2dGe0/TmPOAuWZAFI/AAAAAAAAAQg/NYCGDEesS7s/s200/social-media-marketing.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5648584869489999954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;p style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 23px; outline-style: none; outline-width: initial; outline-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 23px; outline-style: none; outline-width: initial; outline-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Media sosial di Indonesia, yang dinilai sangat dinamis dan bakal terus berkembang, menjadi salah satu penggerak perubahan sosial di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 23px; outline-style: none; outline-width: initial; outline-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Yanuar Nugroho, seorang peneliti dari University of Manchester, memaparkan hasil riset gabungannya dengan HIVOS mengenai "Media Sosial Sebagai Pemantik Perubahan Sosial di Indonesia" dalam sebuah kuliah publik di Jakarta, Kamis (12/5) petang.  Hasil penelitian yang dipaparkan oleh Yanuar Nugroho, peneliti dari University of Manchester, menunjukkan adanya hubungan timbal balik antara cara aktivisme sipil (kegiatan oleh aktivis sipil) dibentuk oleh penggunaan media sosial, dan cara internet dan media sosial menjalankan berperan sebagai "pentas" untuk aktivisme sipil.  Ia menyatakan, ada korelasi positif antara media sosial terhadap perubahan sosial. "Aktivisme sipil Indonesia, contohnya berbagai gerakan dukungan di Facebook, berpotensi mengangkat isu-isu sosial di publik, dan memungkinkan terjadinya perubahan di masyarakat secara lebih luas," beber Yanuar.  Namun, lanjutnya, segala bentuk aktivitas media sosial secara&lt;span style="outline-style: none; outline-width: initial; outline-color: initial; font-style: italic; "&gt;online &lt;/span&gt;pun harus diikuti oleh kegiatan &lt;span style="outline-style: none; outline-width: initial; outline-color: initial; font-style: italic; "&gt;offline&lt;/span&gt;. Publik harus berpartisipasi tak hanya di media semacam Twitter atau Facebook, melainkan langkah konkret yang nyata. Inilah yang dikhawatirkan dalam sebuah aktivisme sipil melalui media sosial di Indonesia.  "Pertanyaanya adalah seberapa efektifkah itu. Jangan-jangan orang berpikir hanya dengan menekan sebuah tombol 'like' di Facebook, ia sudah merasa bisa mengubah dunia, dengan jutaan orang yang melakukan hal yang sama. Padahal aktivitas tersebut hanya dilakukan segelintir saja," ungkapnya.  Yanuar menekankan bahwa, walau media sosial punya nilai strategis untuk menarik picu, tetapi suatu perubahan baru bisa terwujud bila komunitas masyarakat menggagas tindakan.  Satu contoh baik yang dirujuk Yanuar adalah kegiatan Jalin Merapi (@jalinmerapi) dalam menangani pengungsi Merapi waktu peristiwa erupsi beberapa saat lalu. Ketika ribuan pengungsi korban bencana membutuhkan bantuan pangan, mereka melakukan mekanisme penyebaran pesan melalui Twitter. Pesan segera bergulir dengan cepat, hingga menimbulkan reaksi banyak pihak yang mengirimkan paket nasi bungkus ke posko dalam waktu cepat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 23px; outline-style: none; outline-width: initial; outline-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 23px; outline-style: none; outline-width: initial; outline-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;source: nat-geo indonesia &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8961297982327520213-538291730714035118?l=kikiesaperdana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961297982327520213/posts/default/538291730714035118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961297982327520213/posts/default/538291730714035118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kikiesaperdana.blogspot.com/2011/09/peran-social-media_04.html' title='peran social media'/><author><name>Nuwanda</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-qZwCXZrsWpY/Tc4wJykWfEI/AAAAAAAAAOg/Mb_PIYLksls/s220/2701923090_1c22d05427.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-bbyLtN2dGe0/TmPOAuWZAFI/AAAAAAAAAQg/NYCGDEesS7s/s72-c/social-media-marketing.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8961297982327520213.post-8978330677421493716</id><published>2011-09-01T22:02:00.000-07:00</published><updated>2011-09-06T04:49:39.449-07:00</updated><title type='text'>kisah dibalik lagu "bilur" sarasvati</title><content type='html'>&lt;a href="http://m.hai-online.com/var/gramedia/storage/images/hai2/music/news/sarasvati-tanpa-risa/5630934-1-ind-ID/SARASVATI-TANPA-RISA_detail.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://m.hai-online.com/var/gramedia/storage/images/hai2/music/news/sarasvati-tanpa-risa/5630934-1-ind-ID/SARASVATI-TANPA-RISA_detail.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Selendang bersulam sutra, biduri lembayung jingga...&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Saksi mati tuk bersaksi, gelimang pesona diri...&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Belia usia dulu, ruap cinta tlah menggebu...&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Samar kulihat dunia...tak sadar semua fana...&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Sekilas lihatlah mega, anugerah tiada tara...&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Ini tak adil untukku, halimun hitam merasuk...&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Ceracau getir ibunda, gemertak sengap hatinya...&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Firasat tak penah salah...Hanya kuberbuat... Ulah....&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Sosok wanita ini biasa dipanggil...Mae. Dengan paras yang cukup cantik, dan talentanya yang luar biasa di dunia tarik suara seni tradisional mampu membuat banyak orang berdecak kagum untuknya. Pada masanya, beliau cukup tenar dikalangan seniman tradisional. Tidak ada yang tahu bagaimana kisah hidupnya, sampai akhirnya ajal menjemputnya secara tiba-tiba, dari situ terkuak semua yang pernah terjadi padanya semasa hidup. Ini memang sangat janggal, karena proses menuju terkuaknya cerita seorang Mae sangat rumit dan tidak masuk akal.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Berdasarkan cerita dari bibir ke bibir, sampailah cerita itu ke telinga saya. Saat itu juga saya merasa tergugah akan kisah hidupnya yang pilu.Dan berujung pada dibuatnya lagu yang saya dedikasikan untuknya berjudul "Bilur". Bilur sendiri...dalam kamus bahasa indonesia berarti 'bengkak kemerah-merahan ; bekas dipukul', dalam lagu berjudul "bilur", saya menyambungkan kata bilur dengan kata hati yang berarti luka di dalam hati.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Dalam beberapa bait lirik diatas (tulisan cetak miring), tersirat bahwa hidupnya dulu bergelimang pesona, dia suka menggunakan selendang dan biduri (batu permata) pada saat menyanyi diatas panggung.Dulu dia adalah gadis penurut yang selalu ingin membahagiakan kedua orangtuanya, terlebih ibunya. Tapi disuatu saat, dia berontak tidak mau dikendalikan terus oleh sang ibu dan akhirnya memilih untuk menomorsatukan perasaannya dan menikah dengan laki-laki yang menurutnya adalah laki-laki yg dia "cinta"-i. Dia ingat, saat itu sang ibunda sangat menentang keputusannya, apa yang menjadi firasat ibunya tidak dia hiraukan.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Semerbak dupa iringi kumelangkah..&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Cungkupku hanya tanah...&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Bilur hati merambah...&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Akan datangkah bagiku...Kesempatan...&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Bila tak ada titian...&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Diri yang rupawan...&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Bila tak ada titian...Jalan yang....Rupawan...&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Lirik ini bermaksud menyiratkan suara hati Mae yang terluka setelah kematiannya, dimana dia merasa apa yang dia inginkan selama hidupnya ternyata tidak tercapai dan hanya berakhir sia-sia. Dia terbangun dan rumahnya kala ini hanyalah tanah...semakin dia meratapi kenangan semasa hidupnya semakin jauh dia merasakan keperihan di dalam hatinya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Kepergiannya memang sangat tiba-tiba, tidak ada yang menyangka apalagi saat itu dia tengah mengandung 8 bulan. Kejadian demi kejadian terungkap setelah dia dan janin yang ada di perutnya dikubur bersama. Sampai pada suatu kejadian dimana rohnya merasuki raga seseorang dan memberikan sebuah lirik yang berisi cerita kisah hidupnya kepada seorang temannya semasa hidup yang notabene adalah seorang pencipta lagu. Liriknya berbahasa sunda, inti dari lagunya sendiri berisi tentang rasa sakit yang tak pernah hilang walau dibawa ke liang lahat dan permohonan maafnya kepada ibu saudara dan teman-teman yang pernah mengenalnya semasa hidup.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Kebetulan, lagu yang berisi lirik buatan Mae dinyanyikan oleh ambu "Ida Widawati", pengisi lirik bahasa sunda di dalam lagu Bilur.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Saat menyerahkan lagu "Bilur" kepada ambu Ida, saya meminta agar beliau mengisi lirik bahasa sundanya, karena saya kesulitan dalam membuat lirik bahasa sunda. Dan saya bercerita, kalau lagu bilur ini saya buat berdasarkan kisah Mae yang pernah saya dengar darinya. Ambu Ida sangat antusias saat itu, mengingat baru kali pertama untuknya membuat sebuah kolaborasi dengan musik non tradisional, apalagi tema lagu yang diusung mengangkat kisah hidup seorang penembang yang juga merupakan sahabatnya. Akhirnya terbuatlah lirik bahasa sunda di lagu "Bilur":&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;"Duh, teungteuingeun...tuntung lengkah...geuning...bet peurih..."&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Arti dari lirik bahasa sunda ini menerangkan bahwa ini benar-benar menyakitkan....akhir langkahku ternyata tetap perih...dan selalu perih. Menurut saya, walau singkat...tapi lirik ini mengandung makna sangat kaya yang sangat mewakili perasaan seorang Mae (berdasarkan cerita demi cerita tentangnya). Lalu saya berkata pada ambu Ida, "Ambu...lirik ini benar-benar bagus dan membuat saya merindiiiing". Kemudian ambu bercerita kalau sebenarnya dia kesulitan saat mengisi lirik bahasa sunda ini. Tapi kemudian Mae datang menghampirinya dan memberikan lirik diatas untuk membantu saya mengisi lagu "Bilur". Itu cukup janggal...tapi seketika itu juga membuat saya merasa sangat terharu.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;"Terimakasih Bu Mae....atas lirik yang indah...dan kisah yang bisa dijadikan pelajaran untuk siapa saja yang mendengarnya....saya yakin, Ibu sekarang sudah jauh lebih tenang... dan menemukan kebahagiaan disana, saya akan selalu berusaha mengingat dan mendoakan ibu..." :)&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;sarasvati adalah penyanyi asal bandung, eks vocalis homogenic, album solonya kali ini sangat layak diacungi dua jempol. lagu "bilur" dapat di unduh di www.4shared.com dengan keywords "sarasvati bilur" &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;tulisan diatas diunduh dari fanpage sarasvati on FB &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8961297982327520213-8978330677421493716?l=kikiesaperdana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961297982327520213/posts/default/8978330677421493716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961297982327520213/posts/default/8978330677421493716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kikiesaperdana.blogspot.com/2011/09/kisah-dibalik-lagu-bilur-sarasvati.html' title='kisah dibalik lagu &quot;bilur&quot; sarasvati'/><author><name>Nuwanda</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-qZwCXZrsWpY/Tc4wJykWfEI/AAAAAAAAAOg/Mb_PIYLksls/s220/2701923090_1c22d05427.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8961297982327520213.post-5537942901185711987</id><published>2011-03-27T21:16:00.001-07:00</published><updated>2011-09-01T22:27:17.690-07:00</updated><title type='text'>organisasi internasional 2</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px; font-size: 12px; "&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin-top: 0in; margin-right: 0in; margin-left: 0in; margin-bottom: 0.0001pt; font-size: 12pt; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 15.75pt; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;Organisasi internasional secara sederhana dapat dimaknai sebagai badan hukm yang didirikan oleh dua atau lebih Negara yang merdeka dan berdaulat, memliki kepentingan dan tujuan yang sama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;Organisasi internasional sudah muncul sejak abad pertengahan. Dimana organisasitersebut adalah Holly Alliance yang dibentuk oleh negara negara eropa untuk menahankekuasaan Napoleon. Dalam pembentukan organisasi internasional, terdapat empat aspek penting, antara lain:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;1. Aspek filosofis merupakan aspek pembentukan organisasi internasional yangberkenaan dengan falsafah atau tema-tema pokok suatu organisasi internasional.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;2. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;Aspek hukum adalah aspek yang berkenaan dengan permasalahan-permasalahankonstitusional dan prosedural.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;3 &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;Aspek administratif adalah aspek yang berkenaan dengan administrasiinternasional.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;4. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;Aspek struktural adalah aspek yang berkenaan dengan permasalahaan kelembagaanyang dimiliki oleh organisasi internasional tersebut&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;Coulombis dan Wolfe mengklasifikasikan organisasi internasional menjadi empat kategori, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt; 1.Global membership and general purpose, yaitu suatu organisasi internasional antar pemerintah dengan keanggotaan global serta maksud dan tujuan umum, ciontoh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;PBB.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;2. Global membership and limited purpose organization, yaitu suatu organisasiinternasional antara pemerintah dengan keanggotaan global dan memilki tujuanyang spesifik atau khusus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;3.Regional membership and general purpose organization, yaitu suatu organisasiinternasional antar pemerintah dengan keanggotaan yang regional atau berdasarkan&lt;span style="letter-spacing:-.75pt"&gt;kawasan denan maksud dan tujuan yang umum.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;4.Regional membership and limited purpose organization, yaitu suatu organisasiinternsional antanpemerintah dengan keanggotaan regional dan emiliki maksud&lt;span style="letter-spacing:-.75pt"&gt;serta tujuan yang khusus da terbatas&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; letter-spacing: -0.75pt; " &gt;Organisasi internasional memiliki peran penting dalam hubungan internasional,karena organisasi internasional bisa menjadi sarana untuk bekerja sama antar negara.Selain itu, organisasi internasional juga dapat mempengaruhi tingkah laku sebuah negarasecara tidak langsung. Peran organisasi internasional dapat dibagi kedalam tiga kategori, yaitu: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; letter-spacing: -0.75pt; " &gt; 1.sebagai instrumen, organisasi internasional digunakan oleh negara-negaraanggotanya untuk mencapai tujuan tertentu berdasarkan tujuan politik luar negerinya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; letter-spacing: -0.75pt; " &gt;2.Sebagai arena, organisasi international merupakan tempat bertemu bagi anggota-anggotanya  untuk membicarakan dan membahas masalah-masalah yang dihadapi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; letter-spacing: -0.75pt; " &gt;3. Sebagai aktor independen, organisasi internasional dapat membuat keputusansendiri tanpa dipengaruhi oleh kekuasaan dan paksaan dari luar organisasi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; letter-spacing: -0.75pt; " &gt;Fungsi-fungsi organisasi internasional menurut A. Le Roy Bennet:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; letter-spacing: -0.75pt; " &gt;1.menyediakan hal-hal yang dibutuhkan bagi kerjasama yang dilakukan antar negaradimana kerjasama itu menghasilkan keuntungan yang besar bagi seluruh bangsa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; letter-spacing: -0.75pt; " &gt;2.Menyediakan banyak saluran ±saluran komunikasi antar pemerintah sehingga ide-ide dapat bersatu ketika masalah muncul ke permukaan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 15.75pt; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;Menurut Clive Archer, organisasi internasional sebagai suatu struktur formal dan berkelanjutan yang dibentuk atas suatu kesepakatan antara anggota-anggota (pemerintah dan nonpemerintah) dari dua atau lebih Negara yang berdaulat dengan tujuan untuk mengejar kepentingan bersama para anggotanya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 15.75pt; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;Latar belakng berdirinya PBB adalah ketika pada tanggal 10 Januari 1920 dibentuklah suatu organisasi internasional yan diberi nama liga bangsa-bangsa atas usul presiden AS, Widrow Wilson. Tujuanya adalah untuk mempertahankan perdamaian internasional dan meningkatkan kerjasama internasional.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 15.75pt; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;Akibat dari munculnya kaum Nazi, Facis, serta Imperialis yang telah mengkhianati isi kesepakatan Liga Bangsa Bangsa, maka muncul pemikiran bahwa diperlukan suatu oprganisasi internasional untuk mengatasi kerusuhan tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 15.75pt; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;Akhirnya dua tokoh terkemuka pada waktu itu, Presiden AS F.D Rosevelt dan PM Inggris Winston Churcill mengadakan sebuah pertemuan yang menghasilkan Piagam Atlantik (Atlantic Charter) yang isinya sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-top: 0in; margin-right: 0in; margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 15.75pt; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;1. Tidak membenarka adnya perluasan wilayah (politik ekspansi)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-top: 0in; margin-right: 0in; margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 15.75pt; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;2. Setiap bangsa berhak menentukan nasibnya sendiri (right of self determination)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-top: 0in; margin-right: 0in; margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 15.75pt; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;3. Setiap Negara berhak dan bebas ikut serta dalam perdagangan dunia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-top: 0in; margin-right: 0in; margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 15.75pt; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;4. Perlu diciptakan perdamaian dunia, sehingga semua bangsa bebas dari rasa takut dan kemiskinan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-top: 0in; margin-right: 0in; margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 15.75pt; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;5. Mengusahakn penyelesaian sengketa secara damai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 15.75pt; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;Pokok-pokok Piagam Atlantik tersebut pada tanggal 14 Agustus 1941 menjadi dasar konferensi-konferensi internasional dalam menyelesaikan Perang Dunia II dan menuju pembentukan PBB.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 15.75pt; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;Beberap pertemuan dalam penyelesaian Perang Dunia II dan menyju perdamaian dunia, yaitu sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-top: 0in; margin-right: 0in; margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 15.75pt; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;1. 1 Januari 1943, Prinsip Piagam Atlantik ditandatangani 26 negara diWashington DC&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-top: 0in; margin-right: 0in; margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 15.75pt; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;2. 30 Oktober 1943, di Moskow dilahirkan deklarasi Moskow tentag Keamanan Umum yang ditandatanganiInggris, USA, dan Cina&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-top: 0in; margin-right: 0in; margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 15.75pt; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;3. 21 Agustus – 7 Oktober 1944, dilangsungkan konferensi Dumbarton Oaks yang diikuti oleh 39 negara mambahas tentang rencana pendirian badan internasional PBB dengan sebuah Dewan Keamanan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-top: 0in; margin-right: 0in; margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 15.75pt; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;4. 4 – 11 Februari 1945, diadakan Konferensi Yalta. Dihadiri Amerika Serikat, Inggris, dan Uni Soviet. Menyetujui untuk mengadakan Konferensi PBB di Amerika Serikat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-top: 0in; margin-right: 0in; margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 15.75pt; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;5. 25 April - 26 Juni 19456 Konferensi San Fransisco&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 15.75pt; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;Penandatangan Piagam PBB dilakukan di San Fransisco tanggal 26 Juni 1945 dan berlaku secara resmi tanggal 24 Oktober 1945, yang pada akhirnya dikenal sebagai hari kelahiran PBB. Negara-negara yang menandatangani Piagam tersebut adalah 50 negara yaitu 47 negara penandatangan&lt;i&gt;“Declaratiuon of United Nations”&lt;/i&gt; ditambah negara Ukraina, Belarus, dan Argentina.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 15.75pt; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;B. Tujuan PBB&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 15.75pt; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;1. Tujuan PBB dalam Preambule Piagam PBB :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-top: 0in; margin-right: 0in; margin-left: 63pt; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 15.75pt; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;a. Menyelamatkan generasi mendatang dari bencana perang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-top: 0in; margin-right: 0in; margin-left: 63pt; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 15.75pt; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;b. Memperteguh kepercayaan pada hak-hak asasi manusi, harkat dan derajat diri manusia, persamaan hak bagi wanita dan bagi semua bangsa besar maupun kecil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-top: 0in; margin-right: 0in; margin-left: 63pt; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 15.75pt; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;c. Menciptakan keadaan yang memungkinkan terpeliharanya keadilan dan kehormatan serta kewajiban yang timbul dari perjanjian internasional dan sumber internasional lain&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-top: 0in; margin-right: 0in; margin-left: 63pt; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 15.75pt; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;d. Mendorong kemajuan social dan tingkat kehidupan yang lebih baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 15.75pt; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;2. Tujuan PBB dalam pasal 1 Piagam PBB :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-top: 0in; margin-right: 0in; margin-left: 63pt; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 15.75pt; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;a. Memelihara perdamain dan keaman internasional&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-top: 0in; margin-right: 0in; margin-left: 63pt; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 15.75pt; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;b. Memajukan hubungan persahabatan antara bangsa-bangsa berdasarkan penghargaan atas asas-asas persamaan hak bangsa-bangsa untuk menentukan nasib sendiri serta mengambil tindakan-tindakan lain yang tepat untuk meperteguh perdamaian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-top: 0in; margin-right: 0in; margin-left: 63pt; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 15.75pt; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;c. Mewujudkan kerjasama internasional dalam memecahkan persoalan-persoalan internasional dibidang ekonomi, social, budaya, dan yang bersifat kemanusiaan serta berusaha menganjurkan adnya penghargaan terhadap hak-hak manusia dan kebebasan-kebebasan dasar bagi semua umat manusia tanpa membedaka bangsa, bahasa, atau agama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-top: 0in; margin-right: 0in; margin-left: 63pt; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 15.75pt; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;d. Menjadi pusat bagi upaya meyelaraskan segala tindakan-tindakan bangsa dalam mencapai tujuan bersam tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 15.75pt; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;3. Asas PBB&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-top: 0in; margin-right: 0in; margin-left: 66pt; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 15.75pt; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;a. Bersendikan pada asas-asas persamaan kedaulatan dari semua agnggota-anggotanya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-top: 0in; margin-right: 0in; margin-left: 66pt; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 15.75pt; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;b. Segenap anggota untuk menjamin adanya hak-hak dan manfaat baginya yang timbul dari keanggotaanya akan memenuhi kewajiban-kewajiban yang ada padanya dengan penuh kesetiaan sesuai dengan piagam PBB&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-top: 0in; margin-right: 0in; margin-left: 66pt; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 15.75pt; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;c. Segenap anggota akan menyelesaikan persengketaan internasional dengan cara sedemikian rupa sehingga perdamaian dan keamanan internasional serta keadilan tidak terancam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-top: 0in; margin-right: 0in; margin-left: 66pt; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 15.75pt; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;d. Segenap anggota dalam hubungan internasional, akan menghindarkan diri dari ancaman atau penggunaan kekerasn terhadap keutuhan wilayahnya atau kemerdekaan politik suatu Negara, atau dengan cara apapun bertentangan dengan tujuan PBB&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-top: 0in; margin-right: 0in; margin-left: 66pt; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 15.75pt; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;e. Segenap anggota akan memberikan segala bantuan kepada PBB dalam suatu tindakanya yang diambil sesuai Piagam PBB dan tidak akan memberikan bantuan kepada suatu Negara yang oleh PBB dilakukan tindakan-tindakan pencegahan atau kekerasan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-top: 0in; margin-right: 0in; margin-left: 66pt; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 15.75pt; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;f. Tidak ada satu kesatuan pun dalam Piagam PBB yang memberi kuasa pada PBB untuk m,encampuri urusan-urusan dalam negeri suatu negara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-top: 0in; margin-right: 0in; margin-left: 66pt; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 15.75pt; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;Kriteria organisasi internasional&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;Kriteria organisasi internasional antara lain: (1) terdiri atas tiga negara atau lebih (aspek materiil internasional; (2) anggotanya adalah individu atau kelompok kolektif (memiliki hak suara penuh); (3) struktur formal; (4) pekerjanya berasal dari berbagai negara; (5) memiliki kontribusi yang sifatnya substansial terhadap anggaran dan bersifat nirlaba; (6) hubungan dengan organisasi lain harus dilihat scara independen; (7) bukti dari aktivitas-aktivitas yang dilaksanakan harus tersedia; (8 ) kriteria negatif: ukuran, politik, ideologi, bidang aktifitas,lokasi geografis dari markas besar, penamaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;Proses Dan Tata Cara PendaftaranOrganisasi Internasional Non Pemerintah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;BerdasarkanUU No. 37 tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri, Departemen Luar Negeri merupakan gerbang utama bagi proses masuknya Organisasi Internasional Non-Pemerintah (International Non-Governmental Organization/INGO)di Indonesia. Organisasi Internasional Non-Pemerintah yang akan melakukan kegiatandi Indonesia harus memenuhi kriteria sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;1.Berasal dari negara yang mempunyai hubungan diplomatik dengan Indonesia;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;2.Tidak melakukan kegiatan politik di Indonesia;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;3.Tidak melakukan kegiatan penyebaran keagamaan di Indonesia;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;4.Tidak melakukan kegiatan komersial yang mendatangkan keuntungan;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;5.Tidak melakukan kegiatan mengumpulan dana (fund raising)di Indonesia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;1. Proses Pendaftaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;1. Mengajukansurat permohonan kepada Pemerintah Indonesia melalui Departemen Luar Negeri cq Direktorat Sosial Budaya dan Organisasi Internasional Negara Berkembang.Instansi/Badan/Lembaga pemerintah lain yang terkait dapat memberikanrekomendasi atas permohonan dimaksud apabila dianggap perlu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;2. Departemen Luar Negeri akan melakukan verifikasi persyaratan administrasi dan kredibilitas Organisasi Internasional Non-Pemerintah yang bersangkutan melalui Perwakilan RIdi luar negeri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;3. Apabiladipandang memenuhi persyaratan secara administratif, Departemen Luar Negeri akan mengadakan rapat antar-departemen (interdep) untuk mendengarkan pemapara nvisi, misi dan rencana kerja Organisasi International Non-Pemerintah termaksud.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;4. Rapat interdep akan memutuskan apakah organisasi internasional tersebut dapat diregistrasi dan melakukan kegiatan di Indonesia atau tidak. Persetujuan dan penolakan akan disampaikan kepada organisasi internasional yang mengajukan permohonan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;5. Organisasi Internasional Non-Pemerintah yang disetujui akan direkomendasikan untuk bermitra dengan sate departemen/instansi pemerintah. Selanjutnya antara departemen/instansi pemerintah yang ditunjuk sebagai mitra dan Organisasi Intemasional Non-Pemerintah harus membuat sebuah Memorandum of Understanding (MoU)sebagai umbrella agreement.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;6. MoU yang telah disetujui dan ditandatangani disampaikan ke Sekretariat Negara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;7. Dalam hal perpanjangan ijin, hal yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;a. Sebelum masa berlaku MoU habis, Organisasi Internasional Non-Pemerintah wajib menyampaikan permohonan perpanjangan ke departemen/instansi mitra kerjanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;b. Departemen/instansi mitra kerja Organisasi Internasional Non-Pemerintah mengadakan rapat interdep untuk mengevaluasi permohonan tersebut. Rapat akan memutuskan perpanjangan atau penolakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;c. Apabila rapat mengabulkan perpanjangan, maka disusun MoU baru sesuai dengan program kerja baru. Dalam hal terjadi penolakan, maka akan disampaikan secara tertulis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;2. Persyaratan Pendaftaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;Dalam mengajukan permohonan, Organisasi Internasional Non-Pemerintah perlu menyampaikan dokumen-dokumen sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;1. Surat permohonan pembukaan kantor perwakilan di Indonesia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;2. Surat penunjukan kepala perwakilannya di Indonesia dari Kantor Pusat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;3. Surat rekomendasi dari kedutaan negara asal organisasi tersebut di Indonesia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;4. Akta pendirian organisasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;5. Anggaran Dasar dan Rumah Tangga orgnaisasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;6. Sumber dan mekanisme dana/keuangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;7. Rencana dan program kerja yang akan dilakukan di Indonesia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;8. Profil dan informasi mengenai organisasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;9. Daftar mitra organisasi lokal (apabila ada)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;[1] Pasal 1 angka 7,UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2000 TENTANG PERJANJIAN INTERNASIONAL&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;[2] Multinational Corporation,Organisasi Internasional atau Perusahaan Transnasional? /dennyprincess.wordpress.com/2010/05/06/multinational-corporation-organisasi-internasional-atau-perusahaan-transnasional/,ditelusuri tanggal 30 agustus 2010&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;[3] Ibid&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;[4] ibid&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;[5] ibid&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;[6]HUKUM ORGANISASI INTERNASIONAL, paijolaw.googlepages.com/KULIAHHkOrgsIntakhir.ppt,ditelusuri tanggal 27 agustus 2010&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; " &gt;[7] Proses Dan Tata Cara Pendaftaran OrganisasiInternasional&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Non Pemerintah, www.deptan.go.id/kln/layanan-umum/prosedur-pendaftaranOI.pdf,ditelusuri tanggal 30 agustus 2010&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8961297982327520213-5537942901185711987?l=kikiesaperdana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961297982327520213/posts/default/5537942901185711987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961297982327520213/posts/default/5537942901185711987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kikiesaperdana.blogspot.com/2011/03/organisasi-internasional-2.html' title='organisasi internasional 2'/><author><name>Nuwanda</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-qZwCXZrsWpY/Tc4wJykWfEI/AAAAAAAAAOg/Mb_PIYLksls/s220/2701923090_1c22d05427.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8961297982327520213.post-8598203821182817383</id><published>2011-03-27T21:00:00.000-07:00</published><updated>2011-09-01T22:27:30.216-07:00</updated><title type='text'>pengantar HI 1</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;div style="border-collapse: collapse; font-size: 12px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse; font-size: 12px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 20px; border-collapse: separate; "&gt;Setelah kita memahami definisi HI, maka pertanyaan selanjutnya yang muncul adalah interaksi-interaksi internasional apa sajakah yang dipelajari di dalam ilmu HI? Dengan kata lain kita mulai mempertanyakan sejauh mana ruang lingkup ilmu HI.&lt;br /&gt;Sejalan dengan perkembangan waktu dan ilmu pengetahuan, ruang lingkup HI pun berkembang. Pada awalnya, para pemikir yang tertarik pada masalah-masalah internasional, memfokuskan kajiannya hanya pada interaksi antar negara dan fenomena-fenomena militer (keamanan). Sebagai contoh adalah Thucydides yang mempelajari Perang Peloponnesia antara Sparta dan Athena. Di dalam kajiannya tersebut, Thucydides berusaha untuk memahami sebab-sebab terjadinya Perang Peloponnesia.&lt;br /&gt;Namun saat ini, HI tidak lagi hanya membatasi diri pada kajian interaksi antar negara dan fenomena militer lagi. HI telah berkembang jauh dengan memasukan beragam isu dan aktor-aktor selain negara, ke dalam kajiannya.. Karl Deutsch membagi 12 ruang lingkup HI, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bangsa dan dunia&lt;br /&gt;2. Proses transnasional dan interdependensi internasional&lt;br /&gt;3. Perang dan damai&lt;br /&gt;4. Kekuatan dan kelemahan&lt;br /&gt;5. Politik Internasional dan masyarakat internasional&lt;br /&gt;6. Kependudukan versus pangan, sumber daya alam dan lingkungan&lt;br /&gt;7. Kemakmuran dan kemiskinan&lt;br /&gt;8. Kebebasan dan penindasan&lt;br /&gt;9. Persepsi dan ilusi&lt;br /&gt;10. Aktivitas dan apati&lt;br /&gt;11. Revolusi dan stabilitas&lt;br /&gt;12. Identitas dan transformasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ruang lingkup yang demikian beragam, isu-isu di dalam HI pun ikut berkembang. Secara garis besar isu di dalam HI terbagi dua: pertama, high politics issues, yaitu isu-isu yang berkaitan dengan keberlangsungan hidup negara (stateâ€™s survival). Di dalam kategori ini terdapat isu politik, keamanan dan ekonomi. Kedua, low politics issues. Di dalam kategori ini terdapat isu-isu seperti: perdagangan obat-obatan terlarang (drugs trafficking), peredaran senjata gelap (arms trafficking), penyelundupan manusia (human trafficking), pemanasan global, kejahatan terorganisir lintas-batas negara (transnational organized crime) dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, aktor-aktor internasional di dalam kajian HI pun ikut bertambah banyak. Secara garis besar terdapat dua tipe aktor di dalam HI yaitu aktor negara (state actors) dan aktor non-negara (non-state actors). Aktor-aktor non negara ini terdiri dari: 1) aktor individual, seperti Bono (U2), Al Gore, Vandana Shiva dan lain-lain; 2) Aktor organisasional (organizational actors), yaitu ASEAN, UE, PBB yang dikategorikan sebagai Inter-Govermental Organization atau IGO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Greenpeace, Al-Qaeda, yang dikategorikan sebagai Non-Governmental Organization atau NGO dan Toyota Corporation, Ford Motor Corporation, Microsoft Corporation yang dikategorikan sebagai Multinational Corporations atau MNC.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-collapse: collapse; font-size: 12px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse; font-size: 12px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 20px; border-collapse: separate; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-collapse: collapse; font-size: 12px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse; font-size: 12px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 20px; border-collapse: separate; "&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: 15.1pt;background:white"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;Kedudukan Studi H.I. antara Bagian dari Ilmu Politik dan Bidang Studi Terpisah&lt;br /&gt;1. Bagian dari Ilmu Politik&lt;br /&gt;Paham yang menempatkan studi Hubungan Internasional di bawah otonomi atau bagian dari&lt;br /&gt;Ilmu Politik, masih dianut banyak pakar, di dalam maupun di luar negeri. Mereka yang&lt;br /&gt;menganut paham ini tentu memiliki landasan yang cukup kuat. Misalnya Cecil V. Crabb, Jr.&lt;br /&gt;(1968) berasumsi bahwa masyarakat-masyarakat manusia itu terorganisasi secara politik.&lt;br /&gt;Organisasi politik masyarakat itu disebut Negara. Sedangkan alat Negara (yaitu pemerintah)&lt;br /&gt;adalah yg merencanakan dan melaksanakan hubungan-hubungan internasional dari&lt;br /&gt;masyarakatnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: 15.1pt;background:white"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;Frederick Dunn (1948) juga mengatakan bahwa Negara sebagai aktor hubungan internasional&lt;br /&gt;adalah Negara selaku pengatur aneka hubungan antar bangsa. Tidak ada aktivitas hubungan&lt;br /&gt;internasional di luar jangkauan Negara. Secara demikian, berdasarkan asumsi Crabb dan Dunn,&lt;br /&gt;tidak ada hubungan internasional yg terjadi atau dilakukan tidak atas nama Negara. Dan studi&lt;br /&gt;mengenai Negara dgn sgl macam aksi dan interaksinya adalah bagian dari studi Ilmu Politik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal;background:white"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;Untuk memperkuat pendapat bahwa studi Hubungan Internasional tidak dapat dipisahkan dari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height:normal;background:white"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;Ilmu Politik, K.J. Holsti (1981) menambahkan bahwa H.I. merupakan suatu studi mengenai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: 15.1pt;background:white"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;sistem internasional-suatu kumpulan satuan-satuan politik yg merdeka (seperti suku-suku&lt;br /&gt;bangsa, Negara-negara kota, bangsa-bangsa atau imperium-imperium) yg berinteraksi dgn&lt;br /&gt;frekuensi yg teratur. Dari definisi ini jelas bahwa dalam memandang hubungan internasional&lt;br /&gt;Holsti lebih menekankan pada hubungan antara satuan-stuan politik, sehingga studi H.I. tdk dpt&lt;br /&gt;dilepaskan dari Ilmu Politik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: 15.1pt;background:white"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;Selain itu byk ahli yg secara sadar ataupun tdk sadar mempersamakan H.I. dgn Politik&lt;br /&gt;Internasional. berbagai kajian H.J. Morgenthau, misalnya, jelas-jelas lebih mengacu pada aspek-&lt;br /&gt;aspek politik internasional, namun byk sarjana yg menobatkannya sbg seorang ahli H.I.&lt;br /&gt;Akibatnya, studi H.I. dianggap identik dgn studi Politik Internasional yg ditekuni Morgenthau.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:15.1pt;background:white"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; letter-spacing: -0.1pt; "&gt;Atau seorang sarjana dari India J.C. Johari (1985) yg secara sadar menyatakan bahwa perbedaanH.I. dan Politik Internasional hanya bersifat semantik dan filosofis saja. Dlm prakteknya keduaistilah itu mengandung ruang lingkup yg tdk berbeda atau keduanya sering interchangeable.Disamping itu, kata Johari, kendati aktor-aktor yg terlibat dlm H.I. tdk selalu Negara-negara ygdiwakili pemerintahnya, namun tindakan mereka pasti memiliki dampak terhdp tugas Negara-bangsa sbg entitas politik. Secara demikian, studi H.I. pada hakekatnya tdk dpt dilepaskan dari Ilmu Politik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height:15.25pt;background:white"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;Pendapat para ahli yg menempatkan studi H.I. di bawah otoritas Ilmu Politik tersebut diperkuat&lt;br /&gt;oleh klasifikasi Ilmu Politik yg dibuat UNESCO. Badan PBB yg membidangi mslh pendidikan&lt;br /&gt;ini membagi Ilmu Politik dlm empat bdg, yakni: (1) Teori Politik; (2) Lembaga-lembaga Politik;&lt;br /&gt;(3) Partai-partai, Golongan-golongan, dan Pendapat Umum; (4) H.I&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse; font-size: 12px;"&gt;Dalam bentuk klasiknya hubungan internasional adalah hubungan antar negara, namun dalam perkembangannya, konsep ini bergeser untuk mencakup semua interaksi yang berlangsung lintas batas negara. Dalam bentuk klasiknya hubungan internasional diperankan hanya oleh para diplomat (dan mata-mata) selain tentara dalam medan peperangan. Sedangkan dalam konsep baru hubungan internasional, berbagai organisasi internasional, perusahaan, organisasi nirlaba, bahkan perorangan bisa menjadi aktor yang berperan penting dalam politik internasional.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse; font-size: 12px; " &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse; font-size: 12px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 11px; line-height: 18px; border-collapse: separate; " &gt;Sejarah perkembangan hubungan internasional sudah ada sejak lama. Pentingnya hubungan antar negara dapat dirasakan pada awal perang dunia I. Perang dunia I pada tahun 1914-1918 yang mengakibatkan banyak korban yang berjatuhan, menimbulkan dampak tersendiri bagi masyarakatnya. Terjadinya perang pada masa itu membuat negara-negara dunia untuk selalu dapat menjalin kerjasama dan menjaga perdamaian. Menurut para pengajar Ilmu Politik di Universitas yang ada di Amerika, komponen dari hubungan internasional meliputi teori hubungan internasional orang Amerika dan analisis perbandingan kebijakan luar negeri, hukum internasional, organisasasi internasional, perbandingan sistem politik, hubungan antar regional, strategi pembelajaran, perkembangan internasional, perjanjian damai, penyelesaian konflik (yang menyangkut dengan kontrol senjata dan pelucutan senjata).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Perang Dunia I, pembahasan hubungan internasional dimasukan dalam Fakultas sejarah, hukum dan filsafat. Dalam catatan sejarah bahwa teori diplomasi dan teori strategi ditafsirkan oleh para ahli negara dan ahli filsafat sebagai sifat alamiah manusia, perang dan keadilan.&lt;br /&gt;Sementara itu para ilmuan sejak lama mempelajari fenomena sosial seperti hukum yang mengatur hubungan antar bangsa, hakekat kekuasaan, negara dan kedaulatan, masalah pengelolaan hubungan kekuasaan, dan pengembangan lembaga-lembaga Internasional. Dari berbagai studi ini muncullah pada abad 20 suatu bidang studi yang terorganisasi dan dimasukkan dalam kurikulum beberapa universitas di Amerika Serikat, yaitu bidang studi Hubungan Internasional. Dan terutama sesudah Perang Dunia I, studi dan pengajaran hubungan internasional memperolah pengakuan sebagai bidang studi yang berdiri sendiri di Amerika Serikat dan Eropa. Munculnya keinginan memasukkan studi Hubungan Internasional dalam kurikulum yang berdiri sendiri karena ingin memahami sebab-sebab terjadinya konflik, akibat yang ditimbulkan dan untuk membentuk keadaan dunia yang lebih aman dan damai.&lt;br /&gt;Banyak terjadi perdebatan sejak hubungan internasional menjadi subjek akademik pada Perang Dunia I. Salah satunya adalah antara Liberalisme Utopia dan Realisme. Era Liberalisme Utopia tidak bertahan lama karena perkembangan kebijakan Nazi Jerman dan Imprealisme Jepang tahun 1930 yang mempunyai pengaruh yang besar terhadap perkembangan perdamaian dunia. Idealnya dibentuk Undang-undang yang legal untuk menjaga perdamaian akan tetapi rasionalnya peraturan dunia tidak berjalan dengan baik yang mengakibatkan jatuhnya Negara-negara Asia dan Eropa.&lt;br /&gt;Setelah Perang Dunia II berakhir muncul generasi baru dengan paradigma Realis yang mendominasi teorisasi hubungan internasional selama kurang lebih dua dasawarsa, merupakan wujud dari upaya mengembangkan pendekatan teoritis yang sekaligus bisa menjelaskan prilaku negara dalam hubungan internasional yang dapat memberikan kerangka dasar bagi para negarawan dalam membuat keputusan. Pemikiran realis ini muncul dan berkembang tahun 1950-an dengan tujuan untuk menciptakan kesamaan dan perdamaian dunia serta menghilangkan sisa-sisa pemikiran idealis yang dikenal Teori Diplomasi Wilsonian.&lt;br /&gt;Perdebatan yang kedua terjadi antara pendekatan Tradisional dan Behaviouralisme. Masalah konsep karakteristik kekuasaan dengan teori fundamental para tradisonalis, diantaranya adalah kepentingan nasional, keseimbangan kekuasaan dan kepentingan dunia. Keduanya memperdebatkan dalam memberikan keseimbangan kekuasaan. Orang-orang tradisional biasanya mengkategorikan hubungan internasional menjadi bagian dari ilmu politik dan philosofis tetapi bagian itu dipisahkan satu sama lain. Para tradisionalis menganggap hubungan internasional seperti pelajaran yang dekat dengan kehidupan anarkis. Diantaranya kekuatan politik yang tidak mengakui supremasi hukum internasional dan keamanan dari ancaman luar. Para ahli ilmu pengetahuan biasanya mengembangkan hubungan internsional menjadi lebih luas dan kompleks dengan batasan ilmu politik serta disiplin ilmu yang lain.&lt;br /&gt;Para ahli ilmu pengetahuan meragukan “teori” sebab mereka mempertimbangkan ketidakjelasan termasuk mamfaat yang diberikan oleh keterangan-keterangan politik internasional atau telah disesuaikan dengan penelitian para ahli. Kesimpulan dan saran diambil dari tidak terstrukturnya proses dari dalam yang tidak dapat diterima oleh para ahli, mereka memperdebatkan tawaran tradisionalisme dengan jalan kebijaksanaan.&lt;br /&gt;Bentuk penyelidikan teori perkembangan kelompok dapat disatukan dalam kumpulan deskriptif dan prediksi dalil-dalil politik behavior internasional adalah penemuan dari J. David Singer dan Melvin Small, yang punya sasaran dalam statistik hubungan seperti faktor penyebab timbulnya perang dan persekutuan kebijakan di Eropa dari 1815 sampai 1945. Menurut David Singer bahwa lebih penting janji dari pada perbuatan dan proses analisis harus lebih dari pada substansi pembuktian. Itu berarti konstribusi seorang pemimpin dengan metode Revolusi sangat diperlukan dalam hubungan internasional yang sudah dimulai sejak 1950.&lt;br /&gt;Pada tahun 1960 dan 1970 intensitas perdebatan antara teori Tradisionalis dan behavior mulai surut. Keduanya punya gagasan untuk mundur dari permasalahan politik yang tidak bisa menjadi ilmu pengetahuan atau ilmu politik tanpa kualisifikasi dan kebebasan nilai yang sangat tidak berguna. Pada tahun 1980 observasi membuat hubungan internasional berlanjut menjadi hubungan negara dalam masa transisi yang meliputi persaingan untuk menciptakan perdamaian internasional. Teori ini juga berusaha keras mengembangkan kerja sama dalam dunia internasional dengan keadaan saling tergantung antara para aktor-aktor tersebut.&lt;br /&gt;Perkembangan Teori Hubungan Internasional&lt;br /&gt;Menurut J David Singer bahwa teori hubungan internasional adalah sebuah badan tetap penyamarataan deskriptif, prediksi dan penjelasan kekuasaan. Kelebihan antara orang tradisional dengan definisi para ilmuan sangat banyak. Keduanya mengakui penyamarataan yang diambil secara suara logis, dan punya kemampuan untuk melukiskan, menjelaskan dan memprediksi. Dia percaya bahwa sesuai kaedah pemikirannya dan kebijakan para ahli mungkin akan beruntung dari teori. Tetapi peribahasa memberikan petunjuk bukanlah bagian dari teori.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse; font-size: 12px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 11px; line-height: 18px; border-collapse: separate; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="fullpost" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse; font-size: 12px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 11px; line-height: 18px; border-collapse: separate; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, serif; " &gt;Batas-batas Pembentukan Teori dalam hubungan Internasional&lt;br /&gt;Para ahli dari Timur mengatakan bahwa hubungan internasional memiliki masalah yang serius, sesuatu yang tidak bisa terlepas dari bagian kondisi manusia. Yang meliputi kepribadian, kekhasan data dan sifat yang sangat mempengaruhi dalam proses memperoleh ilmu pengetahuan serta kesulitan dalam membuat rumusan dengan teliti.&lt;br /&gt;Keterlibatan personal dalam teori hubungan internasional dan ilmu-ilmu sosial lainnya tidak selalu menyenangkan hubungan antara perorangan dengan objek penelitian. Pendekatan subjek dari perspektif budaya, kesetiaan warga negara, keanggotaan politik, pengamalan pendidikan, keluarga dan teman. Semua perspektif ini menimbulkan tekanan, saling menguatkan dan melawan orang lain serta menggabungkan efek dari teori penyelidikan.&lt;br /&gt;Karakteristik data&lt;br /&gt;Teori yang penting dalam hubungan internasional dalam kategori ini adalah mengetahui penting dan tidaknya data yang didapatkan. Teori dalam hubungan internasional harus sesuai dengan kejelasan fakta dan investigasi yang dilakukan sehingga menghasilkan teori dan data yang jelas.&lt;br /&gt;Proses pengakuratan pengetahuan&lt;br /&gt;Hal yang penting dalam hal ini adalah mencocokkan contoh yang digunakan dengan hipotesa yang ada. Jika yang dilakukan oleh para pelajar Ilmu Pengetahuan Alam yang selalu bekerja dengan melakukan percobaan, melihat fenomena menyesuaikan dengan teori yang ada sebelumnya kemudian memberikan kesimpulan ataupun teori yang baru. Namun pada teori hubungan internasional menentukan teori melalui tujuan pembentukan teori itu sebenarnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8961297982327520213-8598203821182817383?l=kikiesaperdana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961297982327520213/posts/default/8598203821182817383'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961297982327520213/posts/default/8598203821182817383'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kikiesaperdana.blogspot.com/2011/03/pengantar-hi-1.html' title='pengantar HI 1'/><author><name>Nuwanda</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-qZwCXZrsWpY/Tc4wJykWfEI/AAAAAAAAAOg/Mb_PIYLksls/s220/2701923090_1c22d05427.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8961297982327520213.post-2783318329255456950</id><published>2011-03-26T05:14:00.000-07:00</published><updated>2011-09-01T22:27:40.909-07:00</updated><title type='text'>administrasi internasional</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Organisasi internasional adalah suatu istilah hubungan internasional yg menunjukkan kerja sama antarbeberapa negara. Sebagian besar organisasi internasional, seperti PBB dan WTO, bersifat multilateral yg mengambarkan tentang luasnya keanggotaan dan wilayah cakupan kerjanya. tata cara kerja dari organisasi internasional disebut administrasi internasional. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Organisasi internasional adalah suatu bentuk dari gabungan beberapa negara atau bentuk unit fungsi yang memiliki tujuan bersama mencapai persetujuan yg juga merupakan isi dari perjanjian atau charter,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;A.Definisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi Internasional adalah organisasi antar pemerintah yang diakui sebagai subjek hukum internasional danmempunyai kapasitas untuk membuat perjanjian internasional[1].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi Internasional merupakan pola kerjasama yang melintasi batas negara dengan didasari struktur organisasi yang jelas dan lengkap serta diproyeksikan untuk berlangsung serta melaksanakan fungsinya secara berkesinambungan dan melembaga, guna mengusahakan tujuan-tujuan yang diperlukan serta disepakati bersama, baik pemerintah maupun antar kelompok non-pemerintah (Mc Celland). Sementara menurut D.W. Bowett,organisasi internasional didefinisikan:“…they were permanent association of governments, or administration (i.e. postal or railway administration), basedupon a treaty of a multilateral rather than a bilateral type and with somedefinite criterion of purpose”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.Kriteria organisasi internasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria organisasi internasional antara lain: (1) terdiri atas tiga negara atau lebih (aspek materiil internasional; (2) anggotanya adalah individu atau kelompok kolektif (memiliki hak suara penuh); (3) struktur formal; (4) pekerjanya berasal dari berbagai negara; (5) memiliki kontribusi yang sifatnya substansial terhadap anggaran dan bersifat nirlaba; (6) hubungan dengan organisasi lain harus dilihat scara independen; (7) bukti dari aktivitas-aktivitas yang dilaksanakan harus tersedia; (8 ) kriteria negatif: ukuran, politik, ideologi, bidang aktifitas,lokasi geografis dari markas besar, penamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.4 Aspek Pembentukan Suatu Organisasi Internasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pembentukan suatu organisasi internasional, maka ada empat aspek yang menjadi faktor terpenting. Keempat aspek tersebut adalah : aspek filosofis; aspek hukum; aspek administratif; aspek struktural[4].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Aspek filosofis merupakan aspek pembentukan organisasi internasional yang berkenaan dengan falsafah atau tema-tema pokok suatu organisasi internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema keagamaan, seperti Organisasi Konferensi Islam (OKI), Moslem Brotherhood&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema perdamaian, seperti Association of South East Asian Nations (ASEAN), PBB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema penentuan nasib sendiri (the right of self-determination) seperti Organization of African Unity (OAU).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema kerjasama ekonomi, seperti Asian Pacific Economic Cooperation (APEC), Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Aspek hukum adalah aspek yang berkenaan dengan permasalahan-permasalahan konstitusional dan prosedural.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperlukannya constituent instrument, seperti covenant; charter; statute;dan lainnya, yang memuat prinsip-prinsip dan tujuan, struktur maupun cara organisasi itu bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat bertindak sebagai pembuat hukum, yang menciptakan prinsip-prinsip hukum internasional dalam berbagai instrumen hukum (treaty-making powers).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempunyai personalitas dan kemampuan hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Aspek administratif adalah aspek yang berkenaan dengan administrasi internasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya sekretariat tetap atau permanent headquarter yang pendiriannya dibuat melalui headquarter agreement dengan negara tuan rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya pejabat sipil internasional atau international civil servants.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempunyai anggaran atau budgeting yang diatur secara proporsional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Aspek struktural adalah aspekyang berkenaan dengan permasalahaan kelembagaan yang dimiliki oleh organisasi internasional tersebut, misalnya sebuah organisasi internasional harus memiliki: (1) Principal organs; (2) Subsidiary organs; (3) Commissions/ committee; (4) Sub-commissions; (5) Sub-committee&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klasifikasi organisasi internasional berdasarkan subjek hukum internasional yang memiliki aspek personalitas yuridis hukum internasional antara lain: (1) Intergovernmental Organizations(IGOs)/ Publik; (2) Intergovernmental Non-Governmental Organizations(INGOs)/ Privat, yang dibagi atas tiga bagian: genuine INGO (greenpeace), hybrid INGO (ICRC), trans-governmental organizations(International Union of Local Authority).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan Umum: yg ingin dicapai oleh OI pd umumnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        -memelihara perdamaian &amp;amp; keamanan int.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        -memajukan kepentingan umum dan kesejahteraan umum umat manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        -mengembangkan hub persahabatan dan kerjasama di segala bidang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        -Mengembangkan penghormatan HAM&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Contoh organisasi-organisasi internasional adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. PBB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB (United Nations atau UN) adalah sebuah organisasi internasional yang anggotanya hampir seluruh negara di dunia. Lembaga ini dibentuk untuk memfasilitasi dalam hukum internasional, pengamanan internasional, lembaga ekonomi, dan perlindungan sosial. Perserikatan Bangsa-bangsa didirikan di San Fransisco pada tanggal 24 Oktober 1945 setelah Konferensi Dumbarton Oaks di Washington DC, namun sidang umum yang pertama dihadiri wakil dari 51 negara dan baru berlangsung pada 10 Januari 1946 (di Church House, London). Dari 1919 hingga 1946, terdapat sebuah organisasi yang mirip, bernama Liga Bangsa-bangsa, yang bisa dianggap sebagai pendahulu PBB. Sejak didirikan di San Fransisco pada 24 Oktober 1945, sedikitnya 192 negara menjadi anggota PBB. Semua negara yang tergabung dalam wadah PBB menyatakan independensinya masing-masing, selain Vatikan dan Takhta Suci serta Republik Cina (Taiwan) yang tergabung dalam wilayah Cina pada 1971. Hingga tahun 2007 sudah ada 192 negara anggota PBB. Sekretaris Jendral PBB saat ini adalah Ban Ki-Moon asal Korea Selatan yang menjabat sejak 1 Januari 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. NATO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organisation/NATO) adalah sebuah organisasi internasional untuk keamanan bersama yang didirikan pada tahun 1949, sebagai bentuk dukungan terhadap Persetujuan Atlantik Utara yang ditanda tangani di Washington, DC pada 4 April 1949. Nama resminya yang lain adalah dalam bahasa perancis : l’Organisation du Traité de l’Atlantique Nord (OTAN).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal utama persetujuan tersebut adalah Pasal V, yang berisi:&lt;br /&gt;Para anggota setuju bahwa sebuah serangan bersenjata terhadap salah satu atau lebih dari mereka di Eropa maupun di Amerika Utara akan dianggap sebagai serangan terhadap semua anggota. Selanjutnya mereka setuju bahwa, jika serangan bersenjata seperti itu terjadi, setiap anggota, dalam menggunakan hak untuk mepertahankan diri secara pribadi maupun bersama-sama seperti yang tertuang dalam Pasal ke-51 dari Piagam PBB, akan membantu anggota yang diserang jika penggunaan kekuatan semacam itu, baik sendiri maupun bersama-sama, dirasakan perlu, termasuk penggunaan pasukan bersenjata, untuk mengembalikan dan menjaga keamanan wilayah Atlantik Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal ini diberlakukan agar jika sebuah anggota Pakta Warsawa melancarkan serangan terhadap para sekutu Eropa dari PBB, hal tersebut akan dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota (termasuk Amerika Serikat sendiri), yang mempunyai kekuatan militer terbesar dalam persekutuan tersebut dan dengan itu dapat memberikan aksi pembalasan yang paling besar. Tetapi kekhawatiran terhadap kemungkinan serangan dari Eropa Barat ternyata tidak menjadi kenyataan. Pasal tersebut baru mulai digunakan untuk pertama kalinya dalam sejarah pada 12 September 2001, sebagai tindak balas terhadap serangan teroris 11 September 2001 terhadap AS yang terjadi sehari sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. ASEAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (PERBARA) atau lebih populer dengan sebutan Association of Southeast Asia Nations (ASEAN) merupakan sebuah organisasi geopolitik dan ekonomi dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara, yang didirikan di Bangkok, 8 Agustus 1967 melalui Deklarasi Bangkok oleh Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Organisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan pengembangan kebudayaan negara-negara anggotanya, serta memajukan perdamaian di tingkat regionalnya. Negara-negara anggota ASEAN mengadakan rapat umum pada setiap bulan November. Prinsip Utama ASEAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip-prinsip utama ASEAN adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;» Menghormati kemerdekaan, kedaulatan, kesamaan, integritas wilayah nasional, dan identitas nasional setiap negara&lt;br /&gt;» Hak untuk setiap negara untuk memimpin kehadiran nasional bebas daripada campur tangan, subversif atau koersi pihak luar&lt;br /&gt;» Tidak mencampuri urusan dalam negeri sesama negara anggota&lt;br /&gt;» Penyelesaian perbedaan atau perdebatan dengan damai&lt;br /&gt;» Menolak penggunaan kekuatan yang mematikan&lt;br /&gt;» Kerjasama efektif antara anggota&lt;br /&gt;Anggota ASEAN :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini ASEAN beranggotakan semua negara di Asia tenggara (kecuali Timor Leste dan Papua Nugini). Berikut ini adalah negara-negara anggota ASEAN:&lt;br /&gt;» Indonesia&lt;br /&gt;» Filipina&lt;br /&gt;» Malaysia&lt;br /&gt;» Singapura&lt;br /&gt;» Thailand&lt;br /&gt;» Brunei Darrussalam&lt;br /&gt;» Vietnam&lt;br /&gt;» Laos&lt;br /&gt;» Myanmar&lt;br /&gt;» Kamboja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. OKI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi Konferensi Islam (OKI) adalah sebuah organisasi antarpemerintahan yang menghimpun 57 negara di dunia. OKI didirikan di Rabat, Maroko pada 12 Rajab 1389 H (25 September 1969) dalam Pertemuan Pertama para Pemimpin Dunia Islam yang diselenggarakan sebagai reaksi terhadap terjadinya peristiwa pembakaran Masjid Al Aqsa pada 21 Agustus 1969 oleh pengikut fanatik Kristen dan Yahudi di Yerussalem.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:normal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span&gt;perkembangan Administrasi dalam sejarah&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;dapat dibagi dalam dua fase yaitu:&lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: 10.45pt; "&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:normal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;a.&lt;span style="mso-bidi-font-weight:bold"&gt;Fase Prasejarah (dapat dilihat dari beberapa peradaban)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:normal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span&gt;• &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;Mesopotamia&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:normal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Mesopotamia telah menjalankan sebagian prinsip-prinsip administrasi dan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:normal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Manajemen terutama bidang pemerintahan, perdagangan,komunikasi,Pengangkutan (pengangkutan sungai) dan telah digunakannyalogam sebagai alat tukar menukar , alat ukur dan hitung yang sudahbarang tentu memperlancar perdagangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:normal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span&gt;• &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;Babilonia&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:normal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Telah diterapkan administrasi dibidang pemerintahan, perdagangan,komunikasi,Pengangkutan. Sistem adm dibidang teknologi juga telahberhasil dengan adanya taman tergantung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:normal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Dalam Code Of Hammurabi dikembangkan manajerial guide line were setforth, pentingnya effective leader style, dalam didirikan menara babelsetinggi 650 Feet tampak Magnificient structures were erected, productionand inventory control was employed.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:normal;background:white"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Mesir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:normal;background:white"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Sistem desentralisasidan penggunaan staf penasehat pada 2000 tahunSM, peninggalan sejarah berupa Paramida yang diperkirakan 100.000orang selama 20 tahun, pekerjaan ini butuh sistemadministrasi yang handal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:normal;background:white"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span&gt;• &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;Cina&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:normal;background:white"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span&gt;Kira-kira pada tahun 1100 SM cina telah menyadari perlunyaperencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengawasan. Melaluiconfucion dengan adm kepegawaian tiongkok kuno dan Chow yang juga menjabat sebagai perdana mentri berhasil menciptakan apa yang disebut &lt;/span&gt;UUD Chow.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:normal;background:white"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span&gt;• &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;Romawi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:normal;background:white"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Dipelopori oleh Cicerodalam buku “de officiis” dan “de Legibus” (theLaw) dijelaskan tentang pemerintahan romawi yang berhasil memerintahdan kuasai daerah yang luas dengan bagi-bagi tugas pemerintahan dalamdepartemen-departemenyang disebut “Mangitrates” yang dipimpin olehmagistrator. Disamping itu ada adm perhubungan, adm perpajakan. Olehdeocletian, struktur empire diorganisasi dan dibagi dalam 100 Provinsi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;background: white"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Organisasi militer juga menyumbang perkembangan studi adm,penggunaan staf, keseragaman cara dalam pelaksanaan tugas tugas,penerapan disiplin, bahkan pernah digunakan oleh Alexander agung,Hannibal (182 SM), Caesar dan Napoleon&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;background: white"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; "&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;b.Fase Sejarah Hingga Revolusi Industri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span&gt;• &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Gereja katolik&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; "&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Mempunyai sumbangan besar terhadap pemikiran adm melalui praktekadm terutama dalam organisasi 1000 tahun yang lalu, memberi kontribusidalam hal Hirarki otoritas, spesialisasi aktivitas sepanjang garis fungsionaldan konsep staf.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; "&gt;&lt;span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; "&gt;&lt;span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; "&gt;&lt;span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; "&gt;&lt;span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span&gt;• &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Nicolo Machiaveli&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; "&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Merupakan orang yang memberi kontribusi secara individual terhadappengembangan pemikiran administrasi dan management, lahir pada tahun14 69 ia membuat analisis sistematis tentang Prince’s (manajer) job dandari itu dikembangkan prinsip-prinsip prektis yang digunakan sekarang iniseperti telah ada 500 tahun lalu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; "&gt;&lt;span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span&gt;• &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Revolusi Industri&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; "&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Inovasi teknologi dari revolusi industri memberi impak dinamik terhadappemikiran-pemikiran adm dan manajemen. Terjadi di inggris antara tahun1700-1785, revolusi industri di inggris mengubah manusia di segalabidang termasuk di bidang adm dan manajemen sebagai sebagai teknikdan praktek kerjasama manusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; "&gt;&lt;span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; "&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Pada abad 18 dan 19 terjadi revolusi teknologidi inggris. Tenaga manusia digantikan oleh mesin dan mesin-mesin uap menghasilkan tenaga yang lebih murah dan lebih efisien.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; "&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Pada fase revolusi industri,&lt;b&gt; Richard Arkwright&lt;/b&gt; memberi kontribusidalam penggunaan efficient managerial principles yang berhubungandengan produksi yang kontinu, koordinasi mesin-mesin, material, orang-orang , capital, factory disiplin dan tanda- tanda pembagian kerja.&lt;b&gt;Adam&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;Smith&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span&gt; juga memberi kontribusi tentang pembagian kerja, dimana&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; "&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;ditunjukkan bahwa spesialisasi dapat meningkatkan efisiensi,Perkembangan pemikiran dalam periode waktu hingga 1886 lebihmerupakan adm dan manajemen sebagai praktek pengaturan kerjasamauntuk mencapai tujuan,&lt;b&gt; administrasi lebih dikenal sebagai “seni”&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: white; "&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Puncak perkembangan organisasi dan manajemen pada fase sejarah adalahpermulaan abad 18 melalui karya charles babbage (1792-1871) seorangahli matemartika di universitas Cambridge inggris. Dalam bukunya “theeconomy of manufacture” menekankan pentingnya efisiensi dalam usahapencapaian tujuan dan pentingnya pembagian kerja, pada awalnya bukuitu tidak mendapat perhatian tetapi setelah lahirnya gerakan manajemenilmiyah di AS yang dipelopori F.W Taylor (1886) buku tersebut mulaidiperhatikan dan diselidiki. Lahirnya manajemen ilmiah merupakan fasemodern dalam perkembagan administrasidan merupakan titik awalperkembangan&lt;b&gt; administrasi sebagai ilmu pengetahuan&lt;/b&gt;, Pada fase modern pengembangan administrasi dan manajemen mulai menggunakanmetode-metode sehingga fase ini meupakan fase perubahan administrasidan manajemen sebagai prektek dan teknik kerjasama&lt;b&gt; sebagai seni&lt;/b&gt; &lt;b&gt;menjadi sebagai ilmu&lt;/b&gt; Pelopor pemikiran administrasi dan manajemen sebagai ilmu denganmenggunakan metode-metode ilmiyah adalah F.W Taylor dalam karyanya“shop Management” (1911) dan H.Fayol dalam karyanya “AdministrationIndutrialle et Generale” Manajemen Umum dan Industri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:normal;background:white"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt; font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:black"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8961297982327520213-2783318329255456950?l=kikiesaperdana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961297982327520213/posts/default/2783318329255456950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961297982327520213/posts/default/2783318329255456950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kikiesaperdana.blogspot.com/2011/03/administrasi-internasional.html' title='administrasi internasional'/><author><name>Nuwanda</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-qZwCXZrsWpY/Tc4wJykWfEI/AAAAAAAAAOg/Mb_PIYLksls/s220/2701923090_1c22d05427.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8961297982327520213.post-6052323564639545151</id><published>2011-03-26T05:08:00.000-07:00</published><updated>2011-09-01T22:27:49.906-07:00</updated><title type='text'>pengantar public relations</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Apakah Public Relations ?&lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;            Harus diakui, mendengar istilah Public Relations masih banyak orang yang salah paham. Dalam kesalah-kaprahan itu, Public Relations dipahami sebagai:&lt;br /&gt;1.     Sekelompok orang yang bertugas melakukan lobby, menyelenggarakan konferensi pers, jamuan makan, menseleksi wartawan yang ingin mewawancarai pimpinan, membayar media untuk menulis atau tidak menulis suatu berita, mengatur protokoler, menghadapi komplain dari pihak ketiga.&lt;br /&gt;2.     Sebuah bidang yang harus dipimpin oleh seorang selebritis, figur publik atau mantan perwira dari organisasi militer.&lt;br /&gt;3.     PR hanya bertugas melakukan klipping dan melayani permintaan sumbangan dari berbagai pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Terus terang, agak susah untuk menemukan definisi yang sederhana mengenai Public Relations atau PR. PR memiliki banyak definisi baik sebagai suatu teknik komunikasi maupun sebagai bagian dari fungsi manajemen. Tapi, kalau mau diambil ringkasannya keseluruhan definis itu, mengandung pengertian dan unsur-unsur sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.     Deliberate. PR activity is intentional. It is designed to influence, gain understanding, provide information and obtain feedback.&lt;br /&gt;2.     Planned. PR activity is organized. Solutions to problems are discovered and logistics are thought out, with the activity taking place over a period of time. It is systematic, requiring research and analysis.&lt;br /&gt;3.     Performance. Effective public relations is based on actual policies and performance. No amount of public relations will generate goodwill and support if the organization is unresponsive to community concerns.&lt;br /&gt;4.     Public Interest. The rationale for any public relations activity is to serve the public interest, and not simply to achieve benefits for organization. Idealnya kegiatan PR menguntungkan keduanya: organisasi dan publiknya.&lt;br /&gt;5.     Two-Way Communication. Definisi PR kadang menimbulkan kesan kegiatan PR lebih banyak berkaitan dengan disseminasi materi informasi, kendati demikian dalam definisi terdapat juga kebutuhan akan memperoleh tanggapan atau umpan balik dari publik. Padahal kemampuan mendengarkan juga merupakan bagian penting dari keahlian berkomunikasi.&lt;br /&gt;6.     Management Function. PR baru efektif jika menjadi bagian dari pengambil keputusan pimpinan tertinggi. Karena itu PR juga berfungsi sebagai konselor dan pemecah persoalan di tingkat atas, dan tidak sekedar merilis informasi setelah sebuah keputusan dibuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi pada dasarnya, Public Relations merupakan suatu kegiatan komunikasi dua arah dari suatu fungsi manajemen yang bertujuan memperoleh pengakuan positif mengenai citra dirinya (perusahaan/individu). Sebagai suatu kegiatan komunikasi, kegiatan PR merupakan pengembangan dari proses komunikasi sederhana&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Istilah Public Relations yang di Indonesia secara umum diterjemahkan menjadi Hubungan Masyarakat, sebenarnya baru dikenal pada abad ke-20, namun gejalanya sudah tamapk sejak abad-abad sebelumnya, bahkan sejak manusia masih primitif. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Unsur-unsur dasarnya–memberi informasi, membujuk, dan mengintegrasikan khalayak—selalu tampak dalam kehidupan masyarakat zaman dahulu. Gejala tersebut terlihat pada adanya hubungan yang harmonis diantara individu-individu, individu dengen kelompok, ataupun antar kelompok, di dalam pergaulan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harmonis dalam arti adanya saling pengertian dan persesuaian antara kedua belah fihak, satu sama lain saling memberikan keuntungan dan merasa senang. Hanya saja pada waktu itu orang belum menemukan istilah (public relations) yang cocok untuk melukiskan kegiatan dimaksud. Padahal apa yang dilakukan Cleopatra dengan keindahannya sebagai ratu, dalam rangka menyambut Mark Anthony di tepi sungai Nili, sebenerna merupakan kegiatan PR (Griswold dalam Kustadi Suhandang, 2004).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Public relations modern&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pesatnya perkembangan demokrasi, maupun majunya perkembangan industri, semuanya menyebabkan pergesaran-pergeseran atau kegoncangan-kegoncanagan hebat di bumi ini. Pergeseran tersebut mengakibatkan perubahan dan kemajuan yang luas, tidak saja dalam bidang perdagangan dan perniagaan, tetapi juga dalam lapangan politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, keamanan dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejalan dengan perkembangan tersebut, komunikasipun dituntut untuk lebih maju lagi sehingga kegiatan Public Relations pun semakin banyak dipergunakan, banyak dipelajari, dan diteliti. Public relations dari berbagai badan, perusahan, atau pun instansi-instansi dalam masyrakat mendapat tugas untuk senantiasa mengikuti dan menganalisa masalah-masalah yang timbul, baik dari dalam badan itu sendiri, maupun dari publiknya. Masalah-masalah yang timbul akibat adanya pergeseran-pergeseran dan kegoncangan-kegoncangan yang terjadi di dalam masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1906, sebuah industri besar di Amerika meminta Ivy Lee untuk menjadi juru bicara dalam hubungan antara perusahaan dengan public dan badan-badan lainnya. Dari situ Lee memulai karirnya sebagai seorang publisist. Karena itu Ivy Lee dianggap sebagai pelopor Public relations Modern. Karena jasanya, dalam bidang Public Relations Ivy Lee disebut sebagai Father of Public Relations.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa itu public relations?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut para pakar, hingga saat ini belum terdapat konsensus mutlak tentang difinisi dari PR. Ketidaksepakatan tersebut disebabkan oleh: pertama beragamnya definisi PR yang telah dirumuskan baik oleh para pakar maupun profesional PR didasari perbedaan sudut pandang mereka terhadap pengertian Humas/PR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi yang sangat umum diberikan oleh John. E. Marston :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ PR is planned, persuasive communication designed to influence significant public”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PR adalah kegiatan komunikasi yang terencana dan persuasif untuk mendesain publik-publik yang nyata. PR bukanlah ilmu tradisional yang digunakan untuk menghadapi tujuan-tujuan sesaat. PR perlu direncanakan dalam suatu pendekatan manajemen kepada target-target public tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari definisi yang sangat umum tadi, kita menuju kepada definisi yang lebih spesifik, yang lebih konkret. Marston memberikan defisnisi yang baik sekali lagi : “PR adalah seni untuk membuat perusahaan Anda disukai dan dihormati oleh para karyawan, konsumen dan para penyalurnya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Harlow (dalam Grunig, James E, 1984: 7), memberikan definisi dengan mengkombinasikan berbagai elemen dari berbagai definisi sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Public Relations is the distinctive management functions which helps establish and maintain mutual line of communication, acceptance and cooperation between an organization and its public; involves the management of problems and issues; helps management to keep informed on and responsive to public opinion……………….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Public Relations adalah fungsi managemen yang membantu mendirikan dan memelihara hubungan komunikasi yang saling menguntungkan, keterbukaan dan kerjasama antara organisasi dan publiknya, melibatkan manajemen problem dan issu, membantu manajemen untuk tetap terinfomasi dan responsive terhadap publik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi Harlow walaupun terkesan sangat umum ataupun general, memberikan arti penting bagi kegiatan PR itu sendiri. Bahwa kegiatan PR yang dilakukan oleh setiap organisasi maupun institusi pada intinya adalah kegiatan komunikasi, serta membantu agar manejemen tetap terinformasi (keluar dan kedalam) serta responsive terhadap apa yang terjadi pada lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Baskin, Otin et al mendefinisikan PR dalam definisi yang lebih operasional yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Public relations is a management function that helps achieve organizational objectives, define philosophy, and facilitate organizational change. Public Relations practitioners communicate with all relevant internal and external public to develop positive relationship and to create consistency between organizational goalsand societal expectations…….”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari definisi tersebut Baskin, Otin dan kawan-kawan mencoba untuk mendefinisikan fungsi PR secara lebih luas, dimana PR adalah sebuah fungsi (bagian) dari manajemen yang bertangung jawab untuk mencapai tujuan organisasi dan berkomunikasi dengan publik internal dan eksternal untuk mengembangkan sebuah hubungan yang positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kenyataannya, tidak semua praktisi melakukan apa yang didefisinikan oleh Baskin. Beberapa bahkan praktisi PR melakukan hal yang lebih luas (more broadly) dari apa yang didefinisikan oleh Baskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa definisi PR menekankan pada fungsi komunikasi dari PR. Pada dasarnya , semua manajer di dalam organisasi bertanggung jawab dan terlibat dalam komunikasi, tetapi PR manajer memiliki tanggung jawab yang lebih besar, dan memiliki tanggung jawab yang lebih spesifik di dalam komunikasi. Komunikasi berperan di dalam skill (keahlian) seorang PR, juga harus nampak dalam tugas-tugasnya (tasks performed). Ahli PR yang bernama Gene Harlan dan Alan Scott menekankan sbb : “skilled communication of ideas to various publics with the object of producing desired results”. Artinya bahwa keahlian komunikasi harus nampak di dalam segala ide yang dihasilkan untuk publik yang beragam dengan obyek (PR) dalam mendapatkan hasil sesuai dengan yang diinginkan “. Masih menurut Gene Harlan, tugas (objek PR) antara lain produksi release, laporan tahunan (annual report), majalah karyawan perusahaan (employee magazine). Seorang PR akan berhubungan dengan hal-hasl tsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain harus nampak pada skill, seorang PR juga harus dapat mengaplikasikan komunikasi dalam sistem. Frank Jefkins dalam Baskin, Otis (et.al,p.9) mendeskripsikan sebagai “a system of communications to create goodwill”, artinya bawa sistem dari komunikasi akan menciptakan hubungan baik (goodwill). Sistem komunikasi yang dimaksud adalah metode untuk mengumpulkan informasi , memelihara hubungan baik dengan publik baik secara internal maupun eksternal adalah contoh dari pelaksanaan sistem komunikasi. Yang terakhir yaitu public relations bertanggung jawab terhadap terciptanya komunikasi 2 arah yang sistematis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan PR dalam suatu organisasi terutama difungsikan untuk menunjang fungsi-fungsi manajemen perusahaan untuk mencapai tujuan bersama. Adanya berbagai kemajuan telah mengakibatkan terjadinya pembaruan dalam masyarakat. Cara hidup mesyarakat yang semakin modern dan semakin terspesialisasi dalam bidang-bidang tertentu, semakin mempengaruhi fungsi tersebut. Kondisi di atas jelas memerlukan keahlian khusus di bidang PR. Praktisi PR dituntut kemempuannya untuk mengkoordinasikan atau mengelola pemanfaatan sumber daya organisasi untuk penyelenggaraan komunikasi 2 arah antara organisasi dan publiknya. Kaitan antara PR dengan konsep manajemen menghasilkan pemahaman akan pentingnya public relations, seperti dinyatakan oleh Mc Elreath:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Management PR berarti melakukan penelitian, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi terhadap berbagai kegiatan komunikasi yang disponsori oleh organisasi. Bentuk kegiatan komunikasi dapat berupa penerbitan brosur perusahaan, pertemuan-pertemuan kelompok kecil sampai pada kegiatan yang sangat kompleks seperti konferensi pers dengan menggunakan satelit”.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Dari pernyataan tersebut manajemen public relations dipahami sebagai bentuk pengelolaan public relations dengan menerapkan fungsi-fungi manajemen yaitu dengan menjalankan penelitian, perencanaan dan evaluasi terhadap program yang dijalankan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, Tahoma, Arial, sans-serif; line-height: 17px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-weight: bold; "&gt;Fungsi Public Relation&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menurut Maria (2002, p.31), “public relation merupakan satu bagian dari satu nafas yang sama dalam organisasi tersebut, dan harus memberi identitas organisasinya dengan tepat dan benar serta mampu mengkomunikasikannya sehingga publik menaruh kepercayaan dan mempunyai pengertian yang jelas dan benar terhadap organisasi tersebut”. Hal ini sekedar memberikan gambaran tentang fungsi public relation yaitu:&lt;br /&gt;1. Kegiatan yang bertujuan memperoleh itikad baik, kepercayaan, saling adanya pengertian dan citra yang baik dari publik atau masyarakat pada umumnya.&lt;br /&gt;2. Memiliki sasaran untuk menciptakan opini publik yang bisa diterima dan menguntungkan semua pihak.&lt;br /&gt;3. Unsur penting dalam manajemen guna mencapai tujuan yang spesifik, sesuai harapan publik, tetapi merupakan kekhasan organisasi atau perusahaan. Sangat penting bagaimana organisasi memiliki warna, budaya, citra, suasana, yang kondusif dan menyenangkan, kinerja meningkat, dan produktivitas bisa dicapai secara optimal.&lt;br /&gt;4. Usaha menciptakan hubungan yang harmonis antara organisasi atau perusahaan dengan publiknya, sekaligus menciptakan opini publik sebagai efeknya, yang sangat berguna sebagai input bagi organisasi atau perusahaan yang bersangkutan.&lt;br /&gt;Dapat disimpulkan bahwa public relation lebih berorientasi kepada pihak perusahaan untuk membangun citra positif perusahaan, dan hasil yang lebih baik dari sebelumnya karena mendapatkan opini dan kritik dari konsumen. Tetapi jika fungsi public relation yang dilaksanakan dengan baik benar-benar merupakan alat yang ampuh untuk memperbaiki, mengembangkan peraturan, budaya organisasi, atau perusahaan, dan suasana kerja yang kondusif, serta peka terhadap karyawan, maka diperlukan pendekatan khusus dan motivasi&lt;br /&gt;dalam meningkatkan kinerjanya. Dengan singkat dapat dikatakan bahwa fungsi public relation adalah memelihara, mengembangtumbuhkan, mempertahankan adanya komunikasi timbal balik yang diperlukan dalam menangani, mengatasi masalah yang muncul, atau meminimalkan munculnya masalah (Black, 2002).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, Tahoma, Arial, sans-serif; line-height: 17px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-weight: bold; "&gt;Tujuan Public Relation&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tujuan utama dari public relation adalah mempengaruhi perilaku orang secara individu maupun kelompok saat saling berhubungan, melalui dialog dengan semua golongan, dimana persepsi, sikap dan opininya penting terhadap suatu kesuksesan sebuah perusahaan (Davis, 2003).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;br /&gt;Menurut Rosady Ruslan (2001, p.246) tujuan public relation adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. Menumbuhkembangkan citra perusahaan yang positif untuk publik eksternal atau masyarakat dan konsumen.&lt;br /&gt;b. Mendorong tercapainya saling pengertian antara publik sasaran dengan perusahaan.&lt;br /&gt;c. Mengembangkan sinergi fungsi pemasaran dengan public relation.&lt;br /&gt;d. Efektif dalam membangun pengenalan merek dan pengetahuan merek.&lt;br /&gt;e. Mendukung bauran pemasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jefkins (2003, p.54) mendefinisikan dari sekian banyak hal yang bisa dijadikan tujuan public relation sebuah perusahaan, beberapa diantaranya yang pokok adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. Untuk mengubah citra umum di mata masyarakat sehubungan dengan adanya kegiatan-kegiatan baru yang dilakukan oleh perusahaan.&lt;br /&gt;b. Untuk meningkatkan bobot kualitas para calon pegawai.&lt;br /&gt;c. Untuk menyebarluaskan suatu cerita sukses yang telah dicapai oleh perusahaan kepada masyarakat dalam rangka mendapatkan pengakuan.&lt;br /&gt;d. Untuk memperkenalkan perusahaan kepada masyarakat luas, serta membuka pangsa pasar baru.&lt;br /&gt;e. Untuk mempersiapkan dan mengkondisikan masyarakat bursa saham atas rencana perusahaan untuk menerbitkan saham baru atau saham tambahan.&lt;br /&gt;f. Untuk memperbaiki hubungan antar perusahaan itu dengan masyarakatnya, sehubungan dengan telah terjadinya suatu peristiwa yang mengakibatkan kecaman, kesangsian, atau salah paham di kalangan masyarakat terhadap niat baik perusahaan.&lt;br /&gt;g. Untuk mendidik konsumen agar mereka lebih efektif dan mengerti dalam memanfaatkan produk-produk perusahaan.&lt;br /&gt;h. Untuk meyakinkan masyarakat bahwa perusahaan mampu bertahan atau bangkit kembali setelah terjadinya suatu krisis.&lt;br /&gt;i. Untuk meningkatkan kemampuan dan ketahanan perusahaan dalam menghadapi resiko pengambilalihan oleh pihak lain.&lt;br /&gt;j. Untuk menciptakan identitas perusahaan yang baru.&lt;br /&gt;k. Untuk menyebarluaskan informasi mengenai aktivitas dan partisipasi para pimpinan perusahaan organisasi dalam kehidupan sosial sehari-hari.&lt;br /&gt;l. Untuk mendukung keterlibatan suatu perusahaan sebagai sponsor dari suatu acara.&lt;br /&gt;m. Untuk memastikan bahwa para politisi benar-benar memahami kegiatan-kegiatan atau produk perusahaan yang positif, agar perusahaan yang bersangkutan terhindar dari peraturan, undang-undang, dan kebijakan pemerintah yang merugikan.&lt;br /&gt;n. Untuk menyebarluaskan kegiatan-kegiatan riset yang telah dilakukan perusahaan, agar masyarakat luas mengetahui betapa perusahaan itu mengutamakan kualitas dalam berbagai hal.&lt;br /&gt;Secara keseluruhan tujuan dari public relation adalah untuk menciptakan citra baik perusahaan sehingga dapat menghasilkan kesetiaan publik terhadap produk yang ditawarkan oleh perusahaan (Mulyana, 2007). Selain itu public relation bertujuan untuk menciptakan, membina dan memelihara sikap budi yang menyenangkan bagi lembaga atau organisasi di satu pihak dan dengan publik di lain pihak dengan komunikasi yang harmonis dan timbal balik (Maria, 2002).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, Tahoma, Arial, sans-serif; line-height: 17px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8961297982327520213-6052323564639545151?l=kikiesaperdana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961297982327520213/posts/default/6052323564639545151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961297982327520213/posts/default/6052323564639545151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kikiesaperdana.blogspot.com/2011/03/pengantar-public-relations.html' title='pengantar public relations'/><author><name>Nuwanda</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-qZwCXZrsWpY/Tc4wJykWfEI/AAAAAAAAAOg/Mb_PIYLksls/s220/2701923090_1c22d05427.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8961297982327520213.post-6562514721460100974</id><published>2011-03-26T05:05:00.000-07:00</published><updated>2011-05-29T21:25:12.847-07:00</updated><title type='text'>komunikasi politik</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1.1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-weight: inherit; font-style: inherit; font-family: inherit; vertical-align: baseline; "&gt;Komunikasi Politik (Political Communication) merupakan “gabungan” dua disiplin ilmu yang berbeda namun terkait sangat erat, yakni Ilmu Komunikasi dan Ilmu Politik. Oleh karena itu, sebelum memasuki pembahasan tentang pengertian dan proses komunikasi politik, dibahas lebih dulu tentang pengertian komunikasi dan politik.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1.1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-weight: inherit; font-style: inherit; font-family: inherit; vertical-align: baseline; "&gt;Komunikasi adalah proses penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberi tahu atau mengubah sikap, pendapat, perilaku baik langsung maupun tidak langsung.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1.1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-weight: inherit; font-style: inherit; font-family: inherit; vertical-align: baseline; "&gt;Berbagai definisi komunikasi dari para pakar komunikasi dikaji dan didiskusikan, antara lain: “Who says what in which channel to whom and with what effects – Siapa mengatakan apa melalui saluran mana kepada siapa dan dengan pengaruh apa” (Harold Lasswell) dan “Saling berbagi informasi, gagasan, atau sikap” (Wilbur Schramm). Dibahas pula tentang fungsi, jenis, komponen, dan proses komunikasi secara umum. Unsur-unsur komunikasi yaitu Komunikator/Sender (Pengirim pesan), Encoding (Proses penyusunan ide menjadi simbol/pesan), Message (Pesan), Media/Channel (Saluran), Decoding (Proses pemecahan/penerjemahan simbol-simbol), Komunikan/eceiver (Penerima pesan), dan Feed Back/Effect (Umpan balik, respon, atau pengaruh).&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 1.1em; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-weight: inherit; font-style: inherit; font-family: inherit; vertical-align: baseline; "&gt;Politik adalah kajian tentang kekuasaan (power) atau seni memerintah. Dibahas dan didiskusikan berbagai pendapat tentang definisi politik, antara lain “ho gets what, when, and how” (Harold Laswell), “Authoritative allocation of values – alokasi nilai-nilai secara otoritatif/sah/sesuai dengan kewenangan” (David Easton), “Kekuasaan dan pemegang kekuasaan” (G.E.G Catlin), “Pengambilan keputusan kolektif atau pembuatan kebijakan umum untuk masyarakat seluruhnya” (Joyce Mitchell), “Seni memerintah”; “Penggunaan pengaruh, perjuangan kekuasaan, dan persaingan alokasi nilai-nilai dalam masyarakat (Kamus Analisa Politik, Jack Plano dkk.), dan “Proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan , khususnya dalam negara; Seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional; Hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan negara; Kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di masyarakat; Segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik (Wikipedia).&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Secara sederhana, komunikasi politik (political communication) adalah komunikasi yang melibatkan pesan-pesan politik dan aktor-aktor politik, atau berkaitan dengan kekuasaan, pemerintahan, dan kebijakan pemerintah. Dengan pengertian ini, sebagai sebuah ilmu terapan, komunikasi politik bukanlah hal yang baru. Komunikasi politik juga bisa dipahami sebagai komunikasi antara ”yang memerintah” dan ”yang diperintah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengkomunikasikan politik tanpa aksi politik yang kongkret sebenarnya telah dilakukan oleh siapa saja: mahasiswa, dosen, tukang ojek, penjaga warung, dan seterusnya. Tak heran jika ada yang menjuluki Komunikasi Politik sebagai neologisme, yakni ilmu yang sebenarnya tak lebih dari istilah belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam praktiknya, komuniaksi politik sangat kental dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, dalam aktivitas sehari-hari, tidak satu pun manusia tidak berkomunikasi, dan kadang-kadang sudah terjebak dalam analisis dan kajian komunikasi politik. Berbagai penilaian dan analisis orang awam berkomentar sosal kenaikan BBM, ini merupakan contoh kekentalan komunikasi politik. Sebab, sikap pemerintah untuk menaikkan BBM sudah melalui proses komunikasi politik dengan mendapat persetujuan DPR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Gabriel Almond (1960): komunikasi politik adalah salah satu fungsi yang selalu ada dalam setiap sistem politik. “All of the functions performed in the political system, political socialization and recruitment, interest articulation, interest aggregation, rule making, rule application, and rule adjudication,are performed by means of communication.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi politik merupakan proses penyampaian pesan-pesan yang terjadi pada saat keenam fungsi lainnya itu dijalankan. Hal ini berarti bahwa fungsi komunikasi politik terdapat secara inherent di dalam setiap fungsi sistem politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Process by which a nation’s leadership, media, and citizenry exchange and confer meaning upon messages that relate to the conduct of public policy. (Perloff).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Communication (activity) considered political by virtue of its consequences (actual or potential) which regulate human conduct under the condition of conflict (Dan Nimmo). Kegiatan komunikasi yang dianggap komunikasi politik berdasarkan konsekuensinya (aktual maupun potensial) yang mengatur perbuatan manusia dalam kondisi konflik. Cakupan: komunikator (politisi, profesional, aktivis), pesan, persuasi, media, khalayak, dan akibat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Communicatory activity considered political by virtue of its consequences, actual, and potential, that it has for the funcioning of political systems (Fagen, 1966).&lt;br /&gt;· Political communication refers to any exchange of symbols or messages that to a significant extent have been shaped by or have consequences for the political system (Meadow, 1980).&lt;br /&gt;· Komunikasi politik merupakan salah satu fungsi partai politik, yakni menyalurkan aneka ragam pendapat dan aspirasi masyarakat dan mengaturnya sedemikian rupa –“penggabungan kepentingan” (interest aggregation” dan “perumusan kepentingan” (interest articulation) untuk diperjuangkan menjadi public policy. (Miriam Budiardjo).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Jack Plano dkk. Kamus Analisa Politik: penyebaran aksi, makna, atau pesan yang bersangkutan dengan fungsi suatu sistem politik, melibatkan unsur-unsur komunikasi seperti komunikator, pesan, dan lainnya. Kebanyakan komunikasi politik merupakan lapangan wewenang lembaga-lembaga khusus, seperti media massa, badan informasi pemerintah, atau parpol. Namun demikian, komunikasi politik dapat ditemukan dalam setiap lingkungan sosial, mulai dari lingkup dua orang hingga ruang kantor parlemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Wikipedia: Political communication is a field of communications that is concerned with politics. Communication often influences political decisions and vice versa.&lt;br /&gt;The field of political communication concern 2 main areas:&lt;br /&gt;1. Election campaigns - Political communications deals with campaigning for elections.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;2. Political communications is one of the Government operations. This role is usually fullfiled by the Ministry of Communications and or Information Technology.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Manfaat Keberadaan Komunikasi Politik&lt;br /&gt;mengenai apa arti dan manfaatnya komunikasi politik dalam tatanan kehidupan politik sehari-hari maka seharusnya masyarakat sudah menangkap dengan jelas keberadaan model-model komunikasi yang ditimbulkan dalam perpolitikan, peran komunikasi memegang peran penting dalam mengupayakan kepekaaan setiap kejadian politik yang berlangsung dewasa ini. Setelah kita memahami apakah komunikasi dan dan definisi politik maka kita secara tidak langsung akan memahami pola hubungan komunikasi yang terjadi didalamnya. Secara umum juga dijelaskan bagaimana komunikasi politik muncul sebagai suatu bidang studi yang mencoba untuk berdiri sendiri.&lt;br /&gt;Dalam memahami mata kuliah ini diperkenalkan juga berbagai pendekatan teoritik maupun metodologis yang mampu menjelaskan komunikasi politik sebagai suatu suatu disiplin ilmu. Secara operasional komunikasi politik ini juga memberikan contoh-contoh konkrit dalam interaksi komunikasi maupun politik, baik dalam lingkup nasional, regional maupun internasional. Oleh karena itu pembahasan juga akan menyentuh disiplin lain secara terbatas, seperti komunikasi internasional, hubungan internasional, maupun dalam lingkup international political communication. Sementara bidang-bidang lain yang relatif dianggap baru seperti ekonomi politik media, teknologi media dibahas secara terbatas.&lt;br /&gt;Dalam substansi operasionalnya akan dibahas mengenai batasan komunikasi politik, baik dalam arti sempit maupun dalam arti luas. Kemudian akan dibahas juga secara mendalam komunikasi persuasive dalam komunikasi politik seperti bahasa politik, retorik politik, iklan politik propaganda dan debat politik, sampai kepada sosialisasi politik, kampanye politik, pendapat umum dan lainnya kesemuanya dikaitkan dengan peran komunikasi sebagai komponen yang dominan.&lt;br /&gt;Ketika kita berbicara masalah komunikasi politik maka kita mau tidak mau akan berbicara masalah komunikasi dan politik, dan akan berbicara masalah komponen dan segala sesuatunya yang terdapat didalamnya. Mata rantai disiplin ilmu kemudian akan nampak bahwa komunikasi politik juga berhubungan dengan masalah sosial, budaya, agama dan lain sebagainya. Sehingga jelas bahwa disini komunikasi politik membelikan peluang untuk para praktisi mempelajarinya guna memperkaya khasanah keilmuan dan mempertajam daya analisis.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Pers adalah lembaga sosial (social institution) atau lembaga kemasyarakatan yang merupakan subsistem dari sistem pemerintahan di negara dimana ia beropreasi, bersama-sama dengan subsistem lainnya.&lt;br /&gt;Ditinjau dari sistem, pers merupakan sistem terbuka yang probabilistik. Terbuka artinya bahwa pers tidak bebas dari pengaruh lingkungan; tetapi dilain pihak pers juga mempengaruhi lingkungan probabilistik berarti hasilnya tidak dapat diduga secara pasti. Situasi seperti itu berbeda dengan sistem tertutup yang deterministik. Dalam buku "Four Theories of the Press" dengan penulis; Fres S. Siebert, Theodore Peterson dan Wilbur Schramm. bahwa Pers dapat dikategorikan menjadi;&lt;br /&gt;1. authoritarian press (pers otoritarian)&lt;br /&gt;2. libertarian press (pers libertarian)&lt;br /&gt;3. soviet communist press atau pers komunis soviet&lt;br /&gt;4. social responsibility press atau pers tanggung jawab sosial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kritikan terhadap empat teori diatas.&lt;br /&gt;1. Lowenstein, dalam bukunya "Media, Messages, and Men"&lt;br /&gt;mengatakan bahwa empat teori pers itu tidak fleksibel dan tidak dapat diaplikasikan pada semua sistem pers. Kemudian ia menyarankan "pendekatan dua deretan bertingkat" (two tiered approach) yang mengidentifikasikan tipe kepemimpinan dan filsafat.&lt;br /&gt;2. William Hachten, dalam karyanya "The World News Prism" mengajukan "five concept typology" yg berpegan pada ideologi authoritarian dan komunis serta kombinasi libertarian dan tanggung jawab sosial ke dalam konsep barat, dan menambah dua teori baru: "revolutionary dan developmental" (Merril, 1991:16-17)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian Pers&lt;br /&gt;- arti sempit: media massa cetak seperti surat kabar, majalah tabloid, dan sebagainya&lt;br /&gt;- arti luas: media massa cetak elektronik, antara lain radio siaran dan televisi siaran, sebagai media yg menyiarkan karya jurnalistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi Pers&lt;br /&gt;1. Fungsi Menyiarkan Informasi&lt;br /&gt;2. Fungsi Mendidik&lt;br /&gt;3. Fungsi Menghibur&lt;br /&gt;4. Fungsi Mempengaruhi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pers Pancasila&lt;br /&gt;Sesungguhnya istilah Pers Pancasila sudah dikemukakan oleh M.Wonohito, seorang wartawan senior kenamaan, jauh sebelum dicanangkan secara resmi oleh Dewan Pers dalam Sidang Pleno XXV di Surakarta pada tanggal 7-8 Desember 1984.&lt;br /&gt;Alasan Wonohito untuk menampilkan apa yang ia sebutkan "Pancasila Press Theory", dapat disimak dari paparannya berikut ini.&lt;br /&gt;"Sesungguhnya pers tidak dapat diangkat dari dan tidak dapat ditinjau lepas daripada struktur masyaraktnya. Membayangkan seakan-akan pers lepas dari sosiological context salah besar. Sama kelirunya apabila kita pura-pura tidak melihat adanya sociological determination, suratan sosiologis yang berlaku terhadap tiap-tiap lembaga kemasyarakatan.&lt;br /&gt;oleh karena itu struktu sosial politik bersifat menentukan bagi corak, sepak terjang serta tujuan yang hendak dicapai oleh Pers. Dan karena struktur sospol dilandasi masyarakat, perspun berlandaskan atas dan mencerminkan falsafah masyarakat".&lt;br /&gt;Dalam Pembahasannya tiu Wonohito menyinggun pula empat teori pers dari buku terkenal "Four Theories of the Press" yang ditulis oleh Fred S Siebert, Theodore Peterson, dan Wilbur Schramm, keempat teori pers itu menurutnya bolehlah kita tambahkan satu sistem lagi, yaitu Pancasila Press Theory, sebab falsafah Pancasila melahirkan teori pers sendiri, yang tidak termasuk dalam empat teorinya Siber, Peterson dan Schramm itu.&lt;br /&gt;intisari keputusan sidang pleno xxv dewan pers mengeani pers pancasila itu, adalah sbb;&lt;br /&gt;Pers Indonesia adalah Pers Pancasila dalam arti pers yang orientasi, sikap dan tingkah lakunya berdasarkan pada nilan-nilai Pancasila dan UUD 1945.&lt;br /&gt;Pers Pembanguna adalah Pers Pancasila dalam arti mengamalkan Pancasila dan UUD 1945 dalam pembangunan berbagai aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, termasuk pembangunan pers itu sendiri.&lt;br /&gt;Hakikat Pers Pancasila adalah Pers yang sehat, yakni pers yang bebas dan bertanggung jawab dalam menjalankan fungsinya sebagai penyebar informasi yang benar dan objektif, penyaluran aspirasi rakyat dan kontrol sosial konstruktif. Melalui hakikat dan funsi pers pancasila mengembangkan suasana sain percaya menuju masyarakat terbuka yang demokratis dan bertanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 12px; font-family: arial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: normal; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Komunikator Politik terdiri dari tiga kategori: Politisi, Profesional, dan Aktivis.&lt;br /&gt;1. Politisi adalah orang yang bercita-cita untuk dan atau memegang jabatan pemerintah, seperti aktivis parpol, anggota parlemen, menteri, dsb.;&lt;br /&gt;2. Profesional adalah orang yang menjadikan komunikasi sebagai nafkah pencahariannya, baik di dalam maupun di luar politik, yang uncul akibat revolusi komunikasi: munculnya media massa lintas batas dan perkembangan sporadis media khusus (majalah internal, radio siaran, dsb.) yang menciptakan publik baru untuk menjadi konsumen informasi dan hiburan. Terdiri dari jurnalis (wartawan, penulis) dan promotor (humas, jurubicara, jurukampanye, dsb.).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: normal; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;3. Aktivis – (a) Jurubicara (spokesman) bagi kepentingan terorganisasi, tidak memegang atau mencita-citakan jabatan pemerintahan, juga bukan profesional dalam komunikasi. Perannya mirip jurnalis. (b) Pemuka pendapat (opinion leader) –orang yang sering dimintai petunjuk dan informasi oleh masyarakat; meneruskan informasi politik dari media massa kepada masyarakat. Misalnya tokoh informal masyarakat kharismatis, atau siapa pun yang dipercaya publik.&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-family: arial; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: normal; "&gt;&lt;br /&gt;Proses Komunikasi Politik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Proses komunikasi politik sama dengan proses komunikasi pada umumnya (komunikasi tatap muka dan komunikasi bermedia) dengan alur dan komponen:&lt;br /&gt;1. Komunikator/Sender – Pengirim pesan&lt;br /&gt;2. Encoding – Proses penyusunan ide menjadi simbol/pesan&lt;br /&gt;3. Message – Pesan&lt;br /&gt;4. Media – Saluran&lt;br /&gt;5. Decoding – Proses pemecahan/ penerjemahan simbol-simbol&lt;br /&gt;6. Komunikan/Receiver – Penerima pesan&lt;br /&gt;7. Feed Back – Umpan balik, respon.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: normal; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;strong style="font-family: arial; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: normal; "&gt;Saluran Komunikasi Politik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Komunikasi Massa – komunikasi ‘satu-kepada-banyak’, komunikasi melalui media massa.&lt;br /&gt;2. Komunikasi Tatap Muka –dalam rapat umum, konferensi pers, etc.— dan Komunikasi Berperantara –ada perantara antara komunikator dan khalayak seperti TV.&lt;br /&gt;3. Komunikasi Interpersonal – komunikasi ‘satu-kepada-satu’ –e.g. door to door visit, temui publik, etc. atau Komunikasi Berperantara –e.g. pasang sambungan langsung ’hotline’ buat publik.&lt;br /&gt;4. Komunikasi Organisasi – gabungan komunikasi ‘satu-kepada-satu’ dan ‘satu-kepada-banyak’: Komunikasi Tatap Muka e.g. diskusi tatap muka dengan bawahan/staf, etc. dan Komunikasi Berperantara e.g. pengedaran memorandum, sidang, konvensi, buletin, newsletter, lokakarya, etc.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8961297982327520213-6562514721460100974?l=kikiesaperdana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961297982327520213/posts/default/6562514721460100974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961297982327520213/posts/default/6562514721460100974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kikiesaperdana.blogspot.com/2011/03/komunikasi-politik.html' title='komunikasi politik'/><author><name>Nuwanda</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-qZwCXZrsWpY/Tc4wJykWfEI/AAAAAAAAAOg/Mb_PIYLksls/s220/2701923090_1c22d05427.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8961297982327520213.post-1341145018866968520</id><published>2010-11-10T19:59:00.000-08:00</published><updated>2011-01-20T21:56:25.626-08:00</updated><title type='text'>HI 2</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 19px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Ruang Lingkup dan Aktor-Aktor HI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 19px; "&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Setelah kita memahami definisi HI, maka pertanyaan selanjutnya yang muncul adalah interaksi-interaksi internasional apa sajakah yang dipelajari di dalam ilmu HI? Dengan kata lain kita mulai mempertanyakan sejauh mana ruang lingkup ilmu HI. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Sejalan dengan perkembangan waktu dan ilmu pengetahuan, ruang lingkup HI pun berkembang. Pada awalnya, para pemikir yang tertarik pada masalah-masalah internasional, memfokuskan kajiannya hanya pada interaksi antar negara dan fenomena-fenomena militer (keamanan). Sebagai contoh adalah Thucydides yang mempelajari Perang Peloponnesia antara Sparta dan Athena. Di dalam kajiannya tersebut, Thucydides berusaha untuk memahami sebab-sebab terjadinya Perang Peloponnesia. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Namun saat ini, HI tidak lagi hanya membatasi diri pada kajian interaksi antar negara dan fenomena militer lagi. HI telah berkembang jauh dengan memasukan beragam isu dan aktor-aktor selain negara, ke dalam kajiannya.. Karl Deutsch membagi 12 ruang lingkup HI, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;1. Bangsa dan dunia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;2. Proses transnasional dan interdependensi internasional&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;3. Perang dan damai &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;4. Kekuatan dan kelemahan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;5. Politik Internasional dan masyarakat internasional&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;6. Kependudukan versus pangan, sumber daya alam dan lingkungan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;7. Kemakmuran dan kemiskinan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;8. Kebebasan dan penindasan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;9. Persepsi dan ilusi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;10. Aktivitas dan apati&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;11. Revolusi dan stabilitas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;12. Identitas dan transformasi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Teori-teori Utama Hubungan Internasional &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;sup class="noprint Inline-Template"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span title="Kalimat yang diikuti tag ini membutuhkan rujukan." style="white-space: nowrap;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Secara garis besar teori-teori HI dapat dibagi menjadi dua pandangan epistemologis “positivis” dan “pasca-positivis”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;sup class="noprint Inline-Template"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span title="Kalimat yang diikuti tag ini membutuhkan rujukan." style="white-space: nowrap;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; Teori-teori positivis bertujuan mereplikasi metode-metode ilmu-ilmu sosial dengan menganalisis dampak kekuatan-kekuatan material.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;sup class="noprint Inline-Template"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span title="Kalimat yang diikuti tag ini membutuhkan rujukan." style="white-space: nowrap;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; Teori-teori ini biasanya berfokus berbagai aspek seperti interaksi negara-negara, ukuran kekuatan-kekuatan militer, keseimbangan kekuasaaan dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;sup class="noprint Inline-Template"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span title="Kalimat yang diikuti tag ini membutuhkan rujukan." style="white-space: nowrap;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; Epistemologi pasca-positivis menolak ide bahwa dunia sosial dapat dipelajari dengan cara yang objektif dan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;bebas nilai&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;sup class="noprint Inline-Template"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span title="Kalimat yang diikuti tag ini membutuhkan rujukan." style="white-space: nowrap;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; Epistemologi ini menolak ide-ide sentral tentang neo-realisme/liberalisme, seperti teori pilihan rasional, dengan alasan bahwa metode ilmiah tidak dapat diterapkan ke dalam dunia sosial dan bahwa suatu “ilmu” HI adalah tidak mungkin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;sup class="noprint Inline-Template"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span title="Kalimat yang diikuti tag ini membutuhkan rujukan." style="white-space: nowrap;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Perbedaan kunci antara kedua pandangan tersebut adalah bahwa sementara teori-teori positivis, seperti neo-realisme, menawarkan berbagai penjelasan yang bersifat sebab-akibat (seperti mengapa dan bagaimana kekuasaan diterapkan), teori pasca-positivis pasca-positivis berfokus pada pertanyaan-pertanyaan konstitutif, sebagai contoh apa yang dimaksudkan dengan “kekuasaan”; hal-hal apa sajakah yang membentuknya, bagaimana kekuasaan dialami dan bagaimana kekuasaan direproduksi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;sup class="noprint Inline-Template"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span title="Kalimat yang diikuti tag ini membutuhkan rujukan." style="white-space: nowrap;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; Teori-teori pasca-positivs secara eksplisit sering mempromosikan pendekatan normatif terhadap HI, dengan mempertimbangkan etika. Hal ini merupakan sesuatu yang sering diabaikan dalam HI “tradisional” karena teori-teori positivis membuat perbedaan antara “fakta-fakta” dan penilaian-penilaian normatif, atau “nilai-nilai”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;sup class="noprint Inline-Template"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span title="Kalimat yang diikuti tag ini membutuhkan rujukan." style="white-space: nowrap;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Selama periode akhir &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;1980&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;-an/&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;1990&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; perdebatan antara para pendukung teori-teori positivis dan para pendukung teori-teori pasca-positivis menjadi perdebatan yang dominan dan disebut sebagai “Perdebatan Terbesar” Ketiga.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;sup class="noprint Inline-Template"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span title="Kalimat yang diikuti tag ini membutuhkan rujukan." style="white-space: nowrap;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Islam, yang hanya dipandang orang dan para akademisi hanya sebagai agama, ternyata menyimpan pemikiran hubungan internasional.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;sup class="noprint Inline-Template"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span title="Kalimat yang diikuti tag ini membutuhkan rujukan." style="white-space: nowrap;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; Sejarah mencatat kekuasaan Islam atau khalifah pada sekitar abad 7M.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;sup class="noprint Inline-Template"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span title="Kalimat yang diikuti tag ini membutuhkan rujukan." style="white-space: nowrap;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Pada masa ini, khalifah Islam merupakan suatu global polis atau tatanan hubungan internasional, karena menata hubungan wilayah-wilayah yang disatukan ke dalam bentuk polis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;sup class="noprint Inline-Template"&gt;&lt;span title="Kalimat yang diikuti tag ini membutuhkan rujukan." style="white-space: nowrap;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Apabila dikaji lebih dalam, khalifah Islam merupakan suatu order atau tatanan yang mengatur seluruh aspek-aspek kehidupan manusia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;sup class="noprint Inline-Template"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span title="Kalimat yang diikuti tag ini membutuhkan rujukan." style="white-space: nowrap;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; Misalnya hukum ekonomi global berlandaskan pada hukum ekonomi Islam, dimana hukum ekonomi Islam tidak mengutamakan riba ( keuntungan atau jiwa-jiwa kapitalis seperti yang diungkapkan oleh Pemikiran Marxis, tetapi suatu sistem ekonomi yang win-win solution serta mengutamakan kesejahteraan bersama, bukan keuntungan pihak tertentu saja. Bandingkan dengan pemikiran-pemikiran ekonomi sekarang ini, seperti Neolib dll, dimana pemikiran telah menciptakan keterbelakangan dan ketergantungan ( depedensi ) yang berakibat pada kesenjangan global.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Teori politik adalah salah satu kajian di dalam bidang hubungan internasional.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;sup class="noprint Inline-Template"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span title="Kalimat yang diikuti tag ini membutuhkan rujukan." style="white-space: nowrap;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; Teori politik pada dasarnya adalah tentang tata negara.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;sup class="noprint Inline-Template"&gt;&lt;span title="Kalimat yang diikuti tag ini membutuhkan rujukan." style="white-space: nowrap;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Pemikiran sistem politik demokrasi yang diadopsi oleh negara-negara berkembang merupakan kajian teori politik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;sup class="noprint Inline-Template"&gt;&lt;span title="Kalimat yang diikuti tag ini membutuhkan rujukan." style="white-space: nowrap;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Islam adalah sumber teori politik, karena memuat seluruh aspek-aspek kehidupan manusia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;sup class="noprint Inline-Template"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span title="Kalimat yang diikuti tag ini membutuhkan rujukan." style="white-space: nowrap;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; Sebagai contoh, sistem ekonomi Islam merupakan teori politik yang bertujuan menjamin kesejahteraan bersama sehingga manusia menjadi "mansalahat" atau tentram.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;sup class="noprint Inline-Template"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span title="Kalimat yang diikuti tag ini membutuhkan rujukan." style="white-space: nowrap;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; Teori politik yang bersumber dari pemikiran barat adalah suatu mal-praktik bagi manusia itu sendiri, karena manusia tidak menerima esensinya sendiri, tetapi mencari esensi lain yang berakibat pada jatuhnya manusia kepada jurang alienisasi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;sup class="noprint Inline-Template"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span title="Kalimat yang diikuti tag ini membutuhkan rujukan." style="white-space: nowrap;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Menurut Imanuel Kant, perdamaian akan tercipta apabila negara-negara menganut sistem demokrasi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;sup class="noprint Inline-Template"&gt;&lt;span title="Kalimat yang diikuti tag ini membutuhkan rujukan." style="white-space: nowrap;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Perpertual peace adalah perdamaian yang timbul karena negara-negara menganut sistem demokrasi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;sup class="noprint Inline-Template"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span title="Kalimat yang diikuti tag ini membutuhkan rujukan." style="white-space: nowrap;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; Ini adalah kesalahan besar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;sup class="noprint Inline-Template"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span title="Kalimat yang diikuti tag ini membutuhkan rujukan." style="white-space: nowrap;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; Perdamaian hanya akan timbul apabila manusia menerima esensinya sebagai manusia, dengan cara menerapkan teori politik Islam yang merupakan sumber dari order manusia itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Konsep-konsep_dalam_hubungan_internasional"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Konsep-konsep dalam hubungan internasional&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Konsep-konsep_level_sistemik"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Konsep-konsep level sistemik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Hubungan internasional sering dipandang dari pelbagai level &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;analisis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;, konsep-konsep level sistemik adalah konsep-konsep luas yang mendefinisikan dan membentuk lingkungan (milieu) internasional, yang dikarakterkan oleh &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;anarki&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;sup class="noprint Inline-Template"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span title="Kalimat yang diikuti tag ini membutuhkan rujukan." style="white-space: nowrap;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt; &lt;h4 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Kekuasaan"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Kekuasaan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Konsep Kekuasaan dalam hubungan internasional dapat dideskripsikan sebagai tingkat sumber daya, kapabilitas, dan pengaruh dalam persoalan-persoalan internasional. Kekuasaan sering dibagi menjadi konsep-konsep kekuasaan yang keras (&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;hard power&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;) dan kekuasaan yang lunak (&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;soft power&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;), kekuasaan yang keras terutama berkaitan dengan kekuasaan yang bersifat memaksa, seperti penggunaan kekuatan, dan kekuasaan yang lunak biasanya mencakup &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;ekonomi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;diplomasi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;, dan pengaruh &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;budaya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;. Namun, tidak ada garis pembagi yang jelas di antara dua bentuk kekuasaan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;h5 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Polaritas"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Polaritas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h5&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Polaritas dalam Hubungan Internasional merujuk pada penyusunan kekuasaan dalam sistem internasional.Konsep tersebut muncul dari bipolaritas selama Perang Dingin, dengan sistem internasional didominasi oleh &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;konflik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; antara dua negara adikuasa dan telah diterapkan sebelumnya.Sebagai akibatnya, sistem internasional sebelum &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;1945&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; dapat dideskripsikan sebagai terdiri dari banyak kutub (multi-polar), dengan kekuasaan dibagi-bagi antara negara-negara besar. Runtuhnya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;uni soviet&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; pada &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;1991&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; telah menyebabkan apa yang disebut oleh sebagian orang sebagai unipolaritas, dengan AS sebagai satu-satunya negara adikuasa. Beberapa teori hubungan internasional menggunakan ide polaritas tersebut.Keseimbangan kekuasaan adalah konsep yang berkembang luas di &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;eropa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; sebelum Perang Dunia Pertama, pemikirannya adalah bahwa dengan menyeimbangkan blok-blok kekuasaan hal tersebut akan menciptakan stabilitas dan mencegah perang dunia. Teori-teori keseimbangan kekuasaan kembali mengemuka selama Perang Dingin, sebagai mekanisme sentral dalam Neorealisme &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;kenneth waltz&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;. Di sini konsep-konsep menyeimbangkan (meningkatkan kekuasaan untuk menandingi kekuasaan yang lain) dan bandwagoning (berpihak dengan kekuasaan yang lain) dikembangkan. Teori stabilitas hegemonik juga menggunakan ide Polaritas, khususnya keadaan unipolaritas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; hegemoni&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; adalah terkonsentrasikannya sebagian besar kekuasaan yang ada di satu kutub dalam sistem internasional, dan teori tersebut berargumen bahwa hegemoni adalah konfigurasi yang stabil karena adanya keuntungan yang diperoleh negara adikuasa yang dominan dan negara-negara yang lain dari satu sama lain dalam sistem internasional.Hal ini bertentangan dengan banyak argumen Neorealis, khususnya yang dikemukakan oleh Kenneth Waltz, yang menyatakan bahwa berakhirnya Perang Dingin dan keadaan unipolaritas adalah konfigurasi yang tidak stabil yang secara tidak terelakkan akan berubah. Hal ini dapat diungkapkan dalam teori peralihan Kekuasaan, yang menyatakan bahwa mungkin suatu negara besar akan menantang suatu negara yang memiliki hegemoni (hegemon) setelah periode tertentu, sehingga mengakibatkan perang besar. Teori tersebut mengemukakan bahwa meskipun hegemoni dapat mengontrol terjadinya pelbagai perang, hal tersebut menyebabkan terjadinya perang yang lain. Pendukung utama teori tersebut, organski, mengemukakan argumen ini berdasarkan terjadinya perang-perang sebelumnya selama hegemoni Inggris. Portugis, dan Belanda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;h4 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Interdependensi"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Interdependensi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Banyak orang yang menyokong bahwa sistem internasional sekarang ini dikarakterkan oleh meningkatnya interdepedensi atau saling ketergantungan: tanggung jawab terhadap satu sama lain dan dependensi (ketergantungan) terhadap pihak-pihak lain. Para penyokong pendapat ini menunjuk pada meningkatnya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;globalisasi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;, terutama dalam hal interaksi ekonomi internasional. Peran institusi-institusi internasional, dan penerimaan yang berkembang luas terhadap sejumlah prinsip operasional dalam sistem internasional, memperkukuh ide-ide bahwa hubungan-hubungan dikarakterkan oleh interdependensi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Dependensi"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Dependensi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Teori dependensi adalah teori yang paling lazim dikaitkan dengan Marxisme, yang menyatakan bahwa seperangkat negara Inti mengeksploitasi kekayaan sekelompok negara Pinggiran yang lebih lemah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;sup class="noprint Inline-Template"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span title="Kalimat yang diikuti tag ini membutuhkan rujukan." style="white-space: nowrap;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Pelbagai versi teori ini mengemukakan bahwa hal ini merupakan keadaan yang tidak terelakkan (teori dependensi standar), atau menggunakan teori tersebut untuk menekankan keharusan untuk berubah (Neo-Marxisme).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;sup class="noprint Inline-Template"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span title="Kalimat yang diikuti tag ini membutuhkan rujukan." style="white-space: nowrap;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt; &lt;h4 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Perangkat-perangkat_sistemik_dalam_hubungan_internasional"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Perangkat-perangkat sistemik dalam hubungan internasional&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt; &lt;ul&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Diplomasi adalah praktik komunikasi dan negosiasi antara pelbagai perwakilan negara-negara. Pada suatu tingkat, semua perangkat hubungan internasional yang lain dapat dianggap sebagai kegagalan diplomasi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;sup class="noprint Inline-Template"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span title="Kalimat yang diikuti tag ini membutuhkan rujukan." style="white-space: nowrap;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; Perlu diingat, penggunaan alat-alat yang lain merupakan bagian dari komunikasi dan negosiasi yang tak terpisahkan di dalam negosiasi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;sup class="noprint Inline-Template"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span title="Kalimat yang diikuti tag ini membutuhkan rujukan." style="white-space: nowrap;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Pemberian sanksi, penggunaan kekuatan, dan penyesuaian aturan perdagangan, walau bukan merupakan bagian dari diplomasi yang biasa dipertimbangkan, merupakan perangkat-perangkat yang berharga untuk mempermudah serta mempermulus proses negosiasi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;sup class="noprint Inline-Template"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span title="Kalimat yang diikuti tag ini membutuhkan rujukan." style="white-space: nowrap;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Pemberian sanksi biasanya merupakan tindakan pertama yang diambil setelah gagalnya diplomasi dan merupakan salah satu perangkat utama yang digunakan untuk menegakkan pelbagai perjanjian (treaties).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;sup class="noprint Inline-Template"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span title="Kalimat yang diikuti tag ini membutuhkan rujukan." style="white-space: nowrap;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; Sanksi dapat berbentuk sanksi diplomatik atau ekonomi dan pemutusan hubungan dan penerapan batasan-batasan terhadap komunikasi atau perdagangan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;sup class="noprint Inline-Template"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span title="Kalimat yang diikuti tag ini membutuhkan rujukan." style="white-space: nowrap;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Perang, penggunaan kekuatan, sering dianggap sebagai perangkat utama dalam hubungan internasional. Definisi perang yang diterima secara luas adalah yang diberikan oleh Clausewitz, yaitu bahwa &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;perang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; adalah “kelanjutan politik dengan cara yang lain.” Terdapat peningkatan studi tentang “perang-perang baru” yang melibatkan aktor-aktor selain negara. Studi tentang perang dalam Hubungan Internasional tercakup dalam disiplin &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;studi perang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;studi strategis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Mobilisasi tindakan mempermalukan secara internasional juga dapat dianggap sebagai alat dalam Hubungan Internasional. Hal ini adalah untuk mengubah tindakan negara-negara lewat “menyebut dan mempermalukan” pada level internasional. Penggunaan yang terkemuka dalam hal ini adalah prosedur Komisi PBB untuk Hak-hak Asasi Manusia &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;1235&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;, yang secara publik memaparkan negara-negara yang melakukan pelanggaran terhadap hak asasi manusia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Pemberian keuntungan-keuntungan ekonomi dan/atau diplomatik. Salah satu contohnya adalah kebijakan memperbanyak keanggotaan Uni Eropa. Negara-negara kandidat diperbolehkan menjadi anggota &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;uni eropa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; setelah memenuhi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;kriteria copenhagen&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial, serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-family:'Times New Roman';"&gt;&lt;p align="justify" lang="fi-FI" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;APA SAJA PENDEKATAN ILMU HI ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;REALISME :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Ialah Pendekatan yang menekankan pada Power (Kekuatan). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Power didefinisikan sebagai kemampuan total dari suatu negara yang meliputi kekayaan alam, kekayaan sintetis ( buatan) hingga kemampuan sosio-psikologi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="text-align: justify;line-height: 16px; "&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;School of international political theory that concentrates on power relationship ;power is seen as the essential element maintaining stability within the international system.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;(Dean A Minix )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="justify" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Pada dasarnya setiap manusia (negara) ingin mendapatkan power, mempertahankan, dan memperluas kekuasaan jika hal ini berbenturan dengan yang lain maka akan menimbulkan “ struggle for power “ (Hans J Morgenthau : Politics Among Nations )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="justify" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Hal yang paling menentukan tingkat / derajad seorang Raja apakah ia Superior atau Inferior ialah seberapa banyak ia memiliki Power, oleh karena itu dianjurkan bagi penguasa (Raja) untuk selalu memperbesar Power (Kautilya, Menteri pada Kekaisaran India, 2000 th yang lalu).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="justify" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Jika antara manusia yang satu dengan manusia yang lain mempunyai kepentingan yang sama yang tidak dapat dikompromikan maka mereka akan menjadi musuh dan saling menghancurkan. (Thomas Hobbes, dalam Leviathan,1588)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="justify" lang="sv-SE" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Pendekatan ini disebut pula sebagai pendekatan pragmatis dalam politik internasional ,istilah lain dari realpolitik .&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="justify" lang="it-IT" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Perhatian utama Realisme Politik ialah pada negara.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="justify" lang="sv-SE" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Negara selalu mempunyai kepentingan yang berbenturan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="justify" lang="sv-SE" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Perbedaan kepentingan akan menimbulkan perang atau konflik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="justify" lang="sv-SE" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Power yang dimiliki oleh suatu negara sangat mempengaruhi penyelesaian konflik ,dan menentukan pengaruhnya atas negara lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="justify" lang="sv-SE" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Politik didefinisikan sebagai memperluas power, mempertahankan, dan menunjukkan power.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="justify" lang="sv-SE" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Setiap negara dianjurkan untuk membangun kekuatan, beraliansi dengan negara lain, dan memecah belah kekuatan negara lain ( devide and rule).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="justify" lang="sv-SE" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Perdamaian akan tercapai jika telah terwujud Balance of Power atau Keseimbangan Kekuatan yaitu keadaan ketika tidak ada satu kekuatan yang mendominasi sistem internasional.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="justify" lang="nl-NL" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Setiap negara akan selalu bergerak dan berbuat berdasarkan kepentingan nasionalnya (national interest)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p align="justify" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;IDEALISME :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="justify" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Ialah pendekatan yang menekankan pada manusia, pada dasarnya manusia dan negara mempunyai potensi (kemampuan) untuk bekerjasama daripada konflik. Jean –Jacques Rousseau dalam &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;The Social Contract&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="justify" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;The theory of international relations in the twentieth century that states that human beings are essentiallly good in nature and peace depends upon the appropriate concentration of international power.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; ( Dean A Minix )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="justify" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Masyarakat Dunia harus selalu mencari Tata Dunia Baru karena sistem yang lama yang menekankan pada kedaulatan hanya mementingkan dan melindungi kepentingan negara tertentu saja.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="justify" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Setiap negara bertindak berdasarkan etika/moral dan bukan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;kepentingan nasionalnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;h2 class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Pendekatan Ilmiah/ Sejarah/ Behaviouralist&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="justify" lang="sv-SE" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Ialah pendekatan dalam hubungan internasional yang menekankan pada pola (pattern) tingkah laku internasional.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="justify" lang="sv-SE" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Pendekatan ini percaya bahwa secara tradisional pemimpin sebuah negara akan mengalihkan konflik domestik ke konflik internasional.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="justify" lang="sv-SE" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Oleh karena pendekatan ini merupakan pendekatan ilmiah maka terbebas dari pertimbangan-pertimbangan moral/etika.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="justify" lang="it-IT" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Pendekatan ini memerlukan data kuantitativ yang banyak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="justify" lang="it-IT" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Pendekatan ini percaya bahwa sejarah selalu mengandung tiga unsur change ( perubahan ), kelanjutan ( continuity ), dan pengulangan ( circle )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;h2 class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Pendekatan Ekonomi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="justify" lang="sv-SE" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Ialah pendekatan dalam ilmu hubungan internasional yang menekankan pada orientasi ekonomi (Ekonomi Politik )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="justify" lang="sv-SE" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Pendekatan ini percaya bahwa kekuatan dan kondisi ekonomi memainkan peranan penting dalam hubungan internasional.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="justify" lang="sv-SE" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Hubungan internasional akan diwarnai oleh konflik ideologi ekonomi antara Kapitalisme dengan Sosialisme –Marxisme.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="justify" lang="sv-SE" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Marxisme percaya bahwa konflik internasional merupakan akibat dari sikap imperialisme yang agresif darri negara-negara kapitalis untuk mendapatkan kemakmuran, dan menghancurkan masa depan komunisme.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="justify" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Pendekatan ini memunculkan teori &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;dependencia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;, yaitu teori yang mengatakan bahwa negara-negara maju secara ekonomi dan politik lebih merdeka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;h2 class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Pendekatan Neo-Realisme&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="justify" lang="sv-SE" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Pendekatan ini seperti halnya Realisme menekankan pada peranan negara dalam hubungan internasional tetapi pendekatan ini percaya bahwa sistem internasional lebih mempengaruhi politik luar negeri negara dari pada politik domestiknya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="justify" lang="sv-SE" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Pendekatan ini memandang struktur dari sistem internasional sangat mempengaruhi sifat anarchis negara, tidak peduli apakah sistem politik domestik negara tersebut demokratis,atau diktator atau apakah ideologi yang digunakan negara tersebut Kapitalis atau Sosialis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="justify" lang="sv-SE" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Pendekatan ini bermanfaat untuk menjelaskan sikap agresif suatu negara dalam suatu sistem internasional yang anarchis meskipun negaranya termasuk demokratis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="justify" lang="sv-SE" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Neo-Realist sangat pesimis dengan masa depan perdamaian.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Pendekatan Neo-Liberalisme&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="justify" lang="sv-SE" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Pendekatan ini menekankan pada Organisasi Internasional atau non-state actor yang mempengaruhi kerjasama internasional.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="justify" lang="sv-SE" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Neo-Liberalisme mencoba membangun teori hubungan internasional dengan meminjam pendekatan idealisme politik dengan cara memperhatikan konsensus-konsensus internasional.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="justify" lang="fi-FI" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Pendekatan ini menekankan pada masa depan kemajuan perdamaian dan kemakmuran.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Pendekatan Postmodernisme&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="justify" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Ialah pendekatan dalam ilmu Hubungan Internasional pasca PD II yang menekankan pada text, arti yang tersembunyi, kesalahan penulisan dan pidato para pembuat kebijakan atau analist yang membahas masalah internasional.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="justify" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Pendekatan ini juga sering diartikan sebagai pendekatan yang tidak mempedulikan kaidah-kaidah ilmiah yang telah disepakati tetapi melihat fenomena internasional seperti apa adanya dan menurut interpretasinya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="justify" lang="sv-SE" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Pendekatan ini juga sering disebut sebagai Post-Positivism.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Pendekatan Positivist&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="justify" lang="sv-SE" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Pendekatan ini merupakan pendekatan filosofis tradisional yang menekankan pada metode ilmiah mengenai fakta dan fenomena positif dengan mengesampingkan penyebabnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Pendekatan Feminisme&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="justify" lang="sv-SE" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Pendekatan dalam ilmu hubungan internasional yang menekankan pada masalah gender.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="justify" lang="sv-SE" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Pendekatan ini menekankan pada masa depan peranan wanita yang akan menduduki jabatan- jabatan penting dalam hubungan internasional, atau menjadi anggota infantri dalam pasukan tempur.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify" lang="sv-SE" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;TINGKAT ANALISA ILMU HI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify" lang="sv-SE" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Untuk memahami ilmu hubungan internasional kita harus memfokuskan pada satu atau lebih tingkat- obyek yang dikenal sebagai Tingkat Analisa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="justify" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Tingkat Analisa Sistem&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="justify" lang="sv-SE" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Yaitu Tingkat Analisa yang menekankan pada aktor-aktor dalam sistem internasional terutama negara dengan interaksinya dalam sistem internasional misal : Organisasi Internasional yang bertaraf global seperti ; PBB, Palang Merah Internasional, Amnesti Internasional .&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="justify" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;The Level of analysis that focuses on global actors and actions e.g: Geopolitics, Geoeconomics, Globalisation.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="justify" lang="sv-SE" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Tingkat analisa sistem juga memperhatikan bagaimana sistem internasional bekerja misal ; sistem multipolar, bipolar, unipolar, atau tripolar. Telah terbukti bahwa sistem multipolar, bipolar, dan unipolar menyebabkan politikinternasional penuh dengan konflik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="justify" lang="sv-SE" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Tingkat analisa sistem sangat bermanfaat bagi pengamat maupun pelaku politik internasional untuk mempridiksi masa depan perdamaian dunia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify" lang="it-IT" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;2. Tingkat Analisa Negara ( Negara Bangsa )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="justify" lang="it-IT" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Ialah tingkat analisa yang menekankan pada negara sebagai pemain utama dalam hubungan internasional. Tingkat analisa ini juga meliputi bangsa (nation), dan pemerintah ( government)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="justify" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;The level of analysis that focusses upon the sovereign state as the primary player of international relations.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="justify" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Dalam Perjanjian Perdamaian di Westphalia tahun 1648 yang mengakhiri perang 30 tahun negara menjadi konsep organisasi yang utama dalam hubungan internasional&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ol start="2"&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="justify" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Tingkat Analisa Individu/ Socio-Psychological&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="justify" lang="sv-SE" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Yaitu Tingkat analisa yang menekankan pada individu sebagai pemegang peran utama dalam hubungan internasional. Misalnya tingkat analisa ini menekankan pada Hitler dalam Perang Dunia II, Lenin dalam Revolusi Rusia, dan George Bush dalam PerangTeluk.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="justify" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Focus on people, which can be divided into three categories; humans as individual approach (decision maker), humans in organization approach, the nature of humankind approach concern with biological and psychological explanations of the behavior of the human species. (John T Rourke)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="justify" lang="sv-SE" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Jadi tingkat analisa ini menekankan pada individu sebagai manusia akan terdiri dari; faktor psikologis dan biologis. Individu dalam organisasi; Faktor Peran, dan Tingkah laku kelompok. Manusia sebagai individu ;Kesehatan mental dan fisiknya, Sejarah dan pengalaman individu, kepercayaannya, ego dan ambisinya, serta interpretasinya terhadap dunia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;sup class="noprint Inline-Template"&gt;&lt;span title="Kalimat yang diikuti tag ini membutuhkan rujukan." style="white-space: nowrap;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8961297982327520213-1341145018866968520?l=kikiesaperdana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961297982327520213/posts/default/1341145018866968520'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961297982327520213/posts/default/1341145018866968520'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kikiesaperdana.blogspot.com/2010/11/hi-2.html' title='HI 2'/><author><name>Nuwanda</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-qZwCXZrsWpY/Tc4wJykWfEI/AAAAAAAAAOg/Mb_PIYLksls/s220/2701923090_1c22d05427.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8961297982327520213.post-7228626349758492290</id><published>2010-11-10T19:45:00.000-08:00</published><updated>2011-01-20T22:01:38.989-08:00</updated><title type='text'>Hubungan internasional di eropa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-size:small;"&gt;A. zaman romawi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent"  style="margin-bottom: 7.2pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family:arial;"&gt;&lt;span style=" line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Romawi ialah peradaban dunia yang letaknya terpusat di kota Roma masa kini. Peradaban Romawi dikembangkan Suku Latia yang menetap di lembah Sungai Tiber. Suku Latia menamakan tempat tinggal mereka ‘Latium’. Latium merupakan kawasan lembah pegunungan yang tanahnya baik untuk pertanian. Penduduk Latium kemudian disebut bangsa Latin. Pada mulanya, di daerah Latium inilah bangsa Latin hidup dan berkembang serta menghasilkan peradaban yang tinggi nilainya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span id="more-125"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=" line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent"  style="margin-bottom: 7.2pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family:arial;"&gt;&lt;span style=" line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Kota Roma yang menjadi pusat kebudayaan mereka terletak di muara sungai Tiber. Waktu berdirinya Kota Roma yang yang terletak di lembah Sungai Tiber tidak diketahui secara pasti. Legenda menyebut bahwa Roma didirikan dua bersaudara keturunan Aenas dari Yunani, Remus dan Romulus. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent"  style="margin: 0cm 0cm 7.2pt 36pt; text-indent: 0cm; line-height: 150%; text-align: justify; font-family:arial;"&gt;&lt;span style=" line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;“Menurut berita&lt;/span&gt;&lt;sup&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; lama, Roma didirikan oleh Remus dan Romulus pada tahun 750. Remus dan Romulus ini anak Rhea silva, turunan Aenas –seorang pahlawan Troya jang dapat melarikan diri waktu Troya dikalahkan dan dibakar oleh bangsa Jujani”&lt;/span&gt;&lt;a name="_ftnref1" href="http://mahardhikazifana.com/social-history-sosial-sejarah/ringkasan-sejarah-peradaban-romawi-kuno.html#_ftn1"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent"  style="margin-bottom: 7.2pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family:arial;"&gt;&lt;span style=" line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Orang-orang Romawi memiliki kepercayaan terhadap dewa-dewa, seperti orang-orang di Yunani. Hanya saja dewa-dewa di romawi berbeda dengan di Yunani. Dewa-dewa yang dipercayai oleh orang-orang Romawi antara lain :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent"  style="margin: 0cm 0cm 7.2pt 17.85pt; text-indent: -17.85pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family:arial;"&gt;&lt;span style=" line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal;  line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=" line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Jupiter (raja dewa-dewa)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent"  style="margin: 0cm 0cm 7.2pt 17.85pt; text-indent: -17.85pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family:arial;"&gt;&lt;span style=" line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal;  line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=" line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Yuno (dewi rumah tangga)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent"  style="margin: 0cm 0cm 7.2pt 17.85pt; text-indent: -17.85pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family:arial;"&gt;&lt;span style=" line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal;  line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=" line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Minerus (dewi pengetahuan)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent"  style="margin: 0cm 0cm 7.2pt 17.85pt; text-indent: -17.85pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family:arial;"&gt;&lt;span style=" line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal;  line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=" line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Venus (dewi kecantikan)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent"  style="margin: 0cm 0cm 7.2pt 17.85pt; text-indent: -17.85pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family:arial;"&gt;&lt;span style=" line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;5.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal;  line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=" line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Mars (dewa perang)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent"  style="margin: 0cm 0cm 7.2pt 17.85pt; text-indent: -17.85pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family:arial;"&gt;&lt;span style=" line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;6.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal;  line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=" line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Neptenus (dewa laut)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent"  style="margin: 0cm 0cm 7.2pt 17.85pt; text-indent: -17.85pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family:arial;"&gt;&lt;span style=" line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;7.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal;  line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=" line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Diana (dewi perburuan)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent"  style="margin: 0cm 0cm 7.2pt 17.85pt; text-indent: -17.85pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family:arial;"&gt;&lt;span style=" line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;8.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal;  line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=" line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Bacchus (dewa anggur)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent"  style="margin-bottom: 7.2pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family:arial;"&gt;&lt;span style=" line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Roma berhasil menundukkan bangsa-bangsa yang tinggal disekitarnya satu persatu, baik dengan jalan kekrasan maupun jalan damai. Hingga akhirnya Roma berhasil menguasai seluruh Italia Tengah. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent"  style="margin-bottom: 7.2pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family:arial;"&gt;&lt;span style=" line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Sebelum itu, sekira tahun 492, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=" line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Daerah Latium sebagai tempat berdirinya kota Roma dikuasai oleh kerajaan Etruskia, yang terletak disebelah utaranya sampai pada tahun 500 SM. Pada tahun 500 SM bangsa Latium memberontak terhadap kerajaan Etruskia dan berhasil memerdekaan diri serta mendirikan negara sendiri yang berbentuk republik. Maka sejak itu, Roma menjadi republik dan kepala negaranya disebut konsul yang dipilih setiap tahun sekali. Konsul selain menjadi penguasa negara juga ketua senat dan panglima besar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 7.2pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; font-family:arial;"&gt;&lt;span style=" line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Bangsa Romawi yang semula petani, setelah mengalahkan penguasa Etruskia kemudian menjadi bangsa penguasa besar dengan manaklukan wilayah yang luasa sampai ke Laut Tengah. Bangsa yang semula petani ini kemudian menjadi masyarakat kapitalis dan materialis. Selain sebagai bangsa yang suka dengan perang bangsa Romawi juga mengumpulkan kekayaan sebagai modal usaha. Mereka membali ladang-ladang dan kemudian penggarapannya dilakukan oleh para budak yang didatangkan dari daerah-daerah jajahan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 7.2pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; font-family:arial;"&gt;&lt;span style=" line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Penguasa Gayus Julius Caesar meluaskan wilayahnya sampai ke Jerman, Belgia, Belanda dan bahkan sampai menyebrangi selat Calis ke Inggris. Selain sebagai penguasa mutlak Julius Caesar juga mengembangkan kalender baru yang disebut kalender Julian. Kelender ini terus dipakai sampai kemudian diperbaharui oleh Gregorius yang kemudian dikenal dengan dengan kalender Gregorius. Julius Caesar dibunuh oleh Brutus dan Casinus yang menginginkan suatu pemerintahan berbentuk Republik. Akan tetapi, cita-cita kedua orang itu tidak berhasil dan tetap mempertahankan sistem pemerintahan diktator. Anak angkat Julius Caesar bernama Oktvaianus kemudian dapat menguasai Romawi kembali dan berkuasa secara diktator. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 7.2pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; font-family:arial;"&gt;&lt;span style=" line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Dalam kekuasaannya, Oktavianus banyak dikelilingi orang-orang pandai sehingga ia dapat berkuasa cukup lama. Oleh senat Oktavianus diberi gelar “Augustus” yang artinya “Yang Maha Mulia”. Dengan stabilitas pemerintahan pada masa Kaisar Octavianus maka mulailah bidang kebudayaan mendapat perhatian. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 7.2pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; font-family:arial;"&gt;&lt;span style=" line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Kebudayaan Romawi mendapat unsur-unsur pokok dari kebudayaan Etrusia dan Yunani. Hal ini berarti&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;kebudayaan Romawi merupakan hasil perpaduan dari kebudayaan yunani dan Etrusia, tanapa ada unsur-unsur dari kebudayaan romawi sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 7.2pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; font-family:arial;"&gt;&lt;span style=" line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Pada masa Octavianus, orang-orang Romawi melihat sesuatu dari sudut kegunaannya. Pandangan hidup bangsa Romawi ini memberikan warna pada kehidupan agama. Tepatlah apa yang diungkapkan oleh Cicero, bahwa agama bagi mereka bukan untuk mendidik manusia kepada kebajikan, melainkan manusia sehat dan kaya. Dengan pandangan hidup yang praktis ini menjadi ciri utama orang-orang Romawi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 7.2pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; font-family:arial;"&gt;&lt;span style=" line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Dalam lapangan ilmu pengetahuan, bangsa Romawi bukanlah pencipta teori-teori, tetapi pelaksana teori yang telah ada sejak zaman Yunani. Dengan&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;ini mata rantai jang seakan-akan putus dalam perkembangan ilmu pengetahuan menjadi tumbuh kembali. Bila sarjana Yunani adalah ahli teori, maka sarjana Romawi adalah ahli praktek. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 7.2pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; font-family:arial;"&gt;&lt;span style=" line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Masa Octavianus merupakan masa penyempurnaan seni dan budaya Romawi. Pengaruh budaya Yunani mulai masuk dengan kuatnya sejak tahun 146 SM bersamaan dengan usaha bangsa Romawi melakukan penaklukan di Laut Tengah. Selama kekuasaan Romawi, seni Romawi disebarkan ke Eropa dan sekitar Laut Tengah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent"  style="margin-bottom: 7.2pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-family:arial;"&gt;&lt;span style=" line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Seni Romawi sebenarnya merupakan pencampuran dua unsur seni budaya, yaitu Romawi&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;yang merupakan daerah kekuasaan Etruskia dan seni Yunani. Pada hekakatnya budaya ini bukan berasal dari rakyat biasa melinkan dari golongan bangsawan. Golongan seniman besar, seperti yang terdapat di Yunani di Roma tidak ada. Justru bangsa Romawi mendatangkan seniman-seniman dari Yunani. Oleh karena itu, pengaruh Yunani di Romawi sangat kuat. Politik maupun seni dan budaya Roma di bawah bangsa Etruskia. Dengan begitu seni Romawi pada dasarnya adalah pencampuran unsur-unsur budaya Etruskia dan Yunani yang kemudian menjadi seni budaya baru.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 7.2pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; font-family:arial;"&gt;&lt;span style=" line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Orang Romawi senang menciptakan sesuatu secara besar-besaran karena mereka suka sesuatu yang megah, mewah, dan monumental, serta menarik perhatian. Semua hasil karya budaya terutama karya seni rupa, baik berupa seni bangunan, seni patung atau relief, maupun seni lukisnya dibuat serba besr, megah, dan penuh hiasan. Orang-orang Romawi menciptakan karya teknik bangunan yang menggumkan, seperti bangunan saluran air (aquaduct), jembatan, gedung besar untuk balai pertemuan dan pasar, bangunan untuk olahraga dan pentas seni (thermen, theater, amphitheater). Selain bangunan diatas,&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;juga terdapat&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;banguan kuil untuk persemayam dewa. Orang Romawi melanjutkan pengetahuan orang Yunani antara lain bangunan dengan kontruksi lengkung untuk membuat ruangan-ruangan menjadi luas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 7.2pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; font-family:arial;"&gt;&lt;span style=" line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Bangunan atap kubah untuk pertama kali diciptakan kurang lebih tahun 30 SM untuk bangunan Thermae di Baaie. Mereka juga membangun bangunan umum seperti jalan raya. Jalan raya yang terkenal&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;adalah jalan Via Apia. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 7.2pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; font-family:arial;"&gt;&lt;span style=" line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Rumah-rumah dewa atau kuil yang dibangun memiliki ukuran besar.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Kuil-kuil yang berukuran besar tersebut antara lain Tempel Jupiter (abad ke-6 SM), Appolo dan Venus di Roma. Untuk setiap bangunan kuil tersebut di gunakan tinga-tiang penyangga. Batang tiang penyanggga atap menggunakan menggunakan kepala tiang dengan ciri-ciri Yunanni seperti Doria, Ionia, dan Korinthia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 7.2pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; font-family:arial;"&gt;&lt;span style=" line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Bangsa Romawi juga ahli dalam pembuatan patung terutama patung setangah dada atau potret. Bentuk wajah dibuat dengan sangat teliti, sedangkan tubuh dan lainnya lebih sederhana. Kecakapan membuat patung ini berhubungan dengan kebiasaan keluarga-keluarga terkemuka bangsa Romawi yang senang membuat patung nenek moyang dalam jumlah banyak dan sangat teliti. Biasanya patung nenak moyang disimpan di rumah dan ditempatkan dalam satu ruangan khusus yang disebut Atrium. Atrium ini juga dilengkapi dengan altar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 7.2pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; font-family:arial;"&gt;&lt;span style=" line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Orang-orang Romawi dalam membuat patung memiliki kebiasaan yang sama dengan bangsa Yunani. Dalam membuat patung, orang-orang Romawi selalu mematungkan tokoh-tokoh penguasa, tokoh-tokoh politik, dan cendikiawan. Banyak sekali tokoh penguasa, tokoh politik dan cendikiawan yang dijadikan sebagai latar dalam membuat patung seperti wajah tokoh Julius Caesar, Agustus,&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Tuchidides, Demostenes, Caracalla, dan lainnya. Gambar wajah para tokoh ini selain dipatungkan juga dilukiskan pada mata uang logam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 7.2pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; font-family:arial;"&gt;&lt;span style=" line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Bangsa Romawi juga senang pada keindahan rumahnya. Dinding bagian dalam rumah dihias dengan lukisan untuk memberikan kesan luas. Kegiatan memperindah dinding ini biasa pada dinding rumah dengan cara melukis pemandangan alam dan bangunan-bangunan rumah yang seolah-olah terlihat dari jendela. Kegiatan melukis pada dinding-dinding rumah yang dilakukan oleh orang-orang Romawi ternyata meniru kebiasaan bangsa Yunani. Dengan demikian&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;melukis Cara melukis yang dilakukan oleh orang Romawi memdapat pengaruh basar dari Yunani. Dari seni melukis pada dinding ini banyak ditemukan peninggalan-peninggalan yang merupakan hasil kebudayaan masyarakat Romawi. Salah satu dari sekian banyak peninggalan kebudayaan ini adalah peninggalan lukisan didinding rumah yang terdapat di Pompeii. Peninggalan lainnya terdapat di Roma yang menggambarkan pengantin perempuan dan teman-temannya sedang mempersiapkan upacara perkawinan. Selain pada dinding rumah, seni lukis juga ditemukan pada mangkuk, jambangan, piring dan tempat bunga.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 7.2pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; font-family:arial;"&gt;&lt;span style=" line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Bangsa Romawi yang senang membuat bangunan monumental menyebabkan bangsa ini kaya dengan hasil-hasil bangunan berupa monumen&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;dan kuil. Monumen yang dibuat oleh bangsa romawi berupa pintu gerbang kemenangan atau tiang kemenangan. Bangunan monumen ini digunaakn untuk memperingati suatu peristiwa sejarah. Pada banguan monumen itu diberi relief yang menggambarkan peristiwa kemenangan. Peninggalan seni monumen ini terdapat di Roma dan dibeberapa daerah jajahan Romawi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 7.2pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; font-family:arial;"&gt;&lt;span style=" line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Perubahan ketatanegaraan Romawi dari republik ke bentuk kekaisaran tidak mengendurkan semangat dan perkembangan budaya orang-orang Roma untuk mendirikan bangunan berupa bangunan monumental. Hanya saja, apabila pada masa republik pendukung seni budaya dilakukan oleh para bangsawan. Namun, setelah menjadi kekaisaran, yang mendukung seni budaya adalah golongan istana. Sejak kaisar Agustus, seni budaya elbih cenderung mejadi seni kuna yang berkiblat pada Yunani. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 7.2pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; font-family:arial;"&gt;&lt;span style=" line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Setiap kaisar yang berkuasa di Romawi selalu meninggalkan seni budaya beruapa bangunan monumen. Kebiasaan yang dilakukan oleh kiasar-kaisar ini dilakukan sebagai sarana untuk menunjukan jasanya kepada negara. Maka sejak kiasar-kaisar ini berkuasa, banyak sekali didirikan bangunan besar dan megah dengan menggunakan bahan dari marmer.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-size:small;"&gt;B. abad pertengahan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;b  style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-size:small;"&gt;Abad Pertengahan adalah periode sejarah di Eropa sejak bersatunya kembali daerah bekas kekuasaan Kekaisaran Romawi Barat di bawah prakarsa raja Charlemagne pada abad 5 hingga munculnya monarkhi-monarkhi nasional, dimulainya penjelajahan samudra, kebangkitan humanisme, serta Reformasi Protestan dengan dimulainya renaisans pada tahun 1517.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-size:small;"&gt;Abad Pertengahan merupakan abad kebangkitan religi di Eropa. Pada masa ini agama berkembang dan mempengaruhi hampir seluruh kegiatan manusia, termasuk pemerintahan. Sebagai konsekuensinya, sains yang telah berkembang di masa zaman klasik dipinggirkan dan dianggap lebih sebagai ilmu sihir yang mengalihkan perhatian manusia dari ketuhanan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-size:small;"&gt;Eropa dilanda Zaman Kelam(Dark Ages) sebelum tiba Zaman Pembaharuan. Maksud "Zaman Kelam" ialah zaman masyarakat Eropa menghadapi kemunduran intelek dan kelembapan ilmu pengetahuan. Menurut Ensikopedia Amerikana, tempoh zaman ini selama 600 tahun, dan bermula antara zaman kejatuhan Kerajaan Rom dan berakhir dengan kebangkitan intelektual pada abad ke-15 Masihi. "Gelap" juga bermaksud tiada prospek yang jelas bagi masyarakat Eropa. Keadaan ini merupakan wujud tindakan dan cengkraman kuat pihak berkuasa agama; Gereja Kristian yang sangat berpengaruh. Gereja serta para pendeta mengawasi pemikiran masyarakat serta juga politik. Mereka berpendapat hanya gereja sahaja yang berkelayakan untuk menentukan kehidupan, pemikiran, politik dan ilmu pengetahuan. Akibatnya kaum cendekiawan yang terdiri daripada ahli-ahli sains berasa mereka ditekan dan dikawal ketat. Pemikiran mereka ditolak. siapa yang mengeluarkan teori yang bertentangan dengan pandangan gereja akan ditangkap dan didera malah ada yang dibunuh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-size:small;"&gt;Pikiran ini, terimplementasi melalui teori yang dikeluarkan oleh Thomas Aquinas (m 1274) seorang ahli falfasah yakni "negara wajib tunduk kepada kehendak gereja". St Augustine (m 430) sebelumnya juga berpendirian demikian. Manakala Dante Alighieri (1265-1321) berpendapat kedua-dua kuasa itu hendaklah masing-masing berdiri sendiri, dan mestilah bekerjasama untuk mewujudkan kebajikan bagi manusia (Joseph H Lynch, 1992, 172-174).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-size:small;"&gt;Dalam paradigma abad pertengahan, dua wilayah agama dan dunia terpisah total satu dengan yang lain sehingga tidak ada peluang bagi ekspansi satu terhadap yang lain atau pembauran antar keduanya. Seorang manusia kalau tidak ‘melangit’ haruslah ‘membumi’, atau kalau tidak meyakini kekuasaan alam gaib terhadap segala urusan hidupnya, maka dia harus memutuskan hubungan secara total dengan Tuhan dan roh-roh kudus, dan jika dia menghargai jasmani dan urusan materinya maka dia bukan lagi seorang rohaniwan dan berarti telah memutuskan hubungan dengan Tuhan. Kata Augustine “siapapun yang mahir dalam kesenian, perang, dan filsafat adalah orang yang bejat dan sesat, karena dia berasal dari kota setan dimana kebahagiaannya tak lebih dari sekadar topeng yang menipu, dan keindahannya hanya merupakan wajah alam kubur”. Kota inilah yang tidak diterima oleh Tuhan dan fitrah manusia. Karena orang yang sombong dan angkuh adalah merupakan kepekatan hari dan orang yang memiliki pengetahuan tentang segala yang harus diketahui oleh orang-orang terpuji. Dan ketika melihat kota setan ini tenggelam ke dalam kesesatan dan kesombongannya, maka semua sudut kegelapannya akan terlihat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-size:small;"&gt;Konsep diatas, dipertegas oleh Fritjof Capra (2004) yakni : “Para ilmuwan pada Abat Pertengahan, yang mencari-cari tujuan dasar yang mendasari berbagai fenomena, menganggap pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan Tuhan, roh manusia, dan etika, sebagai pertanyaan-pertanyaan yang memiliki signifikansi tinggi, jadi ilmu didasarkan atas penalaran keimanan”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-size:small;"&gt;Dengan demikian, kerangka berpikir yang dominan pada abad pertengahan dan tekanan kuat para elit gereja yang menganggap dirinya pengawas tatanan yang menguasai dunia dan telah menginterogasi ideologi para ilmuan dan menyeret mereka ke pengadilan serta menganggap kegiatan ilmiah sebagai campurtangan setan, kemudian faktor-faktor lain yang berada di luar pembahasan ini telah menjadi latar belakang munculnya Renaisans yang telah melahirkan teriakan protes terhadap kondisi yang dominan pada abad pertengahan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Abad Pertengahan merupakan abad kebangkitan religi di Eropa. Pada masa ini agama berkembang dan mempengaruhi hampir seluruh kegiatan manusia, termasuk pemerintahan. Sebagai konsekuensinya, &lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;sains&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; yang telah berkembang di masa zaman klasik dipinggirkan dan dianggap lebih sebagai ilmu sihir yang mengalihkan perhatian manusia dari &lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;ketuhanan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="font-family: times new roman;" class="thumb tright"&gt; &lt;div class="thumbinner" style="width: 152px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:Notre-dame-de-paris_nuit_f.jpg&amp;amp;filetimestamp=20051226201024" class="image"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;img alt="" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/3e/Notre-dame-de-paris_nuit_f.jpg/150px-Notre-dame-de-paris_nuit_f.jpg" class="thumbimage" width="150" height="200" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="thumbcaption"&gt; &lt;div class="magnify" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:Notre-dame-de-paris_nuit_f.jpg&amp;amp;filetimestamp=20051226201024" class="internal" title="Perbesar"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Notre-dame de paris, contoh arsitektur dari zaman pertengahan.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;p  style="text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Pada masa ini ilmu pengetahuan dan kesenian dimanfaatkan untuk kepentingan religi. Adanya larangan pengeksposan tubuh manusia dan hewan membuat kesenian menemukan teknik abstraksi yang memungkinkan sensasi tercipta tanpa adanya kehadiran bentuk realis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Pada masa ini pula dibangun sistem perang salib untuk mempertahankan pemerintahan Eropa dari desakan pengaruh pemerintahan Islam dari timur tengah. Seorang ksatria (&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;crusade&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;) harus selalu bersedia membela keyakinannya setiap kali terjadi pertempuran dalam perang suci. Karena itulah pemerintahan kemudian menjadi di bawah pengaruh keagamaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-family:Georgia, serif;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Pasukan pada abad pertengahan benar-benar dilatih untuk bertempur. Dengan alat-alat yang sederhana seperti pedang, panah atau tombak. Sedangkan pada pasukan yang menggunakan hewan(mis.kuda, unta) yang biasa disebut &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;kavaleri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; dianggap sangat berjaya pada abad pertengahan. Tetapi era mereka pudar ketika makin banyak para pemanah (&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i  style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Archers&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;) yang lebih efektif dalam pertempuran. Selain itu tentunya pasukan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;infantri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; atau pasukan yang berjalan kaki sepertri ksatria berpedang (&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i  style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;swordsman&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;), penusuk (&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i  style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;pikeman&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;) dan lain-lain. Ini terjadi karena pada masa itu setiap negara masih bernetuk kerajaan, khususnya di &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;eropa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;. Pada zaman dulu belum ada tank, maka terciptalah ketapel (catapult) untuk menghancurkan kastil-kastil atau benteng pertahanan. Ada pula pelempar batu panas/berapi yang disebut &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i  style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Mangonel&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-size:small;"&gt;Orang Eropa dari akhir Abad ke 15 hingga akhir abad ke 18, menganggap abad pertengahan sebagai zaman kegelapan. Bagi mereka Gotis sama dengan biadab. Melihat pandangan ini, jelas bagi kita, bahwa antara abad pertengahan dan abad-abad sesudah itu, terdapat perbedaan basar dalam sejarah perkembangan Eropa, perbedaan mengenai pandangan hidup, perbedaan dalam apa yang kita sebut ”pola kebudayaan”. Mereka dari zaman tadi yang sadar benar akan terputusnya tali hubungan dengan zaman kuno itu, menyebut pembaharuan yang terjadi di Eropa itu, dengan istilah Renaissance (kelahiran kembali atau lahir kembali). Terlihat dengan jelas yakni semangat inkuiri yang dimiliki oleh masyarakat Eropa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-size:small;"&gt;Maksudnya; lahirnya kembali kebudayaan kuno itu. Menurut pandangan mereka, dalam abad pertengahan, jadi sesudah jatuhnya kerajaan Romawi Barat itu, Eropa jatuh kedalam jurang kebiadaban. Renaissance mereka anggap sebagai suatu peristiwa, yang terjadi dengan tiba-tiba. Hal itu mereka hubungkan dengan suatu kejadian, yakni jatuhnya Konstantinopel ketangan Bangsa Turki tahun 1453, yang menyebabkan runtuhnya kerajaan Romawi Timur. Peristiwa ini mengakibatkan sebagian sarjana melarikan diri ke barat dan mendapat perlindungan di kota Florence. Tradisi mempelajari zaman kuno dan naskah-naskah yang dibawah para sarjana itu merupakan dasar pembaharuan kebudayaan barat itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;i  style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal; "&gt;&lt;i  style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Menurut pendapat para ahli sejarah, Renaissance awalnya dimulai di Italia&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;. Hal ini disebabkan narena setelah runtuhnya Romawi Barat tahun 476M, Italia mengalami kemunduran, kota-kota pelabuhan menjadi sepi. Selama abad 8-11 perdagangan di laut Tengah dikuasai oleh pedagang muslim. Sejak berlangsung perang salib (abad 11-13) pelabuhan-pelabuhan di Italia menjadi ramai kembali untuk pemberangkatan pasukan perang salib ke Palestina. Setelah perang salib berakhir pelabuhan-pelabuhan tersebut berubah menjadi kota dagang yang berhubungan kembali dengan dunia timur. Muncullah Republik dagang di Italia seperti Genoa, Florence, Venesia, Pisa di Milano. Kota-kota ini dikuasai oleh para pengusaha serta pemilik modal yang kaya raya disebut golongan borjuis antara lain keluarga Medicci dari Florence. Mereka mendorong terjadinya pendobrakan terhadap polapola tradisional dari abad pertengahan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/i&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'times new roman', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'times new roman', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  line-height: 19px; font-family:sans-serif;font-size:13px;"&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0.4em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Uni Eropa&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; (&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;UE&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Inggris" title="Bahasa Inggris" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;bahasa Inggris&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;: &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;European Union&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; atau &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;EU&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;) adalah sebuah organisasi &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Antar-pemerintahan&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Antar-pemerintahan (halaman belum tersedia)" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;antar-pemerintahan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Supranationalism&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Supranationalism (halaman belum tersedia)" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;supra-nasional&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;, yang terdiri dari negara-negara &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eropa" title="Eropa" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Eropa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;, yang sejak 1 Januari 2007 telah memiliki 27 negara anggota. Persatuan ini didirikan atas nama tersebut di bawah &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Perjanjian Uni Eropa&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; (yang lebih dikenal dengan &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Perjanjian_Maastricht&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Perjanjian Maastricht (halaman belum tersedia)" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Perjanjian Maastricht&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;) pada &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1992" title="1992" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;1992&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;. Namun, banyak aspek dari EU timbul sebelum tanggal tersebut melalui organisasi sebelumnya, kembali ke tahun &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1950-an" title="1950-an" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;1950-an&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;. &lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: -webkit-xxx-large; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Organisasi internasional ini bekerja melalui gabungan sistem supranasional dan antarpemerintahan. Di beberapa bidang, keputusan-keputusan ditetapkan melalui musyawarah dan mufakat di antara negara-negara anggota, dan di bidang-bidang lainnya lembaga-lembaga organ yang bersifat supranasional menjalankan tanggung jawabnya tanpa perlu persetujuan anggota-anggotanya. Lembaga organ penting di dalam UE adalah &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Komisi_Eropa" title="Komisi Eropa" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Komisi Eropa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dewan_Uni_Eropa" title="Dewan Uni Eropa" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Dewan Uni Eropa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dewan_Eropa" title="Dewan Eropa" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Dewan Eropa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mahkamah_Eropa" title="Mahkamah Eropa" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Mahkamah Eropa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;, dan &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bank_Sentral_Eropa" title="Bank Sentral Eropa" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Bank Sentral Eropa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;. Terdapat pula &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Parlemen_Eropa" title="Parlemen Eropa" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Parlemen Eropa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; yang anggota-anggotanya dipilih langsung oleh warga negara anggota. &lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: -webkit-xxx-large; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Percobaan untuk menyatukan negara Eropa telah dimulai sebelum terbentuknya negara-negara modern; mereka telah terjadi beberapa kali dalam sejarah Eropa. Tiga ribu tahun lalu, Eropa didominasi oleh bangsa &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Celt" title="Celt" class="mw-redirect" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Celt&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;, dan kemudian ditaklukan dan diperintah &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kekaisaran_Roma" title="Kekaisaran Roma" class="mw-redirect" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Kekaisaran Roma&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; yang berpusat di Mediterania. Awal penyatuan ini diciptakan dengan cara paksa. Kekaisaran&lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Franks&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Franks (halaman belum tersedia)" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Franks&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; dari &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Charlemagne" title="Charlemagne" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Charlemagne&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kekaisaran_Suci_Roma" title="Kekaisaran Suci Roma" class="mw-redirect" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Kekaisaran Suci Roma&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; menyatukan wilayah yang luas di bawah administrasi yang longgar selama beberapa ratus tahun. Belakangan pada 1800-an &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Customs_union&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Customs union (halaman belum tersedia)" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;customs union&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; di bawah &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Napoleon_I_Prancis&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Napoleon I Prancis (halaman belum tersedia)" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Napoleon I Prancis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; dan penaklukan pada 1940-an oleh&lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nazi_Jerman" title="Nazi Jerman" class="mw-redirect" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Nazi Jerman&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; hanya terjadi sementara saja.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0.4em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Dikarenakan koleksi &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bahasa_Eropa&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Bahasa Eropa (halaman belum tersedia)" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;bahasa Eropa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; dan budayanya, percobaan penyatuan ini biasanya melibatkan &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pendudukan&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Pendudukan (halaman belum tersedia)" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;pendudukan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; dari negara yang tidak bersedia, menciptakan ketidakstabilan. Salah satu percobaan penyatuan secara damai melalui kerjasama dan persamaan anggota dibuat oleh &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pasifisme" title="Pasifisme" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;pasifis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Victor_Hugo" title="Victor Hugo" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Victor Hugo&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; pada &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1851" title="1851" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;1851&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;. Setelah &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Dunia_I" title="Perang Dunia I" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Perang Dunia I&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Dunia_II" title="Perang Dunia II" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Perang Dunia II&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;, keinginan untuk mendirikan Uni Eropa semakin meningkat, didorong oleh keinginan untuk membangun kembali Eropa dan menghilangkan kemungkinan perang lainnya. Oleh karena itu dibentuklah &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=European_Coal_and_Steel_Community&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="European Coal and Steel Community (halaman belum tersedia)" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;European Coal and Steel Community&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; oleh &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jerman" title="Jerman" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Jerman&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perancis" title="Perancis" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Perancis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Italia" title="Italia" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Italia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;, dan negara-negara&lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Benelux" title="Benelux" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Benelux&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;. Hal ini terjadi oleh &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Perjanjian_Paris_(1951)&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Perjanjian Paris (1951) (halaman belum tersedia)" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Perjanjian Paris (1951)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;, ditandatangani pada April &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1951" title="1951" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;1951&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; dan dimulai pada Juli &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1952" title="1952" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;1952&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0.4em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Setelah itu terbentuk juga &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;European Economic Community&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; didirikan oleh &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Perjanjian_Roma&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Perjanjian Roma (halaman belum tersedia)" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Perjanjian Roma&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; pada &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1957" title="1957" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;1957&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; dan diimplementasikan pada &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1_Januari" title="1 Januari" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;1 Januari&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1958" title="1958" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;1958&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;. Kemudian komunitas tersebut berubah menjadi &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Masyarakat Eropa&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; yang merupakan 'pilar pertama' dari Uni Eropa. Uni Eropa telah ber-evolusi dari sebuah badan perdagangan menjadi sebuah kerja sama ekonomi dan politik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0.4em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0.4em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Dari pergantian namanya dari "Masyarakat Ekonomi Eropa" ke "Masyarakat Eropa" hingga ke "Uni Eropa" menandakan bahwa organisasi ini telah berubah dari sebuah kesatuan ekonomi menjadi sebuah kesatuan politik. Kecenderungan ini ditandai dengan meningkatnya jumlah kebijakan dalam UE.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0.4em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Gambaran peningkatan pemusatan ini diimbangi oleh dua faktor.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0.4em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Pertama, beberapa negara anggota memiliki beberapa tradisi domestik pemerintahan regional yang kuat. Hal ini menyebabkan peningkatan fokus tentang kebijakan regional dan wilayah Eropa. Sebuah &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Committee_of_the_Regions&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Committee of the Regions (halaman belum tersedia)" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Committee of the Regions&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; didirikan sebagai bagian dari &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Perjanjian_Maastricht&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Perjanjian Maastricht (halaman belum tersedia)" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Perjanjian Maastricht&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0.4em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Kedua, kebijakan UE mencakup sejumlah kerja sama yang berbeda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style="line-height: 1.5em; list-style-type: square; margin-top: 0.3em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 1.5em; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; list-style-image: url(http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/1/18/Monobook-bullet.png); "&gt;&lt;li style="text-align: justify;margin-bottom: 0.1em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Pengambilan keputusan yang otonom: negara-negara anggota telah memberikan kepada &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Komisi_Eropa" title="Komisi Eropa" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Komisi Eropa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; kekuasaan untuk mengeluarkan keputusan-keputusan di wilayah-wilayah tertentu seperti misalnya &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=UU_kompetisi_UE&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="UU kompetisi UE (halaman belum tersedia)" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;undang-undang kompetisi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;, kontrol&lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bantuan_Negara&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Bantuan Negara (halaman belum tersedia)" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Bantuan Negara&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Liberalisasi_UE&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Liberalisasi UE (halaman belum tersedia)" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;liberalisasi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;margin-bottom: 0.1em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Harmonisasi: hukum negara-negara anggota diharmonisasikan melalui &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Prosedur_legislatif_Uni_Eropa&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Prosedur legislatif Uni Eropa (halaman belum tersedia)" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;proses legislatif UE&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;, yang melibatkan &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Komisi_Eropa" title="Komisi Eropa" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Komisi Eropa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Parlemen_Eropa" title="Parlemen Eropa" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Parlemen Eropa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dewan_Uni_Eropa" title="Dewan Uni Eropa" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Dewan Uni Eropa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;. Akibat dari hal ini &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hukum_Uni_Eropa&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Hukum Uni Eropa (halaman belum tersedia)" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;hukum Uni Eropa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; semakin terasa hadir dalam sistem-sistem negara anggota.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;margin-bottom: 0.1em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Ko-operasi: negara-negara anggota, yang bertemu sebagai &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dewan_Uni_Eropa" title="Dewan Uni Eropa" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Dewan Uni Eropa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; sepakat untuk bekerja sama dan mengkoordinasikan kebijakan-kebijakan dalam negeri mereka.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0.4em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Ketegangan antara UE dan kompetensi nasional (atau sub-nasional) bertahan lama dalam perkembangan Uni Eropa. &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;(Lihat pula &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Uni_Eropa#Antar-pemerintahanisme_vs._supranasionalisme" title="Uni Eropa" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Antar-pemerintahanisme vs. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Supra-nasionasisme&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; (atas), &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Eroskeptik&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Eroskeptik (halaman belum tersedia)" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Eroskeptisisme&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;.)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0.4em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Semua negara calon anggota harus memberlakukan undang-undang agar selaras dengan kerangka hukum Eropa bersama, yang dikenal sebagai &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Acquis&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Acquis (halaman belum tersedia)" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Acquis Communautaire&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;. (Lihat pula&lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Perhimpunan_Perdagangan_Bebas_Eropa&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Perhimpunan Perdagangan Bebas Eropa (halaman belum tersedia)" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Perhimpunan Perdagangan Bebas Eropa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; (EFTA), &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Wilayah_Ekonomi_Eropa&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Wilayah Ekonomi Eropa (halaman belum tersedia)" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Wilayah Ekonomi Eropa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; (EEA) and &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Langit_Tunggal_Eropa&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Langit Tunggal Eropa (halaman belum tersedia)" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Langit Tunggal Eropa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;.) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0.4em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0.4em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h4   style="text-align: justify;background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; font-weight: bold; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.3em; margin-left: 0px; padding-top: 0.5em; padding-bottom: 0.17em; border-bottom-width: initial; border-bottom-style: none; font-size:15px;color:initial;"&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Kebijakan_eksternal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Kebijakan eksternal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;ul style="line-height: 1.5em; list-style-type: square; margin-top: 0.3em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 1.5em; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; list-style-image: url(http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/1/18/Monobook-bullet.png); "&gt;&lt;li style="text-align: justify;margin-bottom: 0.1em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Suatu tarif eksternal bersama &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bea_cukai" title="Bea cukai" class="mw-redirect" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;bea cukai&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;, dan posisi yang sama dalam perundingan-perundingan perdagangan internasional.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;margin-bottom: 0.1em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Pendanaan untuk program-program di negara-negara calon anggota dan negara-negara &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eropa_Timur" title="Eropa Timur" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Eropa Timur&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; lainnya, serta bantuan ke banyak negara berkembang melalui program Phare and Tacis-nya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;margin-bottom: 0.1em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Pembentukan sebuah pasar tunggal Masyarakat Energi Eropa melalui &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Perjanjian_Komunitas_Energi_Eropa_Tenggara&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Perjanjian Komunitas Energi Eropa Tenggara (halaman belum tersedia)" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Perjanjian Komunitas Energi Eropa Tenggara&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;h3   style="background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; font-weight: bold; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0.3em; margin-left: 0px; padding-top: 0.5em; padding-bottom: 0.17em; border-bottom-width: initial; border-bottom-style: none; border-bottom- width: auto;  font-size:17px;color:initial;"&gt;&lt;span class="editsection" style="text-align: justify;float: right; margin-left: 5px; font-weight: normal; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;[&lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Uni_Eropa&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=5" title="Sunting bagian: Kerjasama dan harmonisasi di wilayah-wilayah lain" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;sunting&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Kerjasama_dan_harmonisasi_di_wilayah-wilayah_lain"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Kerjasama dan harmonisasi di wilayah-wilayah lain&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;ul style="line-height: 1.5em; list-style-type: square; margin-top: 0.3em; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 1.5em; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; list-style-image: url(http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/1/18/Monobook-bullet.png); "&gt;&lt;li style="text-align: justify;margin-bottom: 0.1em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Kebebasan bagi warga UE untuk ikut memilih dalam pemilihan pemerintahan setempat dan &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Parlemen_Eropa" title="Parlemen Eropa" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Parlemen Eropa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; di negara anggota manapun juga.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;margin-bottom: 0.1em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Kerjasama dalam masalah-masalah kriminal, termasuk saling berbagi &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Intelijen_(pengumpulan_informasi)&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Intelijen (pengumpulan informasi) (halaman belum tersedia)" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;intelijen&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; (melalui &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=EUROPOL&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="EUROPOL (halaman belum tersedia)" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;EUROPOL&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perjanjian_Schengen" title="Perjanjian Schengen" class="mw-redirect" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Sistem Informasi Schengen&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;), perjanjian tentang definisi bersama mengenai&lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kejahatan" title="Kejahatan" class="mw-redirect" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;kejahatan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; dan prosedur-prosedur &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ekstradisi" title="Ekstradisi" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;ekstradisi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;margin-bottom: 0.1em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Suatu &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kebijakan_Luar_Negeri_dan_Keamanan_Bersama_(UE)&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Bersama (UE) (halaman belum tersedia)" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;kebijakan luar negeri bersama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; sebagai sebuah sasaran masa depan, namun demikian hal ini masih lama baru akan terwujud. Pembagian antara negara-negara anggota (dalam&lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Surat_delapan&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Surat delapan (halaman belum tersedia)" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;surat delapan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;) dan anggota-anggota yang saat itu belum bergabung (dalam &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Surat_Vilnius&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Surat Vilnius (halaman belum tersedia)" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;surat Vilnius&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;) pada saat &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Penyerbuan_Irak_2003&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Penyerbuan Irak 2003 (halaman belum tersedia)" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;penyerbuan Irak 2003&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; menyoroti seberapa jauh sasaran ini berada di depan sebelum ia dapat menjadi kenyataan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;margin-bottom: 0.1em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Suatu &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kebijakan_Keamanan_dan_Pertahanan_Eropa&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Kebijakan Keamanan dan Pertahanan Eropa (halaman belum tersedia)" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;kebijakan keamanan bersama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; sebagai suatu sasaran, termasuk pembentukan &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Satuan_Reaksi_Cepat_Eropa&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Satuan Reaksi Cepat Eropa (halaman belum tersedia)" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Satuan Reaksi Cepat Eropa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; dengan 60.000 anggota untuk maksud-maksud &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Memelihara_perdamaian&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Memelihara perdamaian (halaman belum tersedia)" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;memelihara perdamaian&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;, seorang staf &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Militer" title="Militer" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;militer&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; UE dan sebuah pusat &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Satelit" title="Satelit" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;satelit&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; UE (untuk maksud-maksud intelijen).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;margin-bottom: 0.1em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Kebijakan bersama tentang asilum dan imigrasi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;margin-bottom: 0.1em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Pendanaan bersama untuk penelitian dan pengembangan teknologi, melalui Rancangan Program untuk Penelitian dan Pengembangan Teknologi selama empat tahun. &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rancangan_Program_Keenam&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Rancangan Program Keenam (halaman belum tersedia)" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Rancangan Program Keenam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; berlaku dari 2002 hingga 2006. &lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: -webkit-xxx-large; line-height: 19px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Bila dianggap sebaga satu kesatuan, Uni Eropa memiliki ekonomi terbesar di dunia dengan &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Daftar_negara_berdasaarkan_GDP_(PPP)&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Daftar negara berdasaarkan GDP (PPP) (halaman belum tersedia)" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;GDP 2004&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; 11.723.816 &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/PPP" title="PPP" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;PPP&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;. Ekonomi UE diharapkan tumbuh lebih jauh dalam dekade berikutnya sejalan dengan lebih banyak negara bergabung dalam persatuan ini - dan terlebih lagi negara-negara baru ini biasanya lebih miskin dari rata-rata UE, dan oleh karena itu diharapkan pertumbuhan GDP yang cepat akan membantu dinamika Uni Eropa. Meskipun begitu UE hanya akan tumbuh sekitar 0,3% pada kuarter 2 2005 &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.eubusiness.com/Finance/050831114912.e6x23dfu" class="external text" rel="nofollow" style="text-decoration: none; background-image: url(http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/vector/images/external-link-ltr-icon.png?2); background-repeat: no-repeat; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; padding-top: 0px; padding-right: 13px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; background-position: 100% 50%; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;, sedangkan negara &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Industrialisasi&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Industrialisasi (halaman belum tersedia)" style="text-decoration: none; background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;industri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; lainnya seperti Amerika Serikat diperkirakan akan tumbuh sekitar 3,2%.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8961297982327520213-7228626349758492290?l=kikiesaperdana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961297982327520213/posts/default/7228626349758492290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961297982327520213/posts/default/7228626349758492290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kikiesaperdana.blogspot.com/2010/11/hubungan-internasional-di-eropa.html' title='Hubungan internasional di eropa'/><author><name>Nuwanda</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-qZwCXZrsWpY/Tc4wJykWfEI/AAAAAAAAAOg/Mb_PIYLksls/s220/2701923090_1c22d05427.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8961297982327520213.post-7487222357198274716</id><published>2009-07-21T08:26:00.000-07:00</published><updated>2011-01-20T21:49:37.044-08:00</updated><title type='text'>Fotografi</title><content type='html'>&lt;b&gt;Fotografi&lt;/b&gt; &lt;i&gt;photography&lt;/i&gt;, yang berasal dari kata Yunani yaitu "Fos" : Cahaya dan "Grafo" : Melukis/menulis.) adalah proses melukis/menulis dengan menggunakan media&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;cahaya&lt;/span&gt; Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;foto&lt;/span&gt; dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;kamera&lt;/span&gt;. Tanpa cahaya, tidak ada foto yang bisa dibuat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Prinsip fotografi adalah memokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghailkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya disebut lensa).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk menghasilkan intensitas cahaya yang tepat untuk menghasilkan gambar, digunakan bantuan alat ukur berupa lightmeter. Setelah mendapat ukuran pencahayaan yang tepat, seorang fotografer bisa mengatur intensitas cahaya tersebut dengan merubah kombinasi ISO/ASA, &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;diagframa&lt;/span&gt; (&lt;i&gt;Aperture&lt;/i&gt;), dan &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;kcepatan ra&lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;na&lt;/span&gt; (&lt;i&gt;speed&lt;/i&gt;). Kombinasi antara ISO, Diafragma &amp;amp; Speed disebut sebagai &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;pajanan&lt;/span&gt; (&lt;i&gt;exposure&lt;/i&gt;).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;lihat gambar ini pada waktu malam hari tapi dapat tetap terang..&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.digital-cameras-help.com/images/iso-speed-100.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://www.digital-cameras-help.com/images/iso-speed-100.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;b&gt;Kecepatan film&lt;/b&gt; adalah istilah dalam &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;fotograpi&lt;/span&gt; untuk mengukur tingkat kesensitivitas atau kepekaan film foto terhadap &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;cahaya&lt;/span&gt;. Film dengan kepekaan rendah (memiliki angka ISO rendah) membutuhkan sorotan yang lebih lama sehingga disebut &lt;i&gt;slow film&lt;/i&gt;, sedangkan film dengan kepekaan tinggi (memiliki angka ISO tinggi) membutuhkan &lt;i&gt;exposure&lt;/i&gt; yang singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Diafragma&lt;/b&gt; adalah komponen dari &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;lensa&lt;/span&gt; yang berfungsi mengatur intensitas cahaya yang masuk ke &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;kamera&lt;/span&gt;. Diafragma lensa biasanya membentuk lubang mirip lingkaran atau segi tertentu. Ia terbentuk dari sejumlah lembaran logam (umumnya 5, 7, atau 8 lembar) yang dapat diatur untuk mengubah ukuran lubang, dimana cahaya akan lewat. Tingkap akan mengembang dan menyempit persis &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;pupil&lt;/span&gt; di mata &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;manusia&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kecepatan rana&lt;/b&gt; atau &lt;i&gt;Shutter Speed&lt;/i&gt; adalah ukuran kecepatan &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;rana&lt;/span&gt; membakar medium penangkap &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;cahaya&lt;/span&gt; (lebih umum disebut &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;film&lt;/span&gt; atau sensor &lt;i&gt;digital&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gambar dengan shutter speed berbeda, bisa dilihat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.idigitalphoto.com/blog/images/lessons/shutter/shutter-example.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 561px; height: 281px;" src="http://www.idigitalphoto.com/blog/images/lessons/shutter/shutter-example.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pajanan&lt;/b&gt; (atau lebih populer dalam istilah Bahasa Inggris &lt;i&gt;exposure&lt;/i&gt;) adalah istilah dalam &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;fotograpi&lt;/span&gt; yang mengacu kepada banyaknya cahaya yang jatuh ke medium (film atau sensor gambar) dalam proses pengambilan foto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan exposure rendah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.digital-photography-school.com/wp-content/uploads/2007/08/long-exposure-landscape-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 404px; height: 269px;" src="http://www.digital-photography-school.com/wp-content/uploads/2007/08/long-exposure-landscape-1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fotografi – Analog dan Digital&lt;br /&gt;Fotografi digital memiliki perbedaan mendasar dengan fotografi pada masa film analog. Beberapa perbedaan adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1. Kamera analog berfungsi untuk menangkap cahaya &amp;amp; melakukan proses kimia untuk menghasilkan gambarm sedangkan kamera digital memiliki fungsi utama menangkap data cahaya&lt;br /&gt; 2. Hasil yang diperoleh dari kamera &amp;amp; film analog merupakan hasil setengah jadi, proses cuci cetak hanya berperan sekitar 20% saja, sedangkan pada foto digital, proses olah digital memegang peran hingga 80% dari data yang dihasilkan kamera&lt;br /&gt; 3. Proses kimia pada film analog memungkinkan munculnya warna-warna yang sebelumnya tidak tampak oleh mata, sedangkan proses digital sebenarnya justru mereduksi warna yang dapat dilihat oleh mata&lt;br /&gt; 4. Kamera dan film analog tidak sensitif terhadap arah datangnya cahaya, namun sensor pada kamera digital hanya bekerja maksimum pada cahaya yang jatuh tegak lurus, akibatnya akan timbul vignette pada bagian tepi gambar, terutama pada kamera full-frame.&lt;br /&gt; 5. Kamera dan film analog sensitif terhadap cahaya ultraviolet, penggunaan filter UV sangat mempengaruhi hasil, sedangkan sensor kamera digital pada dasarnya tidak sensitif terhadap UV, Penggunaan filter UV hanya utk proteksi dan dalam banyak kasus justru merusak kualitas hasil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan teknologi digital dan analog menyebabkan munculnya proses kerja antara fotografer masa lalu dengan fotografer masa kini. Pada masa analog, dituntut pemahaman terhadap setting kamera, imajinasi &amp;amp; pengalaman fotografer. Fotografi digital memberi kemudahan pada banyak orang, sekaligus menuntut pemahaman terhadap proses olah digital untuk menghasilkan foto terbaik.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;view point adalah mencari sudut dan waktu yang tepat untuk mendapatkan kualitas photo yang baik. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;foto yang baik ada beberapa kriteria, diantara nya:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;- memberikan sebuah pesan: &lt;/div&gt;&lt;div&gt;*menunjukan pernyataan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;*menunjukkan kesan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;*memberikan kesan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;*menunjukkan emosi &lt;/div&gt;&lt;div&gt;- memiliki konteks/isi yang jelas  &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;beberapa photograper beranggapan, bahwa photo yang baik adalah photo yang eye-catching, diantaranya memiliki kesederhanaan dan memiliki pola warna yang cerah/menonjol. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;waktu yang tepat bagi sebagian photograper dalam mengambil gambar: &lt;/div&gt;&lt;div&gt;-pukul 5 pagi : saat fajar : objek kabut tipis, danau, sungai &lt;/div&gt;&lt;div&gt;-pukul 6 pagi : sunrise : objek menghadap timur, pasar, jalanan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;-pukul 10-14 : tengah hari : objek arsitektur &lt;/div&gt;&lt;div&gt;-pukul 16-18 : senja : objek landskap, manusia&lt;/div&gt;&lt;div&gt;-pukul 18-18:30 : sunset : objek langit &lt;/div&gt;&lt;div&gt;-pukul 18:30 keatas : objek night lights&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8961297982327520213-7487222357198274716?l=kikiesaperdana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961297982327520213/posts/default/7487222357198274716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961297982327520213/posts/default/7487222357198274716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kikiesaperdana.blogspot.com/2009/07/kuliah-ilmiah-sartre.html' title='Fotografi'/><author><name>Nuwanda</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-qZwCXZrsWpY/Tc4wJykWfEI/AAAAAAAAAOg/Mb_PIYLksls/s220/2701923090_1c22d05427.jpg'/></author></entry></feed>
